Penting Nggak Sih Idealisme dalam Bekerja?

23 January 2020

Bekerja di bidang kreatif terkadang buat kita harus bekerja dengan cepat dan akurat. Apalagi di dunia content marketing yang sering kali harus beradu ide dan kreativitas dengan sesama aktor perkontenan. Cepat namun tetap berkualitas, hal ini yang selalu menjadi pegangan dalam membuat konten-konten kreatif setiap harinya. 

Nah, ini nih yang kadang bikin kita harus bisa menurunkan idealisme agar supaya nggak memberatkan teman-teman setim. Bayangin aja, kalo misalnya tim kreatif lebih mementingkan idealismenya daripada konsep yang udah dipikirin bersama dengan teman-teman yang lain, bisa berabe deliver ke client-nya.

Tapi bukan berarti kita harus bekerja tanpa idealisme. Terutama di bidang kreatif, idealisme penting untuk menunjukkan jati diri kita sebagai pekerja kreatif, namun porsinya harus disesuaikan dengan realita yang ada. Kalo kata Henry Ford “ Seorang idealis adalah orang yang menolong orang lain agar menjadi lebih makmur”. Nah, makanya idealis mah boleh, tapi jangan nyusahin orang!

"Always true to yourself, tapi jangan nyusahin orang yaaa!"

 

Beberapa bulan yang lalu gue sempet berkecimpung ke dalam event NextICorn International Summit 2019. Di event itu tugas gue adalah merekam gambar dan membuat beberapa video mengenai event tersebut. Membuat video yang dapat mendeskripsikan tentang event ini kepada setiap orang yang melihatnya.

Waktu sudah pasti menjadi tantangan terbesar yang harus dilewati dalam mengerjakan project ini. Deadline yang ada cukup menggetarkan badan dan bikin laptop bunyinya udah kayak drone wkwkwkwk.  Di tengah keterbatasan waktu itu, gue harus bisa men-deliver beberapa video untuk ditayangkan saat event berlangsung dan beberapa setelah event selesai (highlight event). 

Di sini nih tekanan batin memuncak antara mengikuti idealisme sebagai videographer atau menjadi pemain tim yang realistis. Buat gue, video yang ideal nggak bisa dibikin hanya dalam 2 sampai 5 hari aja. Banyak tahap-tahap penting yang harus dilakukan terlebih dahulu agar pesan dari video tersebut dapat tersampaikan dengan baik. Selain pesan, visual yang ditampilkan juga harus ciamik.

Namun, hal itu nggak mungkin dilakukan mengingat waktu yang minim. Seperti tadi yang gue bilang, idealis boleh tapi yusahin orang jangan.

Kata “cukup” menjadi sebuah kata yang sangat berarti di sini. Saat kita nggak bisa berkata “cukup” pada diri sendiri, di situlah kalian membiarkan diri kalian terhanyut ke dalam rasa idealisme dan melupakan orang-orang di sekitar kalian.

Saat gue berada pada posisi itu, gue sebisa mungkin mempertahankan idealisme namun sesuai pada porsinya. Semua hal yang berlebihan itu bisa jadi nggak baik, maka lakukanlah yang secukupnya. Terutama di kala waktu yang sempit. Hal yang gue kerjakan bisa mempengaruhi waktu kerja dan bahkan waktu istirahat teman-teman satu tim.

Terutama di event NextICorn ini. Beberapa video harus gue deliver hanya beberapa hari sebelum event dimulai. Memegang teguh idealisme terhadap sebuah pekerjaan di waktu yang sempit adalah sebuah pedang bermata dua. Salah dikit aja bisa kegores wkwkwkw.

Tapi, bekerja tanpa idealisme bukan hanya rasa nggak puas yang timbul. Hal ini bisa juga membuat pekerjaan kita terlihat nggak sebaik biasanya.

Bagi gue selain mengatur kadar idealisme dari dalam diri sendiri, hal lain yang menjadi faktor penting adalah komunikasi dengan teman satu tim. Memberi tahu dan mendengar, bagaimana pandangan satu sama lain terhadap sebuah project yang dikerjakan bisa membantu kita agar nggak terlalu terjerumus ke dalam ego diri sendiri.

Di Contendr, gue bersyukur banget karena teman satu tim nggak jarang mendukung gue untuk memasukkan idealisme ke dalam pekerjaan. Di saat gue kelepasan dalam melakukan suatu pekerjaan dan terhanyut karena idealisme diri sendiri, mereka juga yang akan menyadarkan gue untuk berkata “cukup” pada diri sendiri. Saling mengingatkan adalah kunci dari kerjasama tim wkwkwk.

Saat idealisme dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bersama, hasilnya adalah senyuman. Senyuman yang menyatakan rasa puas dan bangga karena telah berhasil melakukan sebuah pekerjaan tanpa melupakan apa yang penting dalam diri kita. Always true to yourself, tapi jangan nyusahin orang yaaa!

Related Articles

Content Writing Plays an Important Role in Event Recap

Writing the event recap means gathering data while at the event. One of the best learning on writing for event is don't rely on your memory to keep track of the things that stood out to you and write down as many takeaways from the event as possible. You will not use all of your notes, but the more detail you can provide, the better.

Browse Other Categories