Storytelling in Marketing, Cara Asyik Memasarkan Brand

By Rinaldy Sofwan Fakhrana,

08 May 2020

Di balik hidangan lezat, terdapat bumbu rahasia yang membuatnya terasa istimewa. Begitu juga saat kita menyajikan sebuah marketing campaign, ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk membuat brand Anda terasa dekat, informatif, dan “menggugah selera” konsumen. Jadi, bumbu rahasia seperti apa yang perlu ada di dapur marketing perusahaan Anda?

Coba buka lemari dapur Anda dan perhatikan, apakah toples berlabelkan “storytelling” sudah tersedia? Berbagi dan menyimak cerita adalah hal yang sudah melekat dalam pikiran kita sebagai manusia. Karena itu, penting pula bagi brand untuk menerapkan storytellingdalam marketing. Untuk bisa didengar dan mencuri perhatian, salah satu caranya adalah dengan menyajikan cerita-cerita yang relatable untuk konsumen, sembari mencerminkan identitas brand sebagai pemberi solusi.

"Brand storytelling is using a narrative to connect your brand to customers, with a focus on linking what you stand for to the values you share with your customers."  - Kaitlin Loyal, Brand Storytelling, Defined

 

Banyak contoh bagaimana storytelling bisa memengaruhi penjualan. Airbnb salah satu contohnya. Apa yang mereka lakukan untuk meraih objektif mereka sekaligus menjalankan bisnis? Let’s talk about it. Airbnb paham betul bahwa customer, baik itu host (tuan rumah) maupun tamu/penyewa adalah aset utama mereka. Bahkan customer adalah brand itu sendiri. Maka dari itu, ketimbang mempromosikan history dari Airbnb, mereka lebih memilih mengangkat cerita dari para customer mereka sendiri. 

Misalnya di Airbnb’s community stories, Anda bisa menemukan cerita, bagaimana pasangan muda asal Korea menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk mengunjungi 24 kota di berbagai negara demi mendapatkan pengalaman menginap di rumah penduduk lokal bersama Airbnb. Bagi pasangan ini, mengenal host dan mempelajari budayanya dapat membuat pengalaman traveling lebih meaningful

Mereka biasanya menghabiskan waktu sebulan di setiap kota agar punya cukup waktu untuk berbagi pengalaman dengan host mereka dan living like locals. Contohnya, saat mereka berada di Florence, Italia. Tak seperti kebanyakan turis yang bakal mengunjungi Duomo (Florence’s Cathedral), mereka malah memilih untuk berkeliling kota dan mengenal penduduknya. Apalagi host mereka sempat merekomendasikan tempat jajanan terbaik di Florence, sehingga pasangan ini akhirnya bisa mempunyai kesempatan untuk memanjakan lidah bahkan duduk satu meja bareng penduduk lokal. 

Untuk para host, Airbnb pun memfasilitasi mereka agar dapat menawarkan experience kepada tamu lewat storytelling yang simpel pada situs web mereka, seperti keliling kota di Jakarta atau menikmati kuliner di Shinjuku

Semua itu adalah contoh, bagaimana Airbnb memanfaatkan the power of storytelling untuk mengubah citra brand dari hanya “bisnis sewa kamar” ke “experiencing place and act like locals”. Kekuatan storytelling terbukti berhasil mendongkrak pengguna Airbnb. Dalam salah satu video di channel Youtube resminya (2015), Airbnb mengungkapkan pada malam tahun baru 2014 terdapat 91.000 tamu menggunakan Airbnb untuk pertama kalinya. Lalu setahun kemudian, di malam tahun baru 2015, Airbnb berhasil mempertemukan 550.000 tamu dengan host mereka di 20.000 kota.

Bagaimana dengan Contendr?

Kami pun percaya bahwa storytelling mampu menjangkau lebih banyak audiens bahkan membangun hubungan lebih dekat dengan mereka. Sebagai contoh, sejak 2019 lalu kami menangani creativecontent marketingbagi Asia Pulp & Paper (APP). Perusahaan produsen pulp dan kertas terbesar di dunia yang bergerak di lebih dari 150 negara di enam benua. Wajar jika anggapan kaku dan enggak terjangkau melekat pada giant brand yang satu ini. 

Tak kenal, maka tak sayang. Untuk itu kami ingin membuat APP lebih akrab dengan para audiensnya sekaligus mengedukasi mereka dengan fakta dan cerita lewat payung komunikasi “Growing Our Tomorrow”. Melalui storytelling content yang insightful dan mudah dipahami, kami memperlihatkan, bagaimana APP mengelola bisnisnya dengan penuh tanggung jawab. 

Mereka terus berupaya untuk menjadi sustainable company atau perusahaan yang mengedepankan usaha yang berkelanjutan, serta sangat peduli dengan keberlangsungan hutan, kesejahteraan masyarakat yang tinggal di area konsesi mereka, dan para konsumen produk mereka demi mewujudkan masa depan yang lebih baik. 

Anda bisa mengunjungi APP Stories dan membaca kisah Soleha dan Suryani, ibu rumah tangga yang kini berhasil menjadi pengusaha rumahan di Kabupaten Siak, Riau setelah mengikuti program pelatihan usaha hasil kolaborasi antara Desa Makmur Peduli Api (program milik APP) dan Martha Tilaar. Berkat pelatihan tersebut, Soleha yang kini dapat menjadi pengusaha dodol jambu merah dengan penghasilan 3 juta rupiah per bulan, sedangkan Suryani menjalankan bisnis herbal drink yang terbuat dari jahe merah dengan penghasilan 6 juta rupiah per bulan.

Selain lewat APP Stories, Anda juga bisa melihat cara kami bercerita di berbagai akun media sosial APP: Facebook, Twitter, Instagram global, dan Instagram Asia Pulp & Paper Indonesia.

Sebagai boutiquecontent marketing, Contendr tentu bersemangat menjadi storyteller bagi brand Anda, menghubungkan cerita Anda dengan audiens melalui media digital dalam berbagai bentuk layanan kami, seperti strategi, produksi konten, analitik, dan manajemen komunitas. 

Selama lima tahun berkarya, kami menyebut diri kami sebagai boutiquecontent marketing. Why? Boutique tentunya enggak akan memproduksi pakaian dengan jumlah super banyak serta model yang sama dan standar ukuran masal seperti pabrik konveksi. Butik bekerja menghasilkan pakaian eksklusif sesuai ukuran dan kebutuhan per pelanggannya. 

Kami percaya bahwa semua brand punya cerita, tujuan, dan keunikannya masing-masing sehingga enggak bisa diperlakukan sama rata. Maka layaknya sebuah boutique, selain terbiasa bekerja dengan klien terbatas dan memiliki in house resources, kami pun memastikan karya yang kami hasilkan sesuai dengan kebutuhan klien kami and tailored to their audience’s taste

Contendr berlokasi di Blok S, pusat kuliner yang terkemuka di Jakarta Selatan. Sama seperti restoran-restoran di sekitar, kami punya bumbu rahasia yang bisa jadi jawaban untuk storytelling dan marketing brand Anda. Kami akan memasak sepenuh hati dan menyajikan konten kami secantik mungkin untuk membuatnya menggugah selera, sesuai dengan cita rasa klien dan para audiensnya. 

Percayakanlah urusan storytelling pada kami dan mari bekerja sama demi meningkatkan penjualan brand Anda. Untuk mengintip bagaimana dapur kami bekerja dan menu apa saja yang kami tawarkan, klik di sinisekarang juga!

Related Articles

Content Marketing

Beriklan Secara Efektif dengan Instagram Ads

Instagram seharusnya menjadi peluang besar bagi brand Anda untuk menjalankan promosi dan berjualan. Namun, bagaimana sih caranya agar beriklan di Instagram enggak berakhir percuma? Yuk, sama-sama kita belajar memanfaatkan Instagram Ads dengan baik dan benar.

Content Marketing

Bye Boring Blog, Perbarui Content Creation dengan Cara Berikut!

Website perusahaan Anda memiliki fitur blog? Bagus dong! Jangan buru-buru putus asa kalau Anda merasa blog Anda sepi pengunjung dan enggak menarik. Saatnya Anda melakukan evaluasi dan segera berbenah agar artikel-artikel di dalamnya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung website. Simak tips berikut!

Content Marketing

EDM dan Email Marketing: Lebih Personal Menyapa Audiens

Masih worth-it enggak sih yang namanya email marketing? Kalau dieksekusi dengan baik, EDM atau electronic direct mail bisa jadi sahabat baik bagi bisnis Anda. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengimplementasikannya?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing