4 Ide Pemasaran Brand Selama Bulan Ramadan 2021

By Rinaldy Sofwan Fakhrana,

30 April 2021

strategi social media marketing

Sebagai negara yang didominasi oleh penduduk muslim maka tak heran kalau Ramadan menjadi salah satu tema besar bagi para marketers dalam melaksanakan pemasaran brand di Indonesia. Nah, pada Ramadan tahun ini, ide pemasaran seperti apa yang bisa Anda coba? Strategi social media marketing seperti apa yang harus Anda gunakan? Simak yuk!

Tahukah Anda kalau di bulan Ramadan pembahasan topik tentang belanja meningkat sebanyak 72%? Sebagai marketers Anda pasti sudah punya insting yang memperkirakan hal ini sih. Tetapi kami dengan senang hati mengabarkan kalau hal itu terkonfirmasi oleh laporan Google Trends 2020 lalu. Jadi, Anda bisa lebih yakin invest karena sayang banget deh kalau kesempatan ini dilewatkan.

Laporan tersebut juga bilang kalau ada 408,559 total volume percakapan seputar belanja terkait Ramadan yang tercatat di mesin pencari Google. Selain itu, konsumen juga tampak lebih aktif mencari hiburan dan produk yang praktis untuk digunakan, terlihat dari peningkatan pencarian paket internet dan voucher game, serta keywords mulai dari “simple,” “mudah,” hingga “terdekat.”

Untuk angka lebih detailnya, feel free buat klik link di atas ya. Tetapi yang bisa kita sama-sama catat dari pengalaman ini adalah Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk lebih mengedepankan lagi brand storytelling Anda sembari highlighting produk-produk yang bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan konsumen secara umum. 

Kebutuhan konsumen akan hiburan dan produk yang praktis ini, ibaratnya nih, seperti ikan yang lagi lapar-laparnya di kolam. Ya wajar saja kan kalau kita ambil tongkat pancing dengan umpan cerita menarik dan solusi akan segala permasalahan mereka. Tetapi itu tahun lalu, bagaimana dengan 2021?

Well, untuk tren di dunia digital tahun ini, masyarakat Indonesia diprediksi oleh The Trade Desk akan terus lebih banyak menggunakan layanan videostreaming, menonton film dan acara serial televisi online (48%), atau mendengarkan musik (42%). Sebagai brand, Anda tentunya bisa memanfaatkan peluang ini dengan menggunakan videomarketing. Gencar beriklan di platform seperti YouTube, Instagram, atau bahkan Spotify juga bisa jadi solusi terbaik.

Dan seperti yang sudah-sudah, prediksi ini juga menyebut kalau di 2021 akan terjadi peningkatan belanja. Tambahannya, sekarang masyarakat juga kemungkinan akan lebih banyak membeli makanan lewat deliveryservices karena 50% warga Indonesia mengaku enggak berencana untuk mudik lebaran. Pandemi ini memang berdampak sebegitu besarnya sampai tradisi lintas-generasi ini bisa sampai terganggu. Bahkan 63% responden yang biasa belanja di bulan Ramadan juga menyatakan akan stayathome dan melakukannya secara online untuk tahun ini.

Nah, sebagai marketers, tugas kita adalah memanfaatkan peluang ini dan mencari cara buat meningkatkan sales. Tetapi lebih dari itu, sebagai sesama warga yang terdampak pandemi, jadi tanggung jawab moral juga buat membantu mereka dengan menawarkan produk yang bisa jadi memudahkan kehidupan mereka sehari-hari. Ya enggak, sih? 

Anda mungkin sudah merasakan sendiri bagaimana platform e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak serta layanan transportasi seperti Gojek dan Grab membantu memudahkan kehidupan Anda di tengah pandemi. Ternyata nih, relevan dengan tren yang kita bahas tadi, keempat perusahaan ini juga punya videomarketing yang mungkin bisa jadi inspirasi ide menarik buat Anda di bulan Ramadan ini. Yuk kita ulas!

1. Cara Baru Main Emosi (Gojek)

“Perjalanan ini.. terasa sangat menyedihkan,” lantun Ebiet G Ade dalam lagu Berita Kepada Kawan yang sering dipakai iklan Djarum edisi Ramadan. Anda pasti ingat dong iklan emosional ini. Permainan emosi memang udah lama jadi jurus jitu marketers di bulan Ramadan.

Pada tahun lalu pun, iklan-iklan Asia Tenggara di bulan Ramadan rata-rata dua kali lebih “heart-warming” ketimbang iklan-iklan pada umumnya. Emosi yang paling sering dimanfaatkan adalah kebahagiaan, nostalgia, dan kehangatan. Ketika ketiganya hadir bersamaan di suatu iklan, brand biasanya lebih mudah diingat dan dipilih. Produknya pun cenderung dibeli konsumen.

Walau cara ini sudah terbukti manjur, untuk stand out di tengah kompetisi Anda mungkin lebih baik menggunakan emosi-emosi lain yang jarang digunakan. Contohnya adalah iklan yang dibuat oleh Gojek ini. Hampir bisa dibilang satir, Gojek seolah ‘mencemooh’ iklan mellow ala Djarum featuring Ebiet G Ade yang selama ini kita identikkan dengan bulan Ramadan.

Di tengah kemasan musik, gaya narasi, dan colorgrading video yang emosional, tiba-tiba Gojek memasukan jokes ‘garing’ (in a good way) dan slapstickcomedy berupa air mata yang memancur enggak karuan. Harus lihat sendiri deh buat tahu bagaimana bentukannya. Dan hasilnya menurut kami menarik banget. Ganggu? Ya. Mudah diingat? Ya. Heart warming? Anehnya, tetap ya juga. Setali tiga uang jadinya.

“Ramadan ini dekatkan yang jauh, kirim yang bermakna pakai Gojek”, video marketing Gojek berhasil memainkan emosi audiens dengan cara baru

“Ramadan ini dekatkan yang jauh, kirim yang bermakna pakai Gojek”, video marketing Gojek berhasil memainkan emosi audiens dengan cara baru

Bulan Ramadan memang bulan yang emosional dan Gojek berhasil memainkan emosi dengan caranya sendiri. Hasilnya? Dari satu post di Instagram saja Gojek mendapatkan 5.585 likes dan 401 komentar per ditulisnya artikel ini (18 hari setelah posting). Sementara di YouTube, video yang sama berhasil meraih 23 ribu views dalam waktu dua pekan.

2. Ceritakan Apa Saja (Grab)

Anda mungkin sudah berkali-kali dengar kalau cerita yang relatable itu bisa mudah menggaet perhatian audiens dan lebih diingat. Kami pun meyakini itu dan selalu berusaha membuat cerita yang bikin orang bisa relate. Tetapi tahukah Anda kalau cerita yang realatable itu bukan berarti harus 100% mewakili kehidupan nyata?

Sebelumnya kami sudah pernah bahas betapa besarnya pengaruh aspek visual pada storytelling. Di artikel tersebut, kami coba berikan contoh iklan dari Toyota yang menggambarkan keseharian pekerja kantoran, target audience mereka, dengan akurat sehingga bisa menyentuh. Coba bayangin, bagaimana jadinya kalau visual yang ditampilkan bukan pekerja kantoran melainkan alien dan penjelajah luar angkasa?

Enggak masalah selama eksekusinya baik, dan itulah yang dilakukan oleh Grab dalam video marketing terbarunya yang merupakan bagian dari campaign ‘Bisalah’ edisi bulan Ramadan. Dengan setting futuristik di dalam pesawat luar angkasa, lengkap dengan soundtrack yang mengingatkan pada franchise Star Wars, Grab bercerita tentang sekelompok penjelajah yang dirampok oleh alien. 

Tetapi jangan bayangkan aksi Luke Skywalker dan Han Solo dulu karena di cerita ini semua dikemas dalam balutan komedi. Selain itu, cerita ini juga somehow menggambarkan kalau kejadian perampokan oleh alien itu terjadi di bulan Ramadan, dan Grab hadir menjadi solusi untuk para penjelajah agar bisa tetap lebaran. 

Terdengar absurd ya? Kombinasi pemeran yang ada di iklan ini pun enggak kalah absurdnya, mulai dari Indro Warkop yang memang komedian sampai psikolog anak “Kak” Seto Mulyadi ada di situ. Tetapi coba lihat sendiri deh. Mungkin Anda enggak akan bisa lupa dengan cerita yang mereka sajikan.

video marketing

Cerita alien ala Grab yang begitu unik

Di Instagram, video itu disukai oleh 1,695 users dan mendapatkan 95 komentar. Inspirasi yang bisa diambil dari sini adalah jangan takut untuk bercerita apapun dalam videomarketing Anda. Relatable enggak selalu berarti cerita yang mereplikasi kehidupan nyata. Cerita tentang alien pun bisa jadi relatable ketika mereka digambarkan di seputar momen-momen yang bisa kita rasakan di dunia nyata. Kalau memang menarik, apa pun itu, ceritakanlah! Seperti yang kami bilang sebelumnya, audiens lagi haus hiburan.

3. Rumus Lama, Eksekusi Baru (Tokopedia)

“Aku suka susunya, hingga tetes terakhir!” Hayoo, siapa yang baca kalimat ini sambil nyanyi? Jingle yang catchy memang ampuh bikin sesuatu jadi memorable, seperti lagu yang ada di iklan Susu Bendera Coklat ini. Segitu ampuhnya sampai kalau lagi puasa dengar “Parapapapa I’m lovin’ it,” Anda bisa langsung tergoda membayangkan enaknya Big Mac dan segarnya Coca Cola di siang hari bolong.

Psikolog dan ahli saraf bilang kalau musik memengaruhi otak di taraf emosional. Mereka enggak tahu kenapa suatu frasa melodi bisa nyangkut di kepala, tetapi kemungkinannya hal ini disebabkan oleh repetisi. Lagi pula, kita sejak kecil sudah terbiasa dinyanyikan nina bobo oleh orang tua dan belajar berbahasa dengan meniru apa yang dikatakan orang-orang di sekitar kita. Yang jelas, jingle sudah sejak lama jadi andalan marketers dalam mempromosikan brand-nya.

Kalau Anda sudah punya jingle yang efektif, enggak ada salahnya  untuk menggunakan lagu itu lagi dengan messaging yang baru untuk bulan Ramadan. Hal ini dilakukan oleh Tokopedia dan menurut kami sih berhasil. Lagu ampar-ampar pisang yang sudah biasa kita dengar sejak kecil belakangan berubah makna menjadi “Waktu Indonesia Belanja” dari Tokopedia. Dan sekarang, mereka memanfaatkannya lagi dengan menyesuaikan liriknya dengan promo bulan puasa. 

Twist-nya, berbeda dengan iklan Susu Bendera yang sekadar ngegambarin anak-anak bahagia minum susu, Tokopedia menggunakan kostum yang super aneh dan bikin jingle yang udah cukup “ganggu” karena sering tampil di sela-sela tontonan YouTube kita jadi semakin “ganggu” dan memorable.

strategi social media marketing

Kostum aneh yang digunakan Tokopedia bikin jingle-nya makin “ganggu”

Hasilnya, unggahan Instagram yang terbilang sederhana tersebut mendapat lebih dari 8000 likes dan lebih dari 280 komentar. Bagaimana, terbayang twist baru untuk diberikan ke jingle Anda saat ini? 

4. Manfaatkan Kekuatan Ikon (Bukalapak)

Pernah bingung lihat wajah selebritas mejeng di billboard besar saat Anda dalam perjalanan? Kenapa ya mereka harus tampil di situ? Ngomong enggak, kasih testimoni juga enggak. Apa fungsinya sekadar tampil kalau enggak bersuara?

Jangan remehkan, kehadiran wajah terkemuka itu bisa berpengaruh besar lho walau hanya sekadar tampil. Dampak yang paling utamanya adalah menarik perhatian. Dalam kasus billboard, orang yang enggak sengaja lewat bisa langsung ngeh karena mereka kenal dengan wajah itu. Dan kalau Anda sampai kepikiran, menapa mereka harus tampil di sana, berarti iklannya sudah berhasil masuk ke kepala Anda, kan?

Ada banyak hal lain yang jadi manfaat kehadiran selebritas dalam suatu marketingcampaign, mulai dari memengaruhi keputusan belanja, membangun awareness, memposisikan brand, hingga membangkitkan brand yang popularitasnya sudah meredup. Bahkan, kehadiran selebritas sendiri saja kadang sudah cukup untuk menggaet atensi audiens.

Misalnya yang dilakukan oleh Bukalapak. Tanpa ada maksud menyinggung, mohon maaf, tetapi buat kami, ide yang disajikan di sini sebenarnya cenderung biasa saja: voiceline singkat, minim cerita, agak cenderung hard-selling. Tetapi dengan kehadiran ikon sekuat Vincent dan Desta, wah, sebagian orang mungkin susah buat memalingkan mata dari video marketing yang mereka buat. Bravo!

video marketing

Bukalapak memanfaatkan duo ikonik Vincent dan Desta dalam video marketing-nya

Kami sadar artikel ini di-publish ketika bulan Ramadan sudah berjalan. Kalau Anda belum mulai bergerak, enggak banyak waktu yang bisa kita lakukan untuk develop cerita baru yang unik, apalagi memikirkan konsep produksi yang ciamik. Karena itu, memanfaatkan sosok yang berkaitan erat dengan bulan puasa bisa jadi jalan pintas yang Anda ambil. Misalnya, Anda bisa kerja sama dengan Deddy Mizwar yang identik dengan sinetron Lorong Waktu, atau (lagi-lagi) Ebiet G Ade buat nyanyikan jingle yang kita bahas di poin sebelumnya. Enggak ada salahnya, kok! 

Kesimpulan

Audiens di bulan Ramadan yang “unik” karena pandemi ini membutuhkan hiburan karena lebih banyak berdiam di rumah. Seperti yang tampak dalam insights yang telah kami rangkum, peningkatan kebutuhan akan layanan videostreaming ini terjadi berbarengan dengan melonjaknya kecenderungan konsumen buat berbelanja secara daring. Jadi, jangan sampai lewatkan kesempatan ini buat perkuat brandmessaging lewat videomarketing

Keempat ide di atas mungkin bisa jadi inspirasi buat Anda yang sudah mulai menyiapkan kebutuhan videomarketing hingga Anda yang terlambat memulai dan membutuhkan jalan pintas. Anda termasuk yang mana? Sudah siapkah untuk meningkatkan brand storytelling di bulan suci ini? Kalau ada hal lebih lanjut yang ingin didiskusikan, jangan sungkan untuk kontak kami: Contendr, boutique content marketing agency ya! Kami akan dengan senang hati membantu. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Related Articles

Content Marketing

Promosi Brand di Clubhouse, Pentingkah?

Apakah Clubhouse dapat menjadi peluang baru bagi brand untuk melakukan pemasaran? Atau mungkin terdapat fakta lain yang menunjukkan Clubhouse tidak terlalu penting untuk dijadikan platform promosi terutama di Indonesia. Yuk, kita bahas lebih detail!

Content Marketing

EDM atau Newsletter Makin Menjual dengan 4 Ide Berikut

Anda menjadikan newsletter atau EDM sebagai salah satu bentuk content marketing bagi brand Anda? Strategi apa yang bisa Anda gunakan untuk membuatnya makin menjual? Yuk simak empat ide berikut!

Content Marketing

B2C vs B2B Marketing, 3 Perbedaan yang Harus Marketer Pahami

B2C dan B2B marketing adalah dua istilah yang sudah sangat fimiliar di dunia marketing, terlebih bila Anda adalah seorang marketer. Nah dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai perbedaan keduanya dari sisi strategi pemasaran, platform pemasaran, dan approach ke audiens.

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing