Buat Konten lebih Engaging dengan Visual Storytelling

07 August 2020

Lebih dari sekadar jualan produk atau memasarkan brand, dalam pembuatan content marketing, tak jarang kita juga ingin menyampaikan sebuah pesan yang mendalam sehingga konten tersebut punya value, berkesan, dan “terlihat” juga bahwa brand Anda hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mereka. Bukankah hal-hal seperti ini juga yang dapat membuat konten Anda engaging dan brand Anda terasa dekat dengan para konsumennya? 

Nah sekarang, bagaimana sih caranya menyampaikan pesan yang deep di tengah hiruk pikuk dunia digital yang makin hari makin ramai? Bayangkan saja, pada tahun 2020 ini mereka yang mengenal internet, masing-masing menciptakan data sebanyak 1,7 MB setiap detiknya. Lalu untuk menyampaikan pesan dengan baik, kita jelas harus bersaing merebut perhatian audiens di tengah semua itu. Kalau begini, mungkin pemanfaatan content marketing dalam wujud visual storytelling bisa menjadi solusinya.

Why Visual Storytelling ?

Jika Anda pemain lama media sosial Twitter, pasti Anda menyadari kalau linimasa platform ini makin lama makin dibanjiri oleh berbagai konten visual mulai dari video, foto, hingga meme. Menarik ya, media sosial yang sejatinya lebih mengedepankan konten tekstual singkat ini akhirnya menunjukkan juga preferensi akan posting-an bergambar setidaknya sejak tahun 2013. Belum lagi, seiring dengan kesuksesan platform seperti Instagram, YouTube, dan belakangan ini Tiktok yang isinya sudah pasti dipenuhi oleh konten visual. 

Kami juga sudah pernah membahasnya di artikel kami yang lain kalau YouTube menempati urutan pertama sebagai platform media sosial yang paling banyak diakses di Indonesia pada tahun 2020. Artinya, banyak masyarakat Indonesia yang mengandalkan video untuk mendapatkan informasi di dunia maya. Dari sini, kita pun bisa menyimpulkan bahwa tuntutan pasar atas konten visual itu memang benar adanya.

Kalau memang ada pasarnya, ya sudah kita tinggal bikin saja konten visual yang lebih bagus daripada para kompetitor. Well, iya. Tetapi bagaimana caranya agar konten visual Anda ini “lebih bagus” daripada yang lain? Artinya, menarik perhatian, pesannya sampai, dan engaging. Nah, saran kami adalah tambahkanlah storytelling pada konten visual Anda sehingga konten tersebut dapat disebut sebagai visual storytelling.

Sudah baca kan artikel kami sebelumnya tentang apa itu storytelling dan seberapa besar pengaruhnya dalam content marketing? Jadi visual storytelling ini ya storytelling yang menggunakan media visual. Penjelasan teknisnya bisa kita kutip dari Content Marketing Institute

“Visual storytelling melibatkan penggunaan grafis, gambar, foto, dan video dalam berinteraksi dengan audiens untuk memicu emosi, interkomunikasi, dan memotivasi tindakan.”

 

Definisi itu diungkapkan oleh praktisi Eric Goodstadt dan Sascha Reeb, presiden dan chief creative officer di Manifest. Eric dan Sascha juga bilang kalau visual storytelling sebaiknya menawarkan lima aspek, yakni:

  • Tensi: Memotivasi audiens untuk terus menyimak cerita.
  • Hiburan: Menggaet audiens dalam delapan detik pertama.
  • Edukasi: Memberikan informasi supaya audiens lebih paham topik yang disajikan.
  • Mikro-interaksi: Memastikan aspek-aspek sekecil apa pun memberikan pengalaman yang baik.
  • Call to action: Mengarahkan audiens untuk melakukan hal yang diharapkan usai menyimak cerita. 

Oke, kalau begitu kita coba telaah bareng yuk sebuah contoh visual storytelling super singkat dari Toyota Aygo 2018.

Visual Breakdown

Iklan yang cuma berdurasi 15 detik ini cocok banget untuk didistribusikan di internet, misalnya ditampilkan di tengah-tengah video yang sedang asyik kita tonton dalam YouTube. Berkat bantuan visual, pesan dari brand bisa langsung tersampaikan dalam waktu yang menurut kami sih cukup cepat. Kontennya juga enggak menyebalkan, kami rasa Anda juga enggak bakal ngomel jika video review makanan yang lagi Anda tonton disela oleh iklan ini.

Nah, dari detik pertama saja iklan ini langsung jelas menyasar ke target audiensnya: Orang dewasa yang bekerja kantoran dan belum memiliki kendaraan. Hal ini jelas sulit dicapai dalam waktu yang singkat tanpa bantuan visual. Detik ketiga, senyum si model semakin pudar, detik keempat, lebih parah lagi. Tak sampai lima detik, video ini sudah menciptakan tensi yang membuat audiens bertanya-tanya: Dia kenapa? Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Audiens yang disasar di titik ini sudah mulai bisa berempati karena mungkin mengalami hal yang serupa dari hari ke hari--datang ke kantor terlambat karena commuting dan susah rasanya buat tersenyum. Sampai akhirnya, di detik ketujuh, tombol lift yang berulang kali ditekan sejak awal cerita bertransisi jadi tombol engine start dari Toyota Aygo. Lalu saat si tokoh cerita mengangkat sunglasses kemudian tersenyum di balik kemudi, iklan ini bisa menyampaikan perasaan lega setelah lepas dari tensi yang dibangun dari detik pertama. Haah, satisfying

Tensi? Ya. Menghibur? Menurut kami, ya. Di detik-detik sisanya, masuklah call to action berupa copywriting yang catchy seiring dengan hidangan utama dari iklan ini, yaitu penampilan mobil itu sendiri. Copy-nyapun mewakili perasaan yang dibangun oleh visual sedari awal dengan kata “escape.” 

Visual Results

Kami enggak bakal membahas apakah ini contoh iklan yang baik atau buruk, tetapi setidaknya kita bisa sama-sama melihat, bagaimana visual storytelling bekerja dalam marketing.  

Anyways, menurut Marketing Week, Toyota Aygo 2018 diluncurkan tanpa fitur menarik di tengah segmen pasar yang makin melemah. Jadi bisa dibilang, produk ini sudah kalah sebelum bertempur. Karena itu, Toyota perlu mengincar pasar baru di luar pasar utamanya, yaitu para value hunters yang berusia di atas 45 tahun dan pragmatis. Jawabannya? Anak muda. 

Lalu bagaimana caranya untuk mencapai dua target pasar yang bertolak belakang? Setelah serangkaian penelitian dan survey, Toyota dan agency The&Partnership akhirnya bisa membentuk persona audiens yang sama-sama haus akan petualangan dan hal baru. Mereka pun meyakini mobil mungil ini memungkinkan gaya hidup yang mendukung keinginan itu. Hal ini menurut kami tercermin dari iklan di atas yang memudakan orang dewasa, memberikan excitement di tengah rutinitas kerja kantoran. 

Hasilnya, campaign Toyota Aygo meningkatkan pertimbangan membeli konsumen kalangan usia 35 tahun ke bawah sebesar 36%, dan memecahkan rekor penjualan. Selain itu, persepsi Aygo sebagai mobil “berkepribadian dan berkarakter” meningkat sebesar 37%. Di segmen pasarnya, jumlah Google search Toyota Aygo jugameningkat 31% dibanding tahun sebelumnya.

Di Contendr, kami pun memperlakukan gambar bukan hanya sekadar pemanis, tetapi juga tool untuk bercerita. Untuk merebut perhatian audiens di dunia digital, diperlukan konten yang tak hanya thumbstopping, namun juga mampu menyampaikan pesan dengan sempurna dalam waktu beberapa detik sebelum akhirnya layar kembali bergulir. Dan ya, konten dalam wujud visual storytelling adalah salah satu service yang bisa kami tawarkan kepada Anda. 

Dengan tim in-house yang sepenuhnya berfokus pada Anda sebagai klien, kami bisa menjamin konsistensi atensi yang diberikan pada setiap konten visual yang kami buat. Siap bersama-sama menggambarkan cerita brand Anda di dunia digital? Sapa kami di sini ya! 

Related Articles

Powerful and Effective: 5 Cara Jitu Membuat Ad Copy yang Menjual

Dalam pemasaran digital, copywriting merupakan proses penulisan copy yang diformulasikan sedemikian rupa agar menjadi sebuah frasa, kalimat, atau paragraf yang persuasif dan menjual. Jadi, bagaimana cara memformulasikannya dengan tepat? Simak lima tips berikut, ya.

Graphic Design Trend yang Eksis di 2020

Memasuki Q4 di tahun 2020, tren graphic design seperti apa sih yang digunakan sepanjang tahun ini oleh berbagai brand di luar sana? Dan tentunya, masih bisa Anda gunakan juga. Semoga terinspirasi!

Content Marketing Produktif Berkat CTA Efektif, Begini Caranya!

Setiap konten digital marketing yang Anda buat pasti memiliki tujuan dan diharapkan bisa dikonversi menjadi sesuatu yang mendukung upaya pemasaran. Nah, bagaimana caranya membuat CTA yang efektif dalam content marketing agar tujuan-tujuan itu bisa tercapai?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing