5 Strategi Jitu dalam Social Media Marketing

13 August 2020

Saat ini pengguna internet global sudah mencapai lebih dari 4,5 miliar dan sekitar 170 juta di antaranya berada di Indonesia. Lalu mereka yang sudah mengenal internet ini, kayaknya enggak mungkin deh kalau enggak punya akun medsos atau media sosial. Jadi, kalau Anda melewatkan peluang dari social media marketing, maka sama saja Anda skip kesempatan emas untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

Set up akun bisnis di medsos hari gini bisa dibilang simple banget. Cukup bermodalkan email aktif dan koneksi internet yang baik. But, the real challenge comes after that! Social media content apa yang mesti Anda post? Bagaimana cara meningkatkan followers? Siapa audiens Anda? Bagaimana Anda mengetahui kalau tujuan marketing Anda sudah tercapai? Untuk menjawab semua pertanyaan ini, Anda pun membutuhkan strategi agar social media marketing Anda dapat bekerja dengan baik. Maka dari itu, kami coba rangkumkan lima strategi social media marketing jitu yang bisa Anda terapkan untuk brand Anda. Simak, ya!

1. Tetapkan Goal dari Bisnis/Campaign Anda

Sebelum memulai social media marketing bagi brand Anda, pastikan dulu tujuan pemasarannya jelas. Menurut hootsuite, tujuan atau goal yang baik itu mesti S.M.A.R.T. alias Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-bound. Artinya, saat akan memulai campaign atau promosi brand, Anda harus punya tujuan yang spesifik. Selain itu, tujuan tersebut juga harus relevan dengan brand itu sendiri, produk jualan, target audience atau mungkin dengan situasi tertentu. Kemudian, tujuan yang spesifik juga harus dapat Anda ukur efektivitasnya dan memiliki tenggat waktu pencapaiannya. Dengan begini, pengerjaan social media marketing Anda jadi fokus dan terarah.

Data dari Sproutsocial mengungkapkan, beberapa tujuan social media marketing yang biasanya ingin dicapai oleh para pebisnis adalah untuk meningkatkan brand awareness, menghasilkan leads dan sales, community engagement, serta meningkatkan jumlah audiens dan traffic website. Setelah Anda menentukan goal yang jelas, jenis dan penulisan content social media pun akan lebih mudah disesuaikan. Coba deh perhatikan salah satu bentuk social media campaign* milik Unilever yang mereka publikasikan di akun LinkedIn mereka dengan tujuan increasing brand awareness.

Cara Unilever meningkatkan brand awareness
Source: Unilever Linkedin

Posting-an ini bercerita tentang seorang wanita Bangladesh dan perjuangannya menjaga kebersihan warga sekitar di tengah masa pandemi. Nah, karena tujuan dari campaign ini adalah increasing brand awareness, maka mereka pun menghindari hard sell copy, baik pada caption maupun pada visualnya. Sebaliknya, mereka mencoba untuk relevan dengan situasi yang berlaku, yakni masa pandemi COVID-19 dan memilih untuk lebih fokus pada value dan personality brand yang humanis dan peduli pada kesehatan konsumen. Ingin membuat citra brand Anda lebih positif di mata audiens? Maka apa yang dilakukan Unilever ini bisa banget jadi inspirasi!

2. Pahami Target Audience, Pilih Platform yang Tepat

Enggak ada yang namanya one-solution-fits-all di social media marketing. Jadi setelah menetapkan goal, Anda pun wajib mengenal betul target audience Anda. Mengenal audiens bisa Anda awali dengan melakukan riset dengan cara interview, survey, atau dari analytics tiap platform medsos. Menurut Hootsuite, data yang Anda butuhkan untuk customer Anda antara lain usia, domisili, pendapatan, pekerjaan, dan interest. Nah, poin “interest” ini biasanya yang paling bisa Anda eksplorasi lebih jauh lagi sehingga Anda bisa mendapatkan karakteristik atau kebutuhan audiens yang makin spesifik. Semakin Anda familier dengan audiens Anda, semakin mudah Anda menentukan jenis konten yang relatable dan engaging untuk mereka. 

Selain itu, penting juga menentukan platform media sosial mana yang paling tepat untuk brand Anda. Hal ini bisa Anda mulai dengan mengetahui platform media sosial mana saja yang paling laku di Indonesia. Facebook, Instagram, Youtube, atau Linkedin, mana yang harus Anda pilih? Tentunya semua harus Anda sesuaikan dengan tipe bisnis, demografi audiens, dan target yang ingin Anda capai.

Misalnya, jika bisnis Anda ingin meningkatkan sales dan menargetkan milenial dan Gen Z yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia sebagai calon konsumen, maka Instagram bisa menjadi pilihan platform yang tepat untuk Anda. Soalnya menurut data dari Statista, pengguna Instagram terbesar pertama dan kedua ada di rentang usia 25-34 tahun dan 18-24 tahun. Kalau dijumlah, kelompok usia ini mewakili 50% dari total pengguna Instagram global. Dengan platform ini, Anda pun bisa memanfaatkan visual dan copy yang tentunya bernuansa anak muda. Semua ini rupanya sudah diterapkan lho oleh Kitc--salah satu fashion brand di Indonesia--pada salah satu posting-an* di akun Instagramnya.  

Posting-an Instagram @kitc_ dengan target milenial dan Gen Z

3. Siapa Saja Kompetitor Anda?

Mengenali kompetitor itu enggak kalah penting dengan mengenali audiens, lho. Banyak brand melakukan competitor analysis dengan menggunakan third party tool, seperti Phlanx atau Social Blade. Namun Anda bisa juga melakukan review manual dengan mengunjungi laman media sosial masing-masing kompetitor untuk melihat followers mereka, tipe kontennya, dan gaya bahasa yang digunakan. Tujuannya bukan untuk menyontek, melainkan mencari inspirasi sehingga Anda bisa mulai merangkum, approach seperti apa yang cocok untuk brand Anda.

Walaupun berada di industri yang sama, masing-masing brand pasti punya pendekatan dan ciri khas tersendiri. Enggak percaya? Lihat contoh Instagram post* dari Vivo Indonesia dan Realme Indonesia. Industri sama, tetapi approach-nya beda banget!

Bahasa dan gaya penulisan caption Vivo Indonesia vs Realme Indonesia

4. Buat Social Media Content Calendar 

Ingin konten Anda rapi dan terencana dengan baik? Social media content calendar is the answer! Anda bisa bikin content calendar sedetail mungkin atau sesederhana mungkin, sesuaikan saja dengan kebutuhan brand Anda. Content calendar biasanya berbentuk tabel atau slide, dan silakan Anda perlihatkan kepada tim yang berkepentingan.

Untuk template, Anda bisa mengunduhnya secara gratis di Hootsuite, Hubspot, atau digital marketing website lainnya. Dengan melakukan organizing dan scheduling, Anda bisa menghemat waktu dan lebih efektif mengerjakan konten media sosial Anda. Kalau kami, kerangka dari social media content calendar kami biasanya terdiri dari kolom tanggal posting, jenis platform, caption dengan status “edited”, “approved”, dan “posted”, juga kolom tambahan untuk visual.

5. Evaluasi dan Improve

Sampai di sini, Anda mungkin sudah punya gambaran soal strategi social media marketing yang tepat buat brand Anda. Namun, perlu diingat bahwa strategi medsos Anda akan terus berkembang, menyesuaikan perkembangan tren dan kebutuhan brand atau target audience.

Untuk itu, Anda perlu terus melakukan evaluasi untuk menguji efektivitas dari strategi yang Anda gunakan. Cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dalam bentuk laporan: Konten mana yang jadi top performing post Anda? Siapa audiens yang berinteraksi dengan brand Anda? Platform mana yang punya engagement paling besar? Bagaimana perbandingan reach dan engagement brand Anda dengan kompetitor di industri yang sama? Selain itu, Anda juga dapat melakukan evaluasi lebih mendalam dengan mengamati audiens, sentiment, dan page growth Anda melalui third party analysis, seperti SocialBakers atau Locowise.

Setelah membaca hasil evaluasi, Anda dan tim pun dapat menentukan langkah yang perlu diambil untuk improvement atau perbaikan. Media sosial adalah network yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Oleh karena itu, brand harus bisa mengimbanginya dengan terus beradaptasi dengan tren di luar sana.

“We don't have a choice whether we do social media, the question is how well we do it”. - Erik Qualman, Social media marketer

Nah, sudah tahu kan apa yang harus dilakukan sebelum memulai social media marketing untuk brand Anda? Setidaknya, kelima strategi di atas dapat membuat perencanaan social media marketing Anda lebih fokus, tepat sasaran, dan efektif jika dilakukan dengan baik dan benar.

Kalau Anda ragu melakukan semuanya sendiri, maka strategi awalnya bisa Anda mulai dengan menghubungi kami. Sebagai Boutique content marketing berpengalaman, kami siap “menjahit” social media campaign Anda dengan approach yang customized and tailored to your needs! 

Kontak kami di sini, ya! We will be more than happy to help.

*)Sampel hanyalah referensi dan bukan pekerjaan kami, hak cipta sepenuhnya milik brand atau agency terkait.

Related Articles

Powerful and Effective: 5 Cara Jitu Membuat Ad Copy yang Menjual

Dalam pemasaran digital, copywriting merupakan proses penulisan copy yang diformulasikan sedemikian rupa agar menjadi sebuah frasa, kalimat, atau paragraf yang persuasif dan menjual. Jadi, bagaimana cara memformulasikannya dengan tepat? Simak lima tips berikut, ya.

Graphic Design Trend yang Eksis di 2020

Memasuki Q4 di tahun 2020, tren graphic design seperti apa sih yang digunakan sepanjang tahun ini oleh berbagai brand di luar sana? Dan tentunya, masih bisa Anda gunakan juga. Semoga terinspirasi!

Content Marketing Produktif Berkat CTA Efektif, Begini Caranya!

Setiap konten digital marketing yang Anda buat pasti memiliki tujuan dan diharapkan bisa dikonversi menjadi sesuatu yang mendukung upaya pemasaran. Nah, bagaimana caranya membuat CTA yang efektif dalam content marketing agar tujuan-tujuan itu bisa tercapai?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing