Apa Saja yang Perlu Anda perhatikan dalam Instagram Copywriting?

25 August 2020

Hari gini kayaknya mudah ya buat menemukan orang yang punya akun Instagram. Wajar saja, survei dari We Are Social dan Hootsuite 2020 pun menunjukkan kalau 79% pengguna internet di Indonesia itu aktif "main" Instagram. Makanya, ada banyak banget brand yang memanfaatkan platform media sosial yang satu ini untuk melakukan promosi, menjalankan campaign, dan sebagainya demi mendapatkan atensi dari para audiens. Bahkan pada akhir tahun 2017 lalu, tempo.co pernah membahas kalau jumlah akun Instagram komunitas bisnis di negara kita tembus hingga 25 juta. 

So, Instagram adalah peluang bisnis yang besar dengan persaingan ketat. Makanya, Anda harus pintar-pintar nih dalam mengelola akun Instagram sebuah brand supaya brand image-nya baik, menarik perhatian, dan tiap orang yang berkunjung ke akun tersebut mendapatkan sesuatu yang mereka cari. Nah, hal seperti ini bisa tercapai bukan hanya karena konten visual yang kece saja, tetapi juga karena copywriting yang ciamik. Kalau begitu, apa saja sih yang harus jadi catatan kita terkait Instagram copywriting? Kita bahas bareng yuk!

Profil Instagram

Mari kita mulai dari profil pada akun Instagram brand Anda. Sekalipun tampak sepele, namun sebenarnya enggak sama sekali. Soalnya, bagian ini merupakan cara cepat audiens “berkenalan” dengan brand saat mengunjungi akun resmi Instagramnya. Bagaimana tips untuk membuat copywriting-nya? 

Kunci utamanya adalah simpel dan jelas. Pada kolom profil, informasi standar yang harus tercantum adalah nama brand dan kategori/bidang usaha. Lalu akan lebih baik, jika Anda melengkapinya dengan alamat website resmi atau alamat perusahaan. Selanjutnya adalah mengisi bio. Nah, ini merupakan bagian yang bisa Anda kreasikan pada kolom profil akun Instagram brand Anda. Namun ingat, copy yang dapat ditampung hanya 150 karakter saja.

Pada bio Anda bisa menuliskan slogan brand Anda, produk/service perusahaan, CTA (call to action), atau informasi lainnya. Silakan kemas informasi pada bio sebaik dan semenarik mungkin. Nah, untuk memaksimalkan bio Instagram, Anda pun bisa menyisipkan hashtag atau menambahkan emoji.  

Kredit: @bodypack, @nikonindonesia, @jejamuran.id, dan @qasir.id

Keberadaan hashtag dapat memperbesar peluang akun Instagram Anda ditemukan oleh audiens di luar sana, sedangkan emoji berfungsi untuk memperkuat statement yang Anda tuliskan pada kolom Bio. Oh iya, soal hashtag, hindari pemakaiannya yang asal, sebaiknya Anda gunakan bantuan aplikasi seperti Keyword Tool untuk menentukan hashtag yang tepat. 

Caption pada Konten Instagram 

Sudah sejauh mana Anda mengenal target audience Anda? Penulisan caption pada konten Instagram itu berhubungan erat dengan mereka, karena memang perhatian merekalah yang ingin Anda rebut melalui berbagai caption buatan Anda. Ketika Anda sudah familier dengan mereka, maka isi dan pesan konten sangat bisa Anda sesuaikan. Namun, bagaimana mengemas hal tersebut ke dalam sebuah caption?

Dalam akun YouTube resminya, online business & messaging strategist asal Australia, Melinda Kitto berbagi tips soal media social copywriting. Melalui copywriting, menurutnya, Anda bisa kok menunjukkan kepada konsumen bahwa brand Anda: 1. Memahami masalah/kendala mereka; 2. Mengerti keinginan dan kebutuhan mereka secara spesifik; 3. Menjadi solusi atas permasalahan mereka dan mampu mewujudkan keinginan mereka.

Untuk menunjukkan ketiga hal tersebut, Anda bisa mengemas copywriting dalam bentuk pertanyaan, asumsi, atau storytelling. Supaya Anda lebih paham, coba perhatikan copywriting dari salah satu posting-an buatan kami untuk akun Instagram Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas Indonesia, ya. 

Hingga pertengahan tahun 2020 ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang berjuang untuk bisa survive di situasi pandemi. Mencuci tangan pun menjadi satu kegiatan yang makin perlu dibiasakan oleh masyarakat demi mencegah penularan virus. Namun masalahnya, kadang kita kesulitan buat cuci tangan karena posisi kita jauh dari tempat cuci tangan. 

Maka dari itu, kami coba mengawali penulisan caption dengan sebuah asumsi kalau para konsumen APP juga suka mengalami masalah yang sama di kesehariannya, padahal mereka ingin selalu bisa menjaga kebersihan tangan mereka kapan pun dan di mana pun.

Sedikit catatan soal berasumsi. Sebenarnya mengasumsikan audiens itu cukup tricky. Bukannya terlihat memahami audiens, brand Anda bisa saja malah terkesan sotoy alias sok tahu. Untuk mencegah hal tersebut, kami ingatkan sekali lagi, kenali target audiens Anda dengan baik: jenis kelaminnya, kisaran umurnya, kisaran pendapatannya, kegiatannya, ketertarikannya, dan sebagainya. Jadi, ketika Anda menuliskan pernyataan yang sebenarnya asumsi, pernyataan tersebut (cenderung) benar atau malah relatable banget sama konsumen Anda. Nah, contoh posting-an di atas, kami tujukan untuk general audience-nya APP yang harus tetap beraktivitas di luar rumah di tengah anjuran dan peraturan “new normal”.  

So, problem-nya jelas, keinginan/kebutuhan konsumen secara spesifik juga ada. Produk APP berupa tisu basah Paseo Medishield Hand Sanitizing pun hadir sebagai “kawan” yang memahami masalah dan kebutuhan konsumennya, lalu memberikan solusi. 

“Nobody reads ads. People read what interests them. Sometimes it’s an ad.”Howard Gossage

 

Bagaimana, sekarang sudah lebih paham kan mengenai Instagram copywriting? Kalau Anda tidak ingin mengerjakannya sendiri, enggak masalah kok. Kan ada kami, boutique content marketing agency di Jakarta. Kami tentu saja siap membantu Anda dalam mengelola berbagai akun media sosial brand Anda.

Kontak kami di sini ya, dan Anda juga bisa melihat berbagai service yang kami tawarkan di sini.

Related Articles

Powerful and Effective: 5 Cara Jitu Membuat Ad Copy yang Menjual

Dalam pemasaran digital, copywriting merupakan proses penulisan copy yang diformulasikan sedemikian rupa agar menjadi sebuah frasa, kalimat, atau paragraf yang persuasif dan menjual. Jadi, bagaimana cara memformulasikannya dengan tepat? Simak lima tips berikut, ya.

Graphic Design Trend yang Eksis di 2020

Memasuki Q4 di tahun 2020, tren graphic design seperti apa sih yang digunakan sepanjang tahun ini oleh berbagai brand di luar sana? Dan tentunya, masih bisa Anda gunakan juga. Semoga terinspirasi!

Content Marketing Produktif Berkat CTA Efektif, Begini Caranya!

Setiap konten digital marketing yang Anda buat pasti memiliki tujuan dan diharapkan bisa dikonversi menjadi sesuatu yang mendukung upaya pemasaran. Nah, bagaimana caranya membuat CTA yang efektif dalam content marketing agar tujuan-tujuan itu bisa tercapai?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing