Eksekusi UGC 2021 di Instagram dari Pembelajaran di 2020

By Panji Muhammad Pradipta,

19 March 2021

Apakah membangun kepercayaan audience adalah salah satu tujuan Anda dalam melakukan promosi brand di sosial media? Sebagai marketer, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan user generated content atau UGC, dan mungkin Anda juga sudah pernah mengimplementasikan hal tersebut dalam melaksanakan social media marketing, terutama di Instagram demi membangun kepercayaan audience terhadap brand Anda.

Dari penerapan UGC di Instagram pada tahun 2020, kira-kira hal apa saja yang bisa kita pelajari untuk meneruskan strategi UGC ini di tahun 2021? Namun sebelum kita membahas jauh mengenai hal tersebut, mari kita pahami beberapa hal dulu yuk!

Why UGC?

User generated content jelas bukanlah sesuatu yang baru dalam strategi pemasaran konten di media sosial, tetapi masih digunakan sampai hari ini. Menurut kami, bagaimanapun konten, baik dalam bentuk photo post maupun video post yang dibuat dan dibagikan langsung oleh konsumen brand Anda di akun media sosial pribadinya akan menjadi konten yang lebih autentik, tepercaya, serta merupakan bentuk validasi dari genuinity of promotional message yang disampaikan dalam campaign activity.

Mengapa bisa lebih autentik dan tepercaya? Hal ini karena konten UGC biasanya dilakukan oleh real people, artinya bukan oleh seorang influencer marketing ataupun selebritas dalam rangka endorsement sehingga kepercayaan audiens terhadap brand lebih mudah terbentuk. Data report dari Stackla (2020) pun menyatakan bahwa UGC dapat memengaruhi konsumen 9,8 kali lipat dibanding dengan konten influencer dan konsumen juga beranggapan bahwa UGC 2,4 kali lebih autentik dan real ketimbang konten-konten yang dibuat langsung oleh brand tersebut.

Masih soal kepercayaan audiens terhadap brand, Anda pun kemungkinan besar memahami bahwa audiens yang percaya adalah calon konsumen yang kuat bagi sebuah brand sehingga pembelian produk dapat terjadi. Dan memang, pada dasarnya kita semua mau membeli sebuah produk, karena kita percaya kepada brand tersebut, percaya dengan value dan penawarannya, dan juga percaya bahwa produknya dapat menjadi solusi bagi permasalahan kita. Report dari Stackla juga kembali menyatakan bahwa 79% konsumen menyatakan bahwa UGC memengaruhi keputusan mereka dalam melakukan pembelian produk.

So, mendapatkan audiens yang percaya kepada brand dan produk Anda itu jelas menjadi suatu hal yang penting, dan Anda dapat mulai mewujudkan hal tersebut dengan menjalankan strategi pemasaran konten dalam bentuk UGC pada media sosial maupun platform digital lainnya.

Learning from 2020 for UGC in 2021

Berdasarkan penelusuran yang kami lakukan, kami pun setidaknya menemukan empat pembelajaran penting dari konten-konten UGC di Instagram pada tahun 2020 yang nantinya bisa Anda jadikan inspirasi untuk penerapan UGC di 2021, yakni:

→ Berbagi hal positif lainnya lewat konten UGC

Lebih dari sekadar promosi brand dan membangun kepercayaan audiens, Anda pun dapat memanfaatkan konten UGC untuk berbagi nilai-nilai positif. Hal ini baik dan penting lho untuk dilakukan agar audiens Anda dapat melihat bahwa brand Anda juga peduli terhadap isu atau permasalahan tertentu bukan hanya jualan saja, sehingga rasa simpati audiens terhadap brand Anda dapat terbentuk. 

Sebagai contoh, Airbnb pun coba berbagi nilai positif melalui campaign global bernama “Go Near” pada pertengahan tahun 2020 lalu. Bisnis penginapan menjadi salah satu bidang usaha yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. Secara sektor bisnis yang satu ini benar-benar mengandalkan turis sebagai sumber pemasukan, namun sayangnya banyak negara yang menganjurkan warganya untuk menunda (bahkan melarang) traveling ke luar kota maupun ke luar negeri demi memutus rantai penularan virus.

Pandemi jelas menjadi masa-masa yang sulit bagi bisnis hotel dan penginapan, maka Airbnb coba bekerja sama dengan beberapa organisasi lokal di berbagai negara untuk mempromosikan penginapan domestik. Intinya, lewat campaign “Go Near” ini, orang-orang enggak perlu tuh traveling ke luar kota apalagi ke luar negeri. Cukup cari penginapan di sekitar yang pastinya tetap nyaman, family-friendly, dan proses pembatalannya pun mudah. Kriteria penginapan seperti ini tentunya pas banget ya buat mereka yang ingin sekadar staycation di masa pandemi.  Namun yang paling penting, campaign ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan dari Airbnb bagi para pemilik penginapan rumahan agar bisnis mereka tetap bertahan. 

Dan tentu saja, untuk mempromosikan campaign yang satu ini, Airbnb pun memanfaatkan konten UGC di Instagram sebagai salah satu strateginya. Siapa pun yang booking penginapan di sekitar mereka via Airbnb untuk staycation atau sekadar mengganti suasana bekerja dapat mengunggah video atau foto suasana penginapan tersebut di akun pribadi Instagram mereka. Lalu, tag akun Airbnb dan sertakan hashtag #GoNear sehingga Airbnb dapat repost unggahan tersebut di akun resminya.

UGC untuk Go Near campaign dalam unggahan akun Instagram Airbnb

UGC untuk Go Near campaign dalam unggahan akun Instagram Airbnb

Oh iya, selain Airbnb, Oreo Indonesia juga mencoba berbagi nilai positif menggunakan konten UGC melalui kegiatan #SayItWithOREOID di Instagram. Jadi, Oreo mengajak para audiensnya di Instagram untuk membuat suatu pesan untuk siapa pun menggunakan kepingan biskuit huruf atau emoji dari Oreo. Kemudian Oreo meminta para audiensnya untuk memfoto pesan tersebut dan mengunggahnya ke akun pribadi mereka sambil menyertakan hashtag #SayItWithOREOID dan si penerima pesan juga wajib di-tag.

Kegiatan #SayItWithOREOID yang diikuti oleh para audiensnya menghasilkan UGC bagi Oreo

Kegiatan #SayItWithOREOID yang diikuti oleh para audiensnya menghasilkan UGC bagi Oreo
Kredit: @r.galileo dan @sutanssaa

Seperti contoh di atas, melalui kegiatan ini, rupanya enggak sedikit lho audiens yang mengungkapkan rasa terima kasih atau memberi semangat kepada orang-orang terdekatnya. Selain itu kegiatan #SayItWithOREOID ini juga sukses menghasilkan lebih dari 1200 unggahan lho. Keren, ya!   

→ Konten UGC sebagai social proof

Saat hendak membeli suatu produk, apakah Anda mendadak jadi rajin menyimak testimoni dan review pelanggan? Nah, mengapa Anda melakukan hal tersebut? Well, pada dasarnya kita semua akan mencari “bukti” sebelum melakukan transaksi demi memastikan kita sudah memilih produk yang tepat. 

Maka dari itu, konten-konten dalam bentuk UGC dari para konsumen yang berisikan ulasan positif mengenai “jualan” brand Anda dapat dimanfaatkan sebagai social proof di akun resmi brand Anda untuk menarik perhatian para calon konsumen yang akan mencari “bukti” sebelum membeli produk Anda. Hal seperti ini tentu sudah dilakukan oleh brand-brand di luar sana sepanjang tahun 2020, salah satunya oleh the Body Shop Singapore di Instagram.

UGC berisi ulasan positif dalam unggahan akun Instagram The Body Shop Singapore

UGC berisi ulasan positif dalam unggahan akun Instagram The Body Shop Singapore

Selain the Body Shop, Anda juga bisa mengunjungi akun Instagram GoPro Indonesia dan (sekali lagi) Airbnb yang bahkan hampir seluruh konten Instagramnya merupakan UGC dari para pengguna produk atau jasa mereka. Akun Instagram mereka pun jadi semacam “portofolio” atau kumpulan product sampel yang bisa disimak oleh siapa pun yang berkunjung ke akun Instagram mereka. What a great idea, ya!

Akun Instagram @airbnb dan @goproid yang dipenuhi oleh UGC dari para customer-nya

Akun Instagram @airbnb dan @goproid yang dipenuhi oleh UGC dari para customer-nya

→ Tawarkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi

Sebagai seorang marketer, tentunya Anda paham bahwa ada effort yang tidak sedikit dalam pembuatan content marketing. Jika Anda mengajak audiens Anda untuk membuat konten berisikan tentang produk dan brand Anda, maka enggak ada salahnya banget lho menawarkan hadiah menarik buat mereka sebagai bentuk apresiasi. Soalnya mereka bukan sekadar menggunakan produk Anda saja, namun juga mau membuat konten dan mempromosikan brand Anda.

Bahkan kalau kita kembali membahas akun Instagram Airbnb dan GoPro Indonesia, kedua brand ini beruntung sekali lho, karena sebagian besar konten-konten mereka dibuat oleh customer mereka sendiri sehingga mereka cukup melakukan repost saja tanpa harus repot membuat konten dari nol. Khusus GoPro, brand ini secara aktif mengajak customer-nya mengikuti GoPro Award yang menawarkan bermacam challenge berhadiah yang dapat diikuti oleh semua pengguna GoPro di luar sana. Salah satunya terdapat #GoProVlogID, di mana customer dapat mengunggah konten video mereka pada tautan tertentu untuk memenangkan hadiah senilai $250.

Unggahan pengguna GoPro yang menyertakan #GoProVlogID

Unggahan pengguna GoPro yang menyertakan #GoProVlogID
Kredit: @elsnahk dan @mdbimantara

Contoh brand lain, Anda pun bisa kembali ke Oreo Indonesia dalam kegiatan #SayItWitOREOID yang tadi sempat kami bahas di atas. Mereka juga mengapresiasi para konsumen mereka yang mau ikutan kegiatan tersebut dengan hadiah menarik setiap minggu.

Penawaran hadiah menarik dari Oreo bagi mereka yang berpartisipasi dengan kegiatan #SayItWithOREOID

Penawaran hadiah menarik dari Oreo bagi mereka yang berpartisipasi dengan kegiatan #SayItWithOREOID

→ Konten UGC dalam bentuk video

UGC dalam bentuk video jadi satu hal yang common di tahun 2020? Ya wajar banget, secara masa pandemi membuat jumlah video online dan juga konsumennya meningkat. Mungkin karena sering di rumah selama masa pandemi, akhirnya banyak orang yang menjadikan video sebagai salah satu sumber hiburan dan edukasi yang effortless. Jadi, sebagai brand, Anda pun dapat membuat kegiatan yang mengarahkan audiens Anda untuk membuat konten video bagi brand Anda. Sephora pun termasuk brand yang memiliki banyak UGC dalam bentuk video dalam IGTV-nya. Salah satunya seperti ini:

Contoh unggahan UGC pada IGTV Sephora

Contoh unggahan UGC pada IGTV Sephora

Sephora sendiri juga membuat semacam beauty influencer program bernama #SephoraSquad sejak 2019, di mana para beauty enthusiast berkumpul. Nah, para #SephoraSquad ini rupanya senang membuat video tutorial, how to, atau tips and trick yang berkaitan dengan make up dan skin care yang tentu produk-produknya bisa didapatkan di Sephora store.

Konten #SephoraSquad pada IGTV Sephora

Konten #SephoraSquad pada IGTV Sephora

Konten-konten buatan para #SephoraSquad ini pastinya dapat Sephora manfaatkan sebagai video content marketing di akun Instagramnya. Apalagi, rangkuman video statistic 2020 dari Renderforest menyebutkan bahwa video tipe “explainer” merupakan video  yang paling umum digunakan oleh para marketer untuk keperluan content marketing. Kemudian fakta lain dari video statistic tersebut adalah 85% konsumen berpendapat bahwa video merupakan konten yang dapat membantu mereka terhubung dengan brand. So, buat kami, strategi UGC yang dilakukan Sephora, terutama melalui #SephoraSquad itu sungguh sebuah good movement. Brand bukan sekadar memiliki banyak UGC, namun juga mendapatkan konten dalam bentuk video yang menjual.

Bagaimana, setelah membaca “pelajaran” soal konten UGC di atas, apakah Anda kini mendapat inspirasi atau ide baru untuk menjalankan strategi UGC di Instagram bagi brand Anda pada tahun ini? Menurut kami, enggak ada salahnya juga lho kalau Anda sering menjadikan UGC sebagai salah satu strategi dalam menjalankan marketing campaign di Instagram. Soalnya, berdasarkan pembelajaran di atas, UGC termasuk strategi pemasaran yang tidak hanya memberi banyak keuntungan bagi brand, tetapi juga dapat membuat audiens Anda merasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan brand yang positif. 

Kalau Anda merasa bingung dan membutuhkan bantuan untuk menjalankan UGC maupun strategi pemasaran lainya di media sosial, jangan ragu untuk hubungi kami ya. Karena kami pun dapat menjadi social media marketing agency yang bisa banget Anda andalkan. We’ll be so glad to help you out!

Related Articles

Content Marketing

B2C vs B2B Marketing, 3 Perbedaan yang Harus Marketer Pahami

B2C dan B2B marketing adalah dua istilah yang sudah sangat fimiliar di dunia marketing, terlebih bila Anda adalah seorang marketer. Nah dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai perbedaan keduanya dari sisi strategi pemasaran, platform pemasaran, dan approach ke audiens.

Content Marketing

Brand Persona dan Buyer Persona, Mengapa Keduanya Penting?

Sebelum menjalankan marketing campaign, seorang content strategist akan menetapkan terlebih dahulu brand persona dan buyer persona. mengapa penting bagi sebuah brand untuk memiliki brand persona dan buyer persona sebelum aktif melakukan kegiatan pemasaran?

Content Marketing

Bikin Livestream Video? Marketer Harus Catat 3 Hal Ini!

Content marketing dalam bentuk livestream video diprediksi atau mungkin lebih tepatnya kini sudah menjadi suatu tren dalam menjalankan pemasaran brand di dunia digital. Bagaimana dengan Anda, apakah brand Anda lagi mempertimbangkan konten livestreaming sebagai content strategy atau social media strategy tahun ini?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing