Ingin Email Blast Berjalan Secara Efektif? Simak Caranya!

By Arista Prianka Putri,

08 September 2021

email blast

Istilah “email blast” mungkin sudah enggak asing di telinga Anda. Sebagai seorang marketer, Anda biasanya sudah pernah melakukan hal tersebut, yakni mengirim email, terutama email marketing ke banyak orang dalam waktu bersamaan.

Mendistribusikan konten promosi dalam bentuk email memang menjadi salah satu upaya brand untuk menjangkau konsumen secara personal. Namun sayangnya, tumpukan email pemasaran dalam inbox konsumen kadang membuat mereka sudah malas duluan untuk membukanya. Ini tentu saja menjadi hal yang paling enggak diinginkan terjadi oleh para marketer ketika menjalankan email blast dengan tujuan pemasaran. Bagaimana konsumen mau merespons email Anda, kalau diklik saja enggak.

Maka dari itu, baca artikel ini sampai selesai, karena kali ini kita akan memahami banyak hal terkait email blast agar Anda dapat menjalaninya secara efektif. Are you ready?

Alasan memilih email blast

Bukankah sekarang berjualan di media sosial itu lebih efektif? Benar, tetapi bukan berarti peluang pemasaran melalui email itu nol persen. Faktanya, Statista (2020) memprediksi bahwa email user akan meningkat secara global hingga 4,3 miliar. 

Content Marketing Institute juga menunjukkan grafik (2020) bahwa email, website/blog, dan media sosial menjadi platform favorit bagi para marketer di luar sana untuk mendistribusikan konten pemasaran. Untuk tipe B2B, 87% marketer-nya menggunakan email untuk mendistribusikan konten. Email berada di urutan kedua setelah media sosial. Sedangkan untuk tipe B2C, 79% marketer-nya memanfaatkan email sebagai channel pemasaran. Email berada di urutan ketiga setelah media sosial dan website/blog.

Namun, terlepas dari itu semua, email blast ini lebih hemat biaya, hemat waktu, personal, dan spesifik dalam menjangkau orang. Kalau Anda melakukan email blast, sepertinya enggak mungkin Anda asal kirim. Biasanya Anda sudah punya audience list atau subscribers sehingga besar kemungkinan mereka yang menerima email Anda adalah market yang tepat. Mereka adalah orang-orang yang pernah menggunakan produk/jasa brand Anda atau minimal yang punya ketertarikan dengan brand Anda.

Email blast enggak sama dengan spam

Anda memang akan mengirim email ke banyak orang, tetapi bukan berarti Anda sedang melakukan aksi spamming. Kami yakin, Anda hendak mengirim email yang terkonsep dengan baik, punya value, enggak punya tujuan negatif, dan penerimanya pun bukan orang random. Dengan demikian, email Anda pun enggak mungkin dapat dikategorikan sebagai spam

Namun, untuk mencegah email marketing Anda dianggap spam oleh sistem atau penerima, Anda bisa memastikan beberapa hal. Di antaranya:

    • Meminta persetujuan penerima untuk menjadi subscriber. Hindari menggunakan database yang enggak Anda opt-in alias tanpa seizin penerima email. Anda sebaiknya tidak asal mendapatkan database karena membeli atau berasal dari scrap di Facebook atau internet.
    • Gunakan copy yang benar secara keseluruhan pada email. Mulai dari email subject, jangan gunakan headline yang menipu alias enggak sesuai dengan isi email. Hindari pula penggunaan huruf besar secara berlebihan, serta hashbusting atau penggunaan angka atau karakter khusus sebagai pengganti huruf, contohnya “Fre3e T-sh!rt”.
    • Hindari penggunaan spam trigger words. Masih soal copy, perlu Anda ketahui bahwa ada kata atau kosakata yang memicu email dikategorikan sebagai spam. Cek di sini untuk mengetahui word list yang dapat memicu spam.
    • Link atau tautan yang kurang tepat pada email. Perhatikan isi email Anda, jangan sampai Anda memasukkan tautan yang salah atau menggunakan tautan dipendekkan, bit.ly misalnya.
    • Email body terlalu banyak gambar. Atau malah terdiri dari satu gambar saja, artinya enggak ada teks atau copy pendukung sama sekali.
    • Menyalahi regulasi.Internet service provider (ISP) telah memilah email promosi yang telah melanggar can-spam act, misalnya enggak ada tombol unsubscribe, atau enggak ada footer dan alamat perusahaan dalam anatomi email pemasaran.
    • Gunakan domain perusahaan. Jika email memang mewakili perusahaan maka sebaiknya jangan menggunakan domain email gratis, seperti gmail atau yahoo. Menjaga reputasi domain dan IP itu penting, karena Anda hanya butuh 0,1% dari penerima email yang melaporkan email Anda sebagai spam, maka seluruh email Anda yang lain akan masuk ke dalam spam juga.

Dengan memerhatikan kriteria di atas, Anda pun sedang meminimalisasi risiko email blast Anda menjadi spam. Satu hal juga yang enggak boleh ketinggalan, biasakan untuk membuat dan mengirim “welcome email” bagi konsumen atau subscriber Anda. Hal ini penting agar penerima email merasa disambut secara personal oleh brand Anda. Menurut data dari GetResponse pun open rates rata-rata dari welcome email di atas 80% dengan click through rate (CTR) sekitar 22-25%.

Selain itu, perhatikan pula frekuensi pengiriman email. Masih dari sumber yang sama, GetResponse pun melampirkan tabel berikut:

email blast free

Source: GetResponse

Sebenarnya enggak ada aturan khusus berapa kali Anda boleh mengirimkan email dalam rentan waktu tertentu. Namun, berdasarkan tabel di atas, rata-rata CTR tertinggi diperoleh email pemasaran yang dikirimkan 1-2 kali dalam seminggu.

Platform gratis untuk email blast

Menggunakan platform khusus untuk melaksanakan email blast perlu menjadi satu pertimbangan yang penting. Pemanfaatannya akan sangat membantu Anda mewujudkan pelaksanaan email blast yang tertata dan efisien berkat fitur-fitur yang tersedia. 

Bahkan platform semacam ini biasanya menawarkan fitur analisis dan laporan sehingga Anda bisa menilai performa dari email pemasaran yang Anda kirimkan. Maka dari itu, langsung saja simak beberapa platform gratis yang bisa Anda gunakan untuk menjalankan email blast:

1. MailChimp

Salah satu produk yang ditawarkan oleh all-in-one marketing platform ini adalah email marketing. Untuk para new marketer yang mungkin baru mulai menjalankan email marketing, MailChimp menyediakan layanan email marketing gratis.

email blast adalah

Dengan layanan email marketing gratis ini, Anda dapat menyimpan 2000 kontak pada database Anda dan mengirim 10.000 email per bulannya dengan kuota 2000 email per hari.

2. GetResponse

Sudah sekitar 20 tahun GetResponse menyediakan email marketing software bagi para pelanggannya, dan Anda tentu bisa menjadi pelanggan berikutnya. Buat akun di GetResponse dan Anda akan mendapatkan free trial untuk menjalankan email marketing selama 30 hari.

Hal menarik dari platform ini adalah mereka menyediakan bermacam email templates yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, aneka design tools untuk mempercantik tampilan email Anda, dan Anda pun bisa menyimpan data para subscriber agar Anda bisa terus mengirim email marketing yang relevan dengan mereka.

3. Telkom OCA (Omni Communication Assistant)

Platform email blast milik Telkom Indonesia ini biasa digunakan oleh bisnis skala kecil hingga menengah. Telkom OCA menyediakan layanan OCA Blast untuk menjalankan email marketing dengan beragam fitur, seperti email template, penjadwalan pengiriman email, reporting, dan failoversystem.

email

Platform Telkom OCA ini tergolong user-friendly dan Anda bisa menyesuaikan email marketing berdasarkan segmentasi audiens Anda demi mewujudkan pengiriman email yang tepat sasaran. Anda bisa gunakan layanan ini secara gratis selama 30 hari.

4. Sendinblue

Mungkin enggak selengkap MailChimp, namun sendinblue juga menawarkan bermacam layanan untuk membantu pelaksanaan digitalmarketing dan tentu salah satunya dalam bentuk email marketing.

blast email

Seperti platform email blast pada umumnya, sendinblue juga menawarkan email template yang bisa Anda design sesuai kebutuhan dan mobile friendly. Untuk layanan gratis, Anda bisa menyimpan unlimited contact dan mengirim 300 email per hari.

Sekalipun tersedia layanan gratis dari email blast platform yang bisa Anda gunakan, namun kami tetap menyarankan Anda untuk melanjutkan ke layanan berbayar mereka. Dengan layanan berbayar, Anda tentu dapat mengakses fitur yang lebih lengkap dan yang enggak kalah penting, Anda bisa mendapatkan laporan yang lebih detail terkait performa email dan user behaviour.

Membuat email marketing yang clickable

Sampai sini Anda tentu sudah memahami fungsi email blast, cara mencegah email dikategorikan sebagai spam, juga pilihan platform untuk menjalankan email blast. Nah, sekarang kita akan semakin mendekat ke tahap eksekusi. Bagaimana cara membuat email marketing yang menarik minat user?

Buat kami, ada tiga hal penting yang harus Anda ingat:

1. Waktu pengiriman dan jumlah email

Pahami user behaviour Anda, cari tahu pada pukul berapa mereka biasanya membuka email. Pastikan email Anda sampai di inbox mereka pada kisaran waktu tersebut. Perhatikan pula jumlah email yang Anda kirim, jangan sampai user terlanjur jenuh dengan kiriman email dari Anda. Cek kembali tabel dari GetResponse di atas sebagai salah satu sumber insight dalam menentukan jumlah email yang tepat untuk dikirim.

2. Email copy

Copy menjadi faktor penting dalam pengerjaan email marketing. Email termasuk content marketing yang “kaku”, artinya Anda enggak bisa menambahkan terlalu banyak elemen di dalamnya sehingga copy-lah yang menjadi andalannya. Selalu kedepankan clarity dan penulisan yang concise dalam menulis email. Kemudian untuk penulisan email subject, sebaiknya enggak lebih dari 10 kata dan gunakan kata-kata yang persuasif, menimbulkan rasa penasaran, atau penuh urgensi. Untuk lebih jelasnya, silakan lanjut baca artikel kami mengenai email copywriting yang menarik dan cara membuat email marketing yang menjual ya.

3. Isi email

Mengapa email Anda diklik oleh user? Minimal isinya bikin penasaran, tetapi yang paling bikin menarik adalah isinya relate atau sesuai dengan kebutuhan para user. Jadi, pastikan Anda sudah memahami betul identitas dan update dengan ketertarikan/kebutuhan target market Anda sehingga Anda bisa selalu mengirimkan email yang relevan dengan mereka.

Jalankan email marketing bersama kami!

Bagaimana, siap membuat email marketing atau newsletter dan mengirimnya dalam jumlah besar? Ingat, email blasting bukanlah tindakan spamming selama Anda mengirimkan email yang bertujuan baik, enggak menipu, dan mengandung value.

Mari jangkau dan sapa audiens dengan lebih personal melalui email. Jika Anda butuh bantuan dalam membuat email marketing atau newsletter, terutama dalam urusan copy dan visual, Contendr sebagai boutique content marketing agency dengan senang hati akan membantu Anda. 

Yuk promosikan brand dan campaignactivity Anda bersama kami, sapa kami sekarang ya!

Related Articles

Content Marketing

Content Marketing Funnel: Konten yang Tepat untuk Setiap Tahapannya

Marketing funnel dalam dunia pemasaran merupakan sebuah perjalanan pelanggan dari tahap aware terhadap brand hingga memutuskan untuk membeli produknya. Setiap tahapan pada marketing funnel membutuhkan cara promosi yang berbeda-beda, content marketing seperti apa yang cocok untuk setiap tahapannya?

Content Marketing

Content Strategy untuk Meningkatkan Performa Instagram

Di artikel kali ini, kami akan berbagi beragam hal yang insightful terkait content strategy di Instagram demi mendorong peningkatan performa pada akun brand Anda.

Content Marketing

Pentingnya Editorial Plan dalam Pemasaran Konten

Memahami editorial plan merupakan suatu hal yang perlu agar strategi pemasaran digital Anda dapat terlaksana dengan baik. Yuk, sama-sama kita kupas-tuntas tentang editorial plan di artikel kali ini!

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing