Copywriting yang Menarik dalam Email Marketing, Begini Caranya!

By Rinaldy Sofwan Fakhrana,

22 December 2020

“Meh, oke mark as read, unsubscribe, move to trash, mark as spam, astaga masih aja ngirim promosi, unsubscribe, next, spam, spam, move to trash.” Sebagai pengguna email, mungkin itu yang ada di pikiran Anda setiap buka inbox belakangan ini. Dengan semakin banyaknya informasi yang membanjiri kehidupan kita sehari-hari ya wajar saja kalau banyak email marketing yang bahkan enggak kita buka sama sekali. 

Tetapi di tengah-tengah lautan email itu pasti ada beberapa “mutiara“ yang menarik perhatian sehingga Anda buka, baca, bahkan follow-up tawarannya. Nah, mengapa Anda sampai engaged dengan email tersebut? Tentu ada banyak alasannya, tetapi salah satu jawaban yang hampir pasti jadi faktor penting adalah copy. Mau tahu bagaimana hal ini bisa membantu bisnis Anda? Kami punya beberapa tips untuk copywriting yang bisa bikin email marketing Anda jadi salah satu yang bersinar di tengah kompetisi saat ini. Simak yuk!

Kenapa email marketing masih relevan?

Sebelum sampai ke sana, kita coba address dulu concern yang mungkin ada dalam pikiran Anda soal surat-menyurat elektronik saat ini. Kalau Anda merasakan apa yang kami gambarkan di awal tadi, pasti ada sedikit kekhawatiran audiens Anda pun merasakan hal yang sama dan mengabaikan EDM yang Anda kirim. Apalagi saat ini hampir semua orang sudah menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dan marketers pun bergerak ke arah sana. 

Namun pada kenyataannya 73% millenials saja yang notabene “generasi medsos” lebih memilih dihubungi oleh brand lewat email. Dan jangan salah, marketers yang menggunakan email marketing campaign tersegmentasi bisa mencatat peningkatan pemasukan hingga 760%. Masih banyak statistik lain di Hubspot yang bisa menunjukkan kalau metode ini tetap jadi prospek menjanjikan. Tetapi, yang paling penting menurut kami--satu hal yang tak terhitung nilainya--adalah EDM bisa membangun hubungan personal dengan konsumen. 

Kami sudah bahas cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat email marketing Anda jadi lebih personal. Feel free untuk buka di tab baru sementara lanjut membaca artikel ini ya!

Kenapa copywriting jadi faktor penting?

Oke, masuk ke tips terkait copywriting, kenapa hal ini bisa jadi penentu kesuksesan email marketing Anda? Jawabannya adalah karena nature dari inbox email kita sendiri. Enggak kayak posting-an media sosial yang bisa kita “bumbui” dengan visual storytelling, kotak masuk kita hanya terdiri dari deretan subject dan summary dari email yang kita terima (more on this later). Karena itu, tanpa copy yang ciamik, konten yang sudah susah payah Anda buat kemungkinan besar akan kalah sebelum berperang dan berujung di kuburan trash folder. 

Selain itu, di dalam email itu sendiri pun copywriting masih berperan penting. Oke, Anda sudah berhasil menarik perhatian audiens untuk membuka dan membaca email. Lalu setelah itu? Membuka dan membaca saja enggak berarti kalau penerima enggak follow-up dan terkonversi. Pada akhirnya, pentingnya copywriting di email marketing sama seperti pentingnya copywriting secara umum. Copy yang baik akan menghasilkan profit dan ROI dengan meyakinkan audiens bahwa produk yang Anda tawarkan adalah solusi dari kebutuhan mereka. 

Tetapi bagaimana caranya untuk memastikan copywriting Anda bisa efektif? Kami dan Anda pun pasti menyadari kalau enggak semua orang punya bakat alami dalam menyusun kata, tetapi enggak masalah karena ini skill yang bisa dipelajari. Karena itu, kami membagikan tips mengenai copywriting berikut untuk membantu Anda. 

Bagaimana cara membuat copy yang menarik dalam email marketing?

Pada dasarnya, copywriting untuk email marketing sama saja dengan copywriting di mana pun. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian dan mengonversi perhatian itu menjadi action yang merupakan goal dari bisnis Anda, baik itu penjualan, awareness, atau apa pun. Hanya saja, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan agar lebih tepat berada dalam konteks ini.

Untuk itu, kita harus berpikir sebagai konsumen dan marketer di saat yang bersamaan. Kembali ke ilustrasi di awal tadi, posisikan diri sebagai audiensdan pikirkan email seperti apa yang enggak akan bikin Anda berkata “meh.” Email seperti apa sih yang ingin Anda terima? Tetapi di saat yang sama, jangan lupakan goal Anda sebagai marketer. Jadi menemukan balance di sini adalah kunci. Nah, untuk mempercepat proses ini, ada beberapa insights yang bisa kami bagikan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun menghasilkan EDM untuk klien kami:

  • Clarity selalu jadi nomor satu

Common mistake copywriter saat membuat subjek email adalah mementingkan estetika. Copywriting is an art and every artist always wants to show their expressions by challenging their limits. And most of the time, it’s great. Misalnya, copywriting dalam iklan atau media sosial hampir pasti disandingkan dengan media lain untuk menyampaikan pesan, baik itu gambar, foto, video, audio, apa pun, sehingga copywriter bisa lebih bebas berekspresi. Tetapi dalam menulis subjek email, Anda jadi single fighter. Selalu pentingkan clarity, baru pikirkan wittiness berikutnya. 

  • Sampaikan pesan sesingkat mungkin

Walau subject line jadi ujung tombak dalam email marketing, jangan lupa kalau copywriting itu termasuk konten yang ada di dalamnya juga. Nah, yang perlu dicatat, email bukan platform seperti media sosial atau blog di mana audiens bisa berlama-lama membaca. Apalagi saat ini 91% pengguna mengakses internet dari mobile devices. Jadi sampaikan pesan sesingkat mungkin: simpan inti dari pesan Anda di paragraf teratas, pilih kata yang efektif, tulis paragraf pendek, dan seterusnya.

  • Jadi teman

Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, hal yang nggak ternilai dari email marketing adalah hubungan personal dengan konsumen. Dan ini bukan sekadar menyapa dengan nama, memberikan konten yang personalized, tapi juga menggunakan bahasa yang relatable. Posisikan diri sebagai teman dari penerima email Anda. Dengan begitu, selain soal bahasa, Anda juga bisa membuat konten lebih mengena. Salah satu kunci copywriting yang baik adalah berfokus pada benefits, bukan fitur. Dan itu hal yang dilakukan saat kita ngobrol dengan teman, kan? 

  • Yang dilupakan di poin pertama

Terakhir adalah hal yang kita lupakan di poin pertama tadi. Walau kami bilang selalu utamakan clarity daripada wittiness, bukan berarti Anda enggak boleh menulis copy yang catchy. Malah, sebisa mungkin buat tulisan yang nge-hook audiens setelah poin pertama tadi terpenuhi, toh bagaimanapun yang Anda lakukan tetap copywriting, bukan sekadar menulis. Protip dari kami? Tulis dulu pesan sejelas mungkin, lalu tweak dari sana untuk membuatnya lebih menarik. 

Apa saja yang harus diperhatikan?

Nah, setelah ada gambaran copy seperti apa yang cocok untuk digunakan dalam email marketing, sekarang kita coba lihat lebih jauh ke platform email itu sendiri to make the best out of it. Hal apa saja berkaitan dengan copywriting yang harus kita perhatikan saat membuat EDM? Berikut best practices-nya: 

  • Subject Line

Lagi-lagi subject line. Seperti yang sudah kita sebutkan sebelumnya, bagian ini penting banget. Untuk membuat copy yang efektif, usahakan subjek terdiri dari enam hingga 10 kata; gunakan kata-kata persuasif seperti ajakan, dan jangan lupakan sentuhan personal seperti menyebutkan nama penerima.

  • Preview Texts

Hal kedua yang akan Anda lihat saat menerima email selain nama pengirim adalah preview texts, kata-kata yang biasanya berada di bawah subject line saat Anda sedang melihat inbox. Dengan menggambarkan apa isi email-nya, preview ini berperan sebagai reinforcement setelah audiens tertarik baca subject line Anda. Biasanya teks ini diambil dari baris pertama email Anda, tetapi bisa juga disesuaikan. Email preview biasanya terdiri dari 35-90 karakter, tergantung device dan aplikasi. Jadi buatlah kata-kata di awal konten email Anda semenarik mungkin.  

  • Sopan santun

Walau kita sudah jadi warga internet yang enggak kenal batasan wilayah, konsep sopan santun itu masih penting lho. Pahami budaya internet supaya email Anda enggak berkesan offensive dan langsung dihapus. Misalnya, subject yang ditulis dengan huruf kapital itu big no-no. Huruf kapital memang lebih menarik perhatian dan kami paham jika Anda pikir subjek email Anda sebaiknya ditulis demikian. Tetapi di internet, huruf kapital itu sama dengan berteriak atau membentak. 

  • Call-to-action

Ah, CTA, sahabat kita semua para marketers. Anda pasti sudah paham pentingnya dan bagaimana membuat call-to-action yang baik. Tetapi kalau belum, kami juga sudah pernah bahas dan Anda bisa buka di tab baru sekarang. Dalam email, CTA biasanya berupa tombol seperti yang biasa Anda temui di website. Walau perannya krusial dalam memperoleh conversion dan click through rates, Anda dianjurkan memasang satu saja CTA untuk menghindari kebingungan di sisi audiens

Soal penempatannya, ada yang bilang lebih baik di atas, tetapi ada juga yang berpendapat lebih makes sense di bawah. Menurut kami, dua-duanya benar selama flow informasi yang disajikan berasa natural. Misalnya, kalau pesan Anda dirasa bisa langsung dimengerti oleh pembaca, CTA di atas lebih baik; sementara kalau penawaran Anda perlu penjelasan lebih dulu, maka CTA lebih baik di bawah. 

Seperti Apa Contoh Email Copywriting yang Baik?

Oke, penjelasan udah cukup panjang, tetapi seperti apa sih nyatanya contoh email copywriting yang baik? Pendapat kita mungkin berbeda, tetapi menurut kami email dari Marvel ini salah satu contoh yang baik. Berikut adalah tampilannya:

“Grab your seat Marvel webinar starting in 30 minutes!”

 

Seperti yang kami jelaskan tadi, copy pada subject line harus jelas dan catchy. Subjek yang ditulis oleh Marvel di sini sudah pas banget dengan fungsinya sebagai reminder. To the point dengan sembilan kata, langsung bilang kalau webinar akan dimulai, dan sense of urgency pun dibuat dengan menyebutkan 30 menit. Soal wittiness, frasa “grab a seat” itu selain cocok dengan acara webinar (yang disimak sambil duduk walaupun sedang WFH, tentunya), tetapi juga punya kesan attention-grabbing yang kuat, hampir sama dengan seruan “siap gerak!” Ditambah lagi, “seat” dan “minutes” juga rhyming sehingga enak banget terdengar. 

Di samping itu, kita bisa lihat preview text yang di-customize khusus di sebelah kanan subjek. Kami bisa tahu teks tersebut customized karena berbeda dengan yang ada di baris pertama email. Kami anggap bagus karena teks sesingkat itu bisa berisi dua point of interest bagi audiens: webinar akan mempertunjukkan UI dan fungsi baru, dan hal tersebut “will help you design at scale.” Efektif. 

Masuk ke dalam email, kita langsung disambut dengan visual cantik yang menunjukkan pembahasan di webinar tersebut, didukung oleh copy yang clear dan langsung bisa dimengerti. Di bawahnya langsung tertera waktu dan tanggal serta CTA, sederhana saja, tanpa scroll pembaca bisa langsung paham dan bahkan follow up.

Tetapi jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang acara ini, masih ada informasi tambahan yang lagi-lagi dikemas efektif:

Cuma sekilas melihat saja Anda bisa langsung mendapatkan gambaran tentang acara itu. Bukan hanya menggunakan paragraf singkat dan kalimat yang efektif, Marvel juga mempermudah penyampaian informasi dengan bullet points, satu hal yang bisa Anda ikuti. Bahasa yang digunakan juga friendly tapi tetap appropriate. Tanpa gaya bahasa itu, baris terakhir mungkin akan terasa seperti paksaan untuk mendaftar. Tetapi karena menjadi “teman,” Marvel terasa jadi genuinely ingin bantu kita yang enggak sempat ikuti webinar.

To wrap up, copywriting itu jadi faktor penentu dalam email marketing campaign Anda. Untuk membuat copy yang baik, Anda mesti mengutamakan clarity, menyampaikan pesan sesingkat mungkin, berusaha jadi teman audiens dan merangkai kata-kata yang catchy. Jangan lupa juga perhatikan subject lines, preview texts, manner, dan CTA. That’s it! 

Fiuh! Sebenarnya penjelasan yang sudah lumayan panjang ini masih jauh dari cukup, tetapi semoga bisa membantu Anda untuk membuat email marketing yang lebih menarik. Namun jika Anda merasa membutuhkan bantuan yang lebih nyata, kami juga siap bekerja sama dan memberikan keahlian kami untuk scale up bisnis Anda. Hubungi kami saja sekarang dan kita bisa berbincang tentang apa yang Anda butuhkan. Sampai jumpa!

Related Articles

Content Marketing

Content Marketing Funnel: Konten yang Tepat untuk Setiap Tahapannya

Marketing funnel dalam dunia pemasaran merupakan sebuah perjalanan pelanggan dari tahap aware terhadap brand hingga memutuskan untuk membeli produknya. Setiap tahapan pada marketing funnel membutuhkan cara promosi yang berbeda-beda, content marketing seperti apa yang cocok untuk setiap tahapannya?

Content Marketing

Content Strategy untuk Meningkatkan Performa Instagram

Di artikel kali ini, kami akan berbagi beragam hal yang insightful terkait content strategy di Instagram demi mendorong peningkatan performa pada akun brand Anda.

Content Marketing

Ingin Email Blast Berjalan Secara Efektif? Simak Caranya!

Istilah “email blast” mungkin sudah enggak asing di telinga Anda. Nah, kali ini kita akan memahami banyak hal terkait email blast agar Anda dapat menjalaninya secara efektif. Are you ready?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing