Powerful and Effective: 5 Cara Jitu Membuat Ad Copy yang Menjual

By Amalia Nur Andini,

25 September 2020

Beriklan di internet itu mahal, nggak sih? Jawabannya tentu bakal relatif dan sangat subjektif. Namun, jika bicara soal jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk beriklan di dunia digital, sepertinya kita bisa sama-sama sepakat bahwasanya hal tersebut tidak sedikit.  Makanya, wajar jika ada perasaan kecewa bahkan merugi ketika ad campaign Anda di Facebook, Instagram, atau Youtube enggak menghasilkan traffic atau leads yang signifikan. Kira-kira apa ya yang perlu dibenahi dari konten iklan buatan Anda? Mungkinkah teknik copywriting ad copy-nya?

Setidaknya hingga Q2 di tahun 2020 ini, laporan dari eMarketer mencatat bahwa digital ad spending global hanya mengalami kenaikan 2,4% akibat situasi pandemi, angka persenan terendah yang pernah tercatat selama ini. Tetapi sekalipun begitu, total rata-rata digital ad spending global tahun ini tetap melebihi total pada tahun sebelumnya, yakni USD 332,84 miliar (tahun 2019: USD 325,02 miliar). 

Nah, jumlah biaya periklanan yang tidak sedikit ini, sayangnya harus dibarengi dengan semakin ketatnya persaingan di digital advertising. Untuk berhasil, iklan Anda harus bisa stand out di tengah lautan informasi ini sebagai the top 9%. Bagaimana caranya? Well, Anda bisa mulai dengan memoles teknik copywriting Anda. Menurut copywriter dan founder dari The Copy Posse Academy, Alex Cattoni, ada lima cara membuat copywriting yang menjual yang dapat diterapkan untuk ad Anda. Kita bahas satu per satu dulu ya, lalu setelahnya kami sudah rangkumkan juga studi kasusnya khusus buat Anda. So, keep your eyes stay on this!

  • Curiosity

“Great ads intrigue their customers and pique their curiosity.”

Supaya iklan Anda thumb-stopping, buatlah ad copy yang menarik perhatian dan bikin penasaran hingga membuat audiens ingin menyimaknya sampai selesai. Contohnya, bisa dari pemilihan kata dan tone. Hindari memasukkan terlalu banyak informasi karena hal ini justru akan membuat audiens Anda hilang fokus. Lalu, yang terpenting, buatlah “gap” atau celah bagi audiens untuk berimajinasi, dan “anomali” atau hal tidak biasa yang bisa menjadi surprise point produk Anda. Cara mudah untuk membuat gap dan anomali yaitu dengan memasukkan unsur storytelling pada ad Anda.

  • Clarity

“Confusion is the biggest conversion killer of them all.”

Bagus jika iklan Anda bisa membuat orang penasaran. Tetapi, Anda mesti hati-hati juga dalam pemilihan katanya supaya audiens tidak kebingungan. Pastikan ad copy Anda jelas: ditujukan untuk siapa dan value apa saja yang akan didapatkan jika target market Anda mengklik subscribe atau read more dari linkad tersebut. Iklan yang tidak jelas dan membingungkan bisa merugikan Anda karena membuat bounce rate (jumlah visitor yang pergi dari website) Anda semakin tinggi. Pastinya Anda enggak mau kan visitor kapok berkunjung ke website Anda?

  • CTA

“Your ad needs to tell your prospect what to do with one clear and concise call-to-action.”

Pentingnya CTA dalam digital marketing juga berlaku pada ad copy. Buatlah CTA yang jelas dan concise supaya audiens Anda tahu apa yang harus dilakukan setelah melihat ad Anda. Hindari memasukkan multiple CTA secara bersamaan, misalnya “click, comment, dan share”. Sebaliknya, memasukkan satu jenis CTA saja sebenarnya sudah cukup. Selain itu, Anda juga bisa menyediakan CTA button atau memasukkan link pada copy.

  • Congruence

“Good ads should make your prospects like you. Then all you have to do is be the company that your prospects like.”

Artinya ad copy yang Anda buat dan value yang perusahaan Anda tawarkan harus harmonis a.k.a congruence untuk membangun kepercayaan dari potential customer Anda. Maka dari itu, pastikan ad, produk, dan customer care Anda mengomunikasikan brand message yang sama agar audiens tidak merasa tertipu saat mengeklik link dari ad Anda.

  • Compliance

“Stay cool, stay compliant, and you will be in it to win.”

Riset juga penting sebelum Anda membuat ad campaign atau ad copywriting di platform media sosial tertentu. Copywriting bisa dibilang seni, namun Anda tetap harus mengikuti aturan main yang berlaku untuk menghindari reported case atau account suspension. Gunakanlah bahasa yang sopan dan baik supaya ad Anda dapat diterima banyak orang.

Nah, kelima cara di atas cukup umum diterapkan oleh berbagai brand di luar sana dalam membuat ad copy yang efektif demi meningkatkan sales mereka. Contohnya, dalam ad campaign salah satu smoothie brand terbesar di Eropa, innocent.

Pada tahun 2015, Innocent melakukan ad campaign di Facebook untuk produk terbaru mereka “innocent coconut water”. Saat itu, penetration rate untuk produk air kelapa di Inggris masih rendah, hanya sekitar 4%, dan sebagian besar didominasi oleh competitor mereka Vita Coco. Tujuan utama ad campaign mereka adalah meningkatkan product awareness yang juga akan mempengaruhi jumlah sales. Dikutip dari hasil studi kasus Digital Training agency, innocent melakukan dua sesi campaign di Facebook dengan still image dan video pada Juni 2015. Targetnya adalah pengguna Facebook, pria dan wanita berusia 25-44 tahun yang tinggal di Inggris. Berikut salah satu konten iklan innocent di Facebook:

Facebook ad campaign innocent coconut water

Ad copy-nya sederhana namun menarik, dan rasa penasaran pembaca langsung dituju dengan permainan kata yang berhubungan dengan kelapa, seperti: Coconut shy? Don’t be. Anda tahu kan permainan coconut shy yang biasa ditemukan di “pasar malam” ala orang barat? Untuk mendapatkan hadiah, Anda harus menjatuhkan buah kelapa yang diletakkan pada sebuah penyangga dengan lemparan bola. Nah, main coconut shy belum tentu Anda menang, so ada ketidakpastian di sini, tetapi berbeda dengan innocent coconut water yang sudah pasti terbuat dari kelapa murni, rendah kalori dan sebagainya. Jadi, sekalipun singkat, permainan kata tersebut dapat membuat pembaca penasaran dan berimajinasi, inilah “curiosity”.

Selanjutnya, Anda juga dapat menemukan “clarity” dari ad copy di atas melalui pemaparan keunggulan dari produk tersebut sehingga konsumen bakal tahu, “value” atau hal baik apa yang bakal mereka dapatkan saat mengonsumsi innocent coconut water. Produk yang diiklankan tidak membuat audiens bingung karena semua kandungan dalam minumannya sudah disebutkan: No concentrates. No sweeteners. Nothing added whatsoever. Just 100% pure coconut water. Dan yang terpenting, at the end of the ad copy, terdapat satu CTA yang jelas dan membuat audiens ingin segera membelinya: In stores everywhere now. 

Kemudian, dilihat secara keseluruhan, innocent juga menerapkan “congruence”, karena pesan yang disampaikan lewat ad copy-nya begitu charming, sesuai dengan persona brand innocent yang terlihat juga di website dan product packaging-nya. And last but no least, dalam ad copy-nya juga telihat “compliance”. Penulisan copy-nya aman dan bisa diterima oleh banyak orang. Buktinya, konten iklan mereka sukses mendapatkan belasan ribu engagement.

Selain engagement, penelitian oleh Nielsen Brand Effect juga menunjukkan peningkatan 24 poin ad recall lift (jumlah audiens yang mengingat ad tersebut dalam 2 hari terakhir). Nilai ini termasuk yang paling tinggi di antara CPG atau produk kemasan konsumen lainnya di Inggris. Selain itu, ad ini juga meningkatkan sales intent (keinginan membeli) di kalangan audiens yang membuat produk innocent coconut water unggul dibandingkan 40% produk sejenis lainnya.

Facebook ad campaign innocent coconut water video

Melihat successful ad copywriting yang dilakukan innocent, apakah Anda tertarik untuk mencobanya juga? Dengan 5C tadi, setidaknya Anda jadi tahu apa yang harus dilakukan dan dihindari dalam penulisan copy untuk iklan di media sosial. 

Oh iya, selain di media sosial, Anda juga bisa lho beriklan di search engine dengan memanfaatkan SEM atau search engine marketing. Tujuan dari penggunaan SEM ini sebenarnya sama dengan penggunaan SEO atau search engine optimization, yakni membuat website Anda muncul di halaman pertama mesin pencari. Bedanya, SEM itu berbayar, sedangkan SEO tidak alias gratis.  Nah, kembali lagi ke prinsip 5C yang sudah kita bahas tadi, kami pun coba berbagi pengalaman kami membuat ad copy untuk beriklan di dunia digital menggunakan metode SEM dengan tujuan utama meningkatkan website traffic.

Contoh ad copy saat beriklan di search engine “Google”

Kami ingin audiens dapat memahami identitas dan service dari Contendr saat mereka menemukan iklan kami di mesin pencari setelah memasukkan keyword yang relatable dengan Contendr dan kemungkinan besar kebutuhan mereka saat itu.

“Clarity” pun langsung kami tonjolkan pada penulisan ad copy di atas. Siapa kami? Pertanyaan ini bisa langsung terjawab saat audiens membaca bagian judul. Lalu, setelah membaca rangkaian frasa yang menjadi pembuka pada bagian description, mereka akan semakin paham atas layanan yang bisa mereka dapatkan dari Contendr. 

Audiens tidak perlu mengalami kebingungan dan bisa langsung mengidentifikasi profil singkat Contendr, dan mungkin kami bisa menjadi jawaban atas kebutuhan mereka berkaitan dengan pembuatan atau pengelolaan content marketing. Tak lupa, selain untuk memperkuat identitas Contendr, frasa “your in-house storyteller” pada judul juga merupakan bentuk dari “congruence”. Yes, ini adalah message yang selalu ingin bagikan bahwa Contendr senang memanfaatkan sebuah cerita/storytelling untuk bersaing di digital marketing. Selanjutnya, ad copy kami akhiri dengan CTA yang mengajak audiens untuk meningkatkan penjualan brand mereka melalui konten-konten kreatif di media digital bersama kami. 

Kesimpulannya, ad copy kami menerapkan “clarity”, “congruence”, dan “CTA”. Hasilnya? Well, not bad at all. Penayangan ad copy kami selama 29 hari menghasilkan 21.952 impresi dan 2.003 klik. Dengan begitu, berarti click to rate (CTR) kami berada di angka 9,12%, which is good mengingat rata-rata CTR pada SEM campaign adalah 5%. Nah, seperti yang sudah kami bahas di awal kalau mahal atau murahnya beriklan di internet adalah satu hal yang subjektif, maka buat kami pengerjaan SEM-nya Contendr ini tidak mengeluarkan budget yang besar. Tetapi bisa Anda lihat, hasilnya cukup efektif berkat penggunaan ad copy yang tepat. 

Baiklah, apakah Anda makin siap memformulasikan copywriting terbaik untuk ad copy Anda? Just don’t forget that copywriting is both science and art. Artinya, meskipun Anda hafal dan mengikuti semua step by step-nya, Anda tetap butuh kreativitas untuk menghasilkan copy yang unik dan unforgettable.Di Contendr, kreativitas adalah salah satu core value kami sebagai storyteller untuk brand Anda. Kami siap menyampaikan cerita istimewa brand Anda lewat copy dan konten digital yang engaging, valuable, dan tentunya menaikkan sales Anda. Yuk, sapa kami di sini!

Related Articles

Content Marketing

Graphic Design Trend yang Eksis di 2020

Memasuki Q4 di tahun 2020, tren graphic design seperti apa sih yang digunakan sepanjang tahun ini oleh berbagai brand di luar sana? Dan tentunya, masih bisa Anda gunakan juga. Semoga terinspirasi!

Content Marketing

Content Marketing Produktif Berkat CTA Efektif, Begini Caranya!

Setiap konten digital marketing yang Anda buat pasti memiliki tujuan dan diharapkan bisa dikonversi menjadi sesuatu yang mendukung upaya pemasaran. Nah, bagaimana caranya membuat CTA yang efektif dalam content marketing agar tujuan-tujuan itu bisa tercapai?

Content Marketing

Content Writing vs Copywriting, Apa Sih Perbedaannya?

Meskipun sama-sama menulis, namun hasil penulisan dari content writing dan copywriting jelas berbeda. Dengan mengetahui perbedaannya, Anda jadi bisa menentukan skillset mana yang brand Anda butuhkan untuk menyukseskan digital marketing Anda. Simak pembahasan kami tentang content writing vs copywriting berikut, ya!

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing