Social Media Marketing: Siap Manfaatkan TikTok sebagai Platform Promosi Brand di 2021?

By Panji Muhammad Pradipta,

18 February 2021

Dalam sebuah ulasan di Social Media Today, TikTok diklaim sebagai platform media sosial dengan unduhan terbanyak di tahun 2020 secara global menurut grafik App Annie. Dalam Digital 2021 Global Overview Report milik We Are Social dan Hootsuite  pun dikatakan bahwa TikTok memiliki 689 juta pengguna aktif bulanan dengan total kenaikan pengguna baru adalah 56 juta per Desember 2020. Nah, di Indonesia sendiri, Statista menunjukkan data bahwa TikTok diunduh oleh 30,7 kali per Juni 2020. 

Sebagai business owner atau marketer, melihat angka-angka di atas tentu saja rasanya seperti melihat peluang besar untuk berjualan, bukankah begitu? Menyadari ekosistem TikTok yang semakin bertumbuh serta eksistensinya yang kian berkibar, enggak heran kalau Anda mulai tertarik dan berpikir untuk memanfaatkan TikTok dalam menjalankan social media marketing di tahun 2021 ini. Jika betul Anda memiliki niat yang demikian, yuk kita simak bareng-bareng berbagai fakta menarik terkait TikTok marketing agar Anda makin siap untuk menggunakan TikTok sebagai sarana kegiatan promosi brand Anda di dunia digital.

TikTok, platformnya anak muda

Pada tahun 2019 lalu, data dari Globalwebindex menyatakan bahwa secara global, 41% pengguna akun TikTok adalah mereka yang berada di kisaran usia 16-24 tahun. Kemudian di tahun yang sama, App Ape juga sempat membuat grafik terkait demografi pengguna TikTok di India, Indonesia, dan Korea Selatan.

Berdasarkan grafik di atas, Anda pun bisa melihat bahwa pengguna TikTok di Indonesia didominasi oleh perempuan di bawah usia 30 tahun. Namun dalam sebuah ulasan yang lebih baru (2021), Influencer MarketingHub sempat menyatakan bahwa TikTok memang aplikasinya para remaja di berbagai belahan dunia. Tetapi seiring berjalannya waktu, rupanya ada pergeseran usia pada pengguna TikTok, terutama di Cina, Indonesia, Malaysia, Saudi Arabia, dan UAE: jumlah pengguna berusia 25-34 tahun kini melebihi jumlah pengguna yang berusia 16-24 tahun.

Dengan mengetahui data-data di atas, seharusnya TikTok bisa menjadi media digital yang ampuh jika brand Anda mempunyai target audience anak muda. Selain itu, fakta di atas juga dapat menjadi dasar pertimbangan Anda untuk membuat konten-konten yang ringan, fun, juga relatable dengan anak muda saat hendak menjalankan TikTok for business.

TikTok, “rumahnya” konten video

Sekalipun sempat ada kabar beredar bahwa TikTok mengadakan uji coba video berdurasi 3 menit, namun TikTok masih dikenal sebagai media sosial yang berisikan konten video pendek dalam format vertikal berdurasi 15 hingga 60 detik. Anda bisa sih melakukan video content creation di luar TikTok, lalu mengunggahnya kemudian. Tetapi justru yang lebih menarik adalah Anda bisa langsung membuat dan mengedit video langsung di aplikasi tersebut. 

Yang bikin konten videonya berbeda dengan konten-konten video di media sosial lainnya adalah di TikTok Anda bisa menggunakan fitur efek dan juga background music yang enggak dimiliki oleh platform lain. Jadi ya enggak heran juga kalau ada banyak video orang-orang yang lagi dancing to their music.

Nah, dari sisi brand, mungkin Anda bakal happy karena platform TikTok memilih konten video untuk mengisi timeline aplikasinya. Tahukah Anda kalau Social Media Week pernah merangkum video marketing statistics for 2020 dari berbagai sumber tepercaya, dan beberapa fakta menariknya adalah 6 dari 10 orang memilih untuk menonton online video ketimbang televisi dan 95% penonton lebih cepat menangkap pesan dari konten video yang mereka tonton. Lalu sebagai platform yang hanya menyajikan video-video berdurasi maksimal 60 detik, content marketing Anda dalam bentuk video TikTok pun berpeluang besar menarik minat audiens. Soalnya 60% penikmat konten video akan berhenti menonton jika video berlangsung lebih dari dua menit. Juga tak lupa, TikTok yang merupakan mobile app jelas punya peluang untuk menjadi bagian dari 92% pengguna ponsel yang punya kebiasaan membagikan online video. So yes, sebagai salah satu platform berkumpulnya video-video online, TikTok sekali lagi menunjukkan peluang besar bagi brand Anda yang ingin melakukan promosi melalui aplikasinya. 

TikTok menawarkan content engagement yang tinggi

Apakah Anda sempat mengalami demam TikTok? Atau minimal Anda bisa melihat konten TikTok bertebaran di platform media sosial lain. Pada dasarnya TikTok bukan hanya menjadi aplikasi yang mudah digunakan, tetapi juga fun dan adiktif! Menurut data BusinessofApp (2019), pengguna TikTok rata-rata menghabiskan 52 menit per hari pada aplikasi tersebut, artinya dalam sehari mereka bisa menonton lebih dari 200 video, dan platform ini juga memiliki level engagement yang lebih baik dibanding platform lain. Anda bisa cek gambar di bawah ini.

Data statistik engagement di TikTok

Dari fakta yang satu ini, Anda pun bisa memahami adanya peluang engagement yang baik terhadap konten-konten di TikTok. Untuk itu, dalam proses content creation untuk TikTok marketing, Anda harus memikirkan topik, tren, dan pengemasan video unik khas TikTok macam apa yang bisa menarik perhatian audiens sehingga nantinya konten tersebut diminati hingga mampu memperoleh engagement yang tinggi. 

Dengan begitu, konten video Anda dapat menghasilkan algoritma yang tinggi pula dan akan ditampilkan ke lebih banyak orang, yang artinya semakin banyak orang yang aware akan brand Anda. Oh iya, Anda juga perlu menyiapkan hashtag (tagar) yang relevan dengan tema yang disajikan dalam video Anda supaya nantinya konten tersebut lebih gampang ditemukan oleh orang-orang yang mencari konten dengan tema serupa. 

Oke, setelah mengetahui sebagian fakta menarik tentang TikTok di atas, sekarang kita perhatikan yuk eksekusi beberapa brand di luar sana yang sudah mempraktikkan TikTok for business. 

Kita mulai dari Guess. Dalam rangka mempromosikan koleksi pakaian terbaru “Fall’18 Denim Fit” yang dapat menampilkan sisi percaya diri, sexy, sekaligus petualang kepada konsumen milenial dan Gen Z mereka di US, Guess mengajak pengguna TikTok untuk mengikuti #InMyDenim Hashtag Challenge

Melalui challenge tersebut, konsumen diminta untuk mengubah tampilan mereka menggunakan denim Guess dalam konsep “Transform you outfit from a mess to best-dressed! All you need is denim!” sambil diiringi lagu I’m a Mess milik Bebe Rexha.

Selama enam hari campaign ini berlangsung, #InMyDenim challenge sukses mendapatkan lebih dari 5.550 user-generated video, 10,5 juta views, 14,3% engagement rate, dan lebih dari 12.000 penambahan follower pada akun Guess di TikTok.

Selanjutnya, ada Garnier Fructis. Kali ini, Garnier ingin mempromosikan produk perawatan rambut vegan dan ramah lingkungan mereka kepada konsumen milenial dan Gen Z di TikTok melalui #FructisHairFoodChallenge, di mana konsumen diminta menunjukkan before and after transformation setelah menggunakan Hair Food. Uniknya, untuk menjalankan campaign tersebut, Garnier memanfaatkan efek 2 dimensi yang menampilkan botol sampo Hair Food dalam keadaan terbalik di layar.  

Dari campaign #FructisHairFoodChallenge, Garnier mendapatkan lebih dari 250 juta views di bulan pertama kampanye dengan lebih dari 109.000 video yang dibuat oleh 48.000 pengguna TikTok. Nielsen pun mencatat efektivitas dari kampanye ini adalah peningkatan brand awareness sebanyak 18% dan peningkatan advertising recall sebanyak 27,5%.

Bagaimana, apakah Anda makin semangat untuk memulai social media marketing menggunakan aplikasi TikTok? Bukan hanya Anda, kami pun juga semangat membantu Anda dalam memproduksi konten dan mengelola akun media sosial bagi brand Anda. Sapa kami segera ya, dan mari kita berkolaborasi demi menaklukan pasar digital melalui ragam content marketing yang kreatif dan menarik!

Related Articles

Content Marketing

4 Ide Pemasaran Brand Selama Bulan Ramadan 2021

Sebagai negara yang didominasi oleh penduduk muslim maka tak heran kalau Ramadan menjadi salah satu tema besar bagi para marketer dalam melaksanakan pemasaran brand di Indonesia. Nah, pada Ramadan tahun ini, ide pemasaran seperti apa yang bisa Anda coba? Berikut empat di antaranya.

Content Marketing

Promosi Brand di Clubhouse, Pentingkah?

Apakah Clubhouse dapat menjadi peluang baru bagi brand untuk melakukan pemasaran? Atau mungkin terdapat fakta lain yang menunjukkan Clubhouse tidak terlalu penting untuk dijadikan platform promosi terutama di Indonesia. Yuk, kita bahas lebih detail!

Content Marketing

EDM atau Newsletter Makin Menjual dengan 4 Ide Berikut

Anda menjadikan newsletter atau EDM sebagai salah satu bentuk content marketing bagi brand Anda? Strategi apa yang bisa Anda gunakan untuk membuatnya makin menjual? Yuk simak empat ide berikut!

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing