Tingkatkan Strategi Konten dengan Memahami Instagram Insight

By Arista Prianka Putri,

23 December 2020

Apakah Anda sudah membaca artikel kami yang ini? Dalam artikel tersebut kami menyebutkan bahwa salah satu cara agar Anda bisa beriklan atau melakukan pemasaran di Instagram secara efektif adalah dengan melakukan A/B testing. Dalam menjalani promosi atau campaign di media sosial, kegiatan A/B testing ini begitu penting dilakukan dan sebaiknya menjadi bagian dari strategi pemasaran di media sosial, termasuk Instagram agar Anda bisa menilai performa dari content marketing Anda, misalnya konten mana yang engagement-nya tinggi atau konten mana yang efektif meningkatkan brand awareness. Untungnya, untuk merangkum data-data ini, Instagram memiliki analytic tool-nya sendiri lho, yakni Instagram Insight.

Anda pelaku Instagram for Business? Jika ya maka Anda tentu familier dengan fitur Instagram Insight. Fitur yang satu ini akan membuat pengguna akun bisnis Instagram dapat melihat analitik terkait profil dan posting-an mereka. Dari rangkuman data tersebut, Anda dapat mengidentifikasi, konten mana yang paling disukai dan engaging buat audiens Anda. Dengan begitu, entah Anda sedang melakukan A/B testing atau sedang merencanakan strategi pemasaran baru, Anda dapat menjadikan data dari Instagram Insight ini sebagai bekal untuk meningkatkan strategi pemasaran brand di Instagram ke selanjutnya. Bagaimana cara memanfaatkannya?

Oke, sebelum kita membahas berbagai hal yang bisa kita lakukan berkat data dari Instagram Insight, mari kita ingat kembali bermacam metrik yang bisa Anda nilai melalui fitur ini. Saat Anda membuka Instagram Insight maka Anda langsung dapat melihat dua bagian utama, yakni overview dan content you shared. Bagian overview terdiri dari account reach, account interaction, dan total followers, sedangkan bagian content you shared merangkum jenis konten apa saja yang sudah pernah Anda post, termasuk konten paid promote. Oh iya, semua data yang Anda lihat ini merupakan rangkuman performa akun Instagram brand Anda selama 7 hari atau 30 hari terakhir (kurun waktu bisa diatur) dan setiap metrik bisa Anda breakdown untuk mendapatkan data-data yang lebih spesifik.

Nah, berdasarkan data-data tersebut, kita pun dapat menggunakannya untuk membentuk strategi konten pemasaran di Instagram, seperti:

1. Membuat Konten Sesuai Demografi Audiens

Ketika brand Anda sudah memiliki 100 followers atau lebih maka Anda dapat melihat demografi audiens Anda. Pada Metrik total followers, Anda bukan hanya melihat jumlah user yang mengikuti akun Anda, tetapi juga mendapatkan rincian informasi dari followers Anda mengenai gender, kisaran usia, lokasi populer, dan waktu akses Instagram.

Melalui follower insight ini, Anda pun jadi paham, audiens Anda ini didominasi laki-laki atau perempuan, lalu berdasarkan rentang usia, apakah mereka ini remaja, pemuda, atau dewasa. Dari rentang usia ini, Anda juga dapat melakukan riset lebih lanjut, apakah mereka ini pelajar, ibu muda, first jobber, dan sebagainya. Selanjutnya, insight yang bisa Anda dapatkan adalah para audiens Anda ini rata-rata berlokasi di negara dan kota apa, serta pada hari apa dan di pukul berapa saja sih mereka paling sering mengakses Instagram.

Dengan mengetahui data-data ini, Anda jadi bisa menilai target audience Anda sudah tepat sasaran atau belum, lalu dengan demografi audiens yang Anda punya ini, topik-topik konten seperti apa sih yang bakalan relatable dan menarik buat mereka? Supaya lebih jelas, kami pun akan berbagi pengalaman kami dalam mengelola akun Instagram resmi ByeBye-FEVER Indonesia. Berdasarkan data dari Instagram Insight terkait demografi audiens, 70% followers ByeBye-FEVER adalah perempuan dengan kisaran usia 25-34 tahun dan setelah diriset lebih jauh, mereka ini rata-rata adalah seorang ibu yang memiliki anak usia bayi hingga anak sekolah dasar. Selain itu, kami juga mendapatkan data bahwa para follower dari akun ini paling banyak berlokasi di Jakarta, kemudian diikuti Bandung dan Surabaya.

Dengan memiliki data demografi tersebut, kami pun menyimpulkan bahwa  sebagai brand plester kompres untuk bayi dan anak, akun ByeBye-FEVER sudah diikuti oleh para Instagram user yang sesuai dengan target audience-nya. Kemudian, karena followers ByeBye-FEVER didominasi oleh pada ibu muda yang tinggal di kota-kota besar, kami pun membuat konten-konten bertema parenting, kesehatan keluarga, maupun isu terkini yang kerap terjadi di kota besar. Berikut beberapa contoh konten buatan kami: 

Konten-konten edukatif buat para ibu muda

 


Konten-konten relatable bagi para ibu yang tinggal di kota-kota besar

 

2. Membuat Konten yang Digemari Audiens

Lead of Social Media kami, Ditya Kusuma Dewi menjelaskan bahwa insight dari interaksi konten menjadi hal yang paling ia prioritaskan saat menilai performa dari sebuah akun Instagram for business. Melalui metrik ini, Anda dapat melihat konten mana saja sih yang paling banyak mendapatkan “likes” atau komentar, lalu konten mana saja yang paling banyak disebarkan atau disimpan.

Bagi Ditya, hal tersebut bukan sekadar angka, tetapi membantunya untuk memahami sekaligus membedakan tipe-tipe konten mana yang sekadar bagus, engaging, dan valuable bagi para audiens dari akun brand yang dikelolanya. Jika sebuah konten memiliki banyak “likes”, itu berarti banyak audiens yang menyukainya. Mungkin karena isi kontennya menghibur, informatif, atau inspiratif. Tetapi jika mereka sampai memberikan komentar maka kemungkinan besar isi konten Anda ini relatable, interaktif, atau mampu mengundang rasa penasaran mereka, dan ini dapat menjadi salah satu indikator bahwa konten Anda engaging. Kemudian, jika audiens sampai menyimpan dan dengan senang hati menyebarkan konten Anda, hal ini dapat menunjukkan bahwa konten tersebut memberikan value lebih sehingga mereka menganggap konten ini penting untuk disimpan dan dibagikan ke orang lain. 

Oh iya, selain menilai konten berdasarkan topik atau isinya, Anda juga bisa menilai konten berdasarkan jenisnya. Coba perhatikan, konten-konten yang menjadi top post di Instagram Insight, Anda hadirkan dalam bentuk apa? Apakah dalam bentuk post photo, video, carousel, dll. Lalu, Anda kemas dalam bentuk apa? Apakah dalam bentuk meme, infografik, gif, kuis, quotes, dan sebagainya. 

So, konten-konten seperti itulah yang bisa Anda kumpulkan untuk dikulik dan dikembangkan lagi hingga menjadi strategi pemasaran konten berikutnya. Untuk akun Instagram ByeBye-FEVER, kami pun menerapkan metode test, iterate, dan scale, di mana kami melakukan treatment tertentu pada topik, tampilan visual, dan copywriting untuk beberapa konten. Setelah melewati periode waktu tertentu, kami pun menilai konten mana yang perfomanya bagus berdasarkan data dari Instagram Insight untuk kami kelompokkan menjadi “konten yang engaging”, “konten paling banyak disimpan”, dan “konten shareable”. Hasilnya, beberapa contoh konten ByeBye-FEVER  yang paling digemari adalah sebagai berikut:

Salah satu bentuk konten dengan yang engaging

 

Audiens ByeBye-FEVER di Instagram senang dengan konten-konten yang interaktif seperti contoh di atas. Jika kami mengunggah jenis konten seperti ini, biasanya kami akan mendapatkan engagement yang baik. Di sisi lain, Influencer MaketingHub pun pernah membahas kalau interactive content termasuk salah satu tren dalam Instagram marketing di tahun 2020. Selanjutnya, untuk konten-konten yang banyak disimpan oleh audiens, biasanya tipe konten yang valuable atau riding the moment seperti ini:

Kemudian, contoh konten yang shareable atau sering disebarkan oleh para audiens ByeBye-FEVER di Instagram adalah konten-konten yang berhubungan dengan produk atau kegiatan dari ByeBye-FEVER seperti ini:

3. Membuat Jadwal Upload Konten yang Tepat 

Sekalipun Anda sudah membuat konten yang super ciamik, sayangnya audiens Anda bisa saja melewatkan konten tersebut. Mengapa? Soalnya Anda mengunggahnya di waktu yang salah sehingga banyak audiens yang tidak terpapar. Makanya penting bagi Anda untuk memahami waktu favorit para audiens Anda dalam mengakses Instagram. Apakah saat hari kerja di siang hari atau mungkin saat akhir pekan di malam hari. Anda bisa mempelajari grafiknya saat melakukan breakdown di bagian total followers pada Instagram Insight.

Selain itu, silakan Anda periksa juga bagian account reached untuk mengetahui top post berdasarkan jumlah reach yang berhasil diperoleh. Reach yang tinggi menandakan bahwa konten tersebut dilihat oleh banyak orang sehingga dapat meningkatkan brand awareness. Nah, Anda bisa mengingat dan mengecek kembali, konten-konten yang mengumpulkan banyak reach ini diunggah pada hari apa dan pukul berapa saja. 

Jika data-data di atas sudah terkumpul maka Anda dapat menyimpulkan waktu terbaik untuk mengunggah konten di akun Instagram brand Anda. Dari sini pun Anda dapat membuat jadwal rutin upload konten agar lebih teratur dan terukur. Kembali pada contoh ByeBye-FEVER, berdasarkan insight yang kami pelajari mengenai behaviour para follower-nya dan konten-konten yang mengoleksi banyak reach maka kami menetapkan untuk rutin mengunggah konten paling banyak tiga kali dalam seminggu pada hari kerja di antara pukul 16.00 sampai 18.00.

Demikianlah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaharui atau meningkatkan strategi konten Anda di Instagram dengan memanfaatkan fitur Instagram Insight. Oh iya, fitur ini juga masih bisa memberikan data yang lebih banyak lagi, seperti konten mana yang paling banyak melarikan audiens ke website perusahaan, konten mana yang sukses membuat follower akun bertambah, dan sebagainya. Silakan Anda eksplorasi lebih jauh lagi demi mendapatkan data-data yang Anda butuhkan untuk menyusun konten strategi yang lebih baik lagi. Selain Instagram Insight, Anda juga bisa menggunakan analytic tools lain secara bersamaan, seperti Locowise atau socialbakers untuk mendapatkan hasil analitik yang lebih akurat dan saling melengkapi.

Nah, kabar baiknya, Anda enggak harus melakukan semua hal di atas sendirian kok bahkan Anda bisa menyerahkannya kepada kami. Langsung saja sapa kami di WhatsApp, kami tentu siap membantu brand Anda dalam menyusun konten strategi, mengelola akun media sosial bahkan menyiapkan data-data penting untuk meningkatkan performa pemasaran brand Anda. Jangan ragu, kami tunggu!

Related Articles

Content Marketing

Pemasaran di Media Sosial dengan IGTV Ads, Apa yang Harus Dicatat?

Banyak cara memasarkan brand di media sosial. Salah satunya menggunakan IGTV ads. Apa itu IGTV ads dan apa saja keuntungannya?

Content Marketing

Copywriting yang Menarik dalam Email Marketing, Begini Caranya!

Dari sekian banyak EDM yang masuk ke dalam inbox Anda, pasti ada beberapa “mutiara“ yang menarik perhatian sehingga Anda buka, baca, bahkan follow-up tawarannya. Mengapa Anda sampai engaged dengan email tersebut? Salah satu jawaban yang hampir pasti jadi faktor penting adalah copy. Maka, kami punya tips untuk copywriting yang bisa bikin email marketing Anda berhasil. Simak yuk!

Content Marketing

Organic dan Paid Social Media, Perhatikan 3 Hal Berikut Jika Ingin Gunakan Keduanya!

Para marketers sebaiknya memasukkan organic dan paid social media dalam perencanaan pemasaran digital di media sosial, karena keduanya punya fungsi masing-masing yang kalau dieksekusi dengan baik, bisa saling mendukung satu sama lain. Apa saja manfaatnya dan apa yang harus diperhatikan saat menerapkan keduanya secara bersamaan? Bahas bareng yuk!

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing