3 Hal yang Perlu Anda Pahami Soal Brand Image

By Rinaldy Sofwan Fakhrana,

22 July 2021

brand image

Tahukah Anda kalau 81% konsumen menyatakan mereka harus percaya terlebih dahulu pada suatu brand sebelum memutuskan untuk membeli? Segitu besarnya lho dampak persepsi konsumen pada bisnis Anda. Untuk menjawab tantangan ini, penting bagi marketers buat memerhatikan yang namanya brand image

Don't judge a book by its cover. Ya, idealnya sih begitu, tetapi praktiknya enggak semudah itu. Sebelum melangkah lebih jauh untuk membeli produk Anda, konsumen pasti bakal menilai terlebih dahulu citra dari brand Anda. After all, sampul buku pun dibuat publisher agar produknya laris terjual kan? Maka dari itu, brand image harus jadi salah satu poin yang diprioritaskan bisnis.

Pada artikel kali ini, kita kenali dan pahami lebih jauh yuk mengenai brand image: pengertian dan fungsi brand image, strategi untuk meningkatkannya, dan apa perbedaan brand image dan brand identity.

Apa itu Brand Image?

By definition, yang dimaksud dengan brand image adalah “serangkaian fitur dan ide yang dihubungkan konsumen dalam pikirannya terhadap suatu produk atau brand tertentu.” Demikian dikutip dari Cambridge Dictionary. Sederhananya, kalau kita bicara soal brand image, kita merujuk pada persepsi konsumen atas suatu perusahaan atau barang dan jasa yang disediakannya. 

Seperti banyak hal dalam hidup ini, baik itu mengenai orang-orang atau pun hal-hal yang terjadi di sekitar kita, persepsi ini berkembang seiring jalannya waktu. Dalam konteks brand, persepsi bisa terbentuk oleh experience yang dialami konsumen saat menggunakan suatu produk atau saat berinteraksi dengan perusahaan yang menyediakannya. Di luar itu, brand image juga dipengaruhi keyakinan konsumen atas apa yang bisa diberikan oleh brand tertentu.

Misalnya, ketika bicara tentang Apple, konsumen mungkin akan mengasosiasikan brand ini dengan produk high-end yang mudah digunakan dan cocok untuk profesional di bidang kreatif. Persepsi ini bisa timbul karena beberapa hal yang ditawarkan jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Android dan Windows: build quality top dengan harga premium; bisa digunakan straight out of the box tanpa perlu banyak otak-atik; dan performa hardware tinggi yang bisa mengakomodasi kebutuhan software produksi multimedia.

Ini purely ilustrasi saja tanpa dukungan data soal persepsi konsumen terhadap brand Apple ya. But the point is, kita bisa lihat contoh betapa eratnya hubungan brand image dengan pengalaman user saat menggunakan dan berinteraksi dengan produk. Apple enggak perlu mengklaim kalau produknya ditujukan untuk konsumen high-end, mereka hanya membuat produk berkualitas tinggi dengan harga premium.

Brand Image vs Brand Identity

Nah, yang sering terjadi bahkan di kalangan profesional marketing adalah salah pengertian antara brand image dan brand identity. Kadang, pemahaman kita atas dua hal ini tertukar atau kita menganggap keduanya merupakan hal yang sama. Padahal, ada perbedaan signifikan yang wajib kita pahami lho. 

Kembali ke ilustrasi Apple di atas, kita bisa lihat kalau brand image bergantung sepenuhnya pada konsumen. Kita sebagai produsen atau penyedia jasa cuma punya sedikit pengaruh atas apa yang dipikirkan pengguna saat memakai produk atau berinteraksi dengan pegawai toko kita, misalnya. 

Di sisi lain, brand identity adalah sesuatu yang bisa kita bentuk sendiri lewat bagaimana produk kita digambarkan, citra perusahaan di muka publik, hal apa saja yang kita sampaikan pada konsumen, dan lain-lain. Sederhananya, brand identity adalah bagaimana suatu brand menghadirkan diri di hadapan konsumen. 

Efforts dan investasi marketing kita mostly berpengaruh besar pada brand identity, but not necessarily pada brand image. Tetapi jangan cemberut dulu, karena brand identity yang bagus bisa mendukung bagaimana brand kita dipersepsi oleh konsumen, yang artinya in the end berpengaruh juga pada brand image

Hehehe... jadi muter-muter ya? Biar lebih sederhana, contohnya begini deh: 

Dalam ilustrasi Apple di atas kita bisa lihat kalau brand image itu dipengaruhi oleh experience konsumen. Tetapi marketing efforts Apple dalam membentuk brand identity juga memperkuat persepsi positif yang sudah ada.

brand image adalah

Penampilan Apple Store bisa memperkuat brand identity dan mempengaruhi brand image

Misalnya, dengan membuat Apple Store tampak clean dan modern, perusahaan asal Cupertino menegaskan kalau produknya bersifat eksklusif dan high-end. Dengan website design minimalis dan copywriting yang concise, Apple menggambarkan kemudahan penggunaan yang ditawarkan produknya. Dan dengan kualitas produksi setiap iklannya, mereka membuat produk lebih appealing buat profesional di bidang kreatif. 

Strategi untuk Meningkatkan Brand Image

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat brand kita dipersepsi lebih positif dan sesuai brand positioning yang diharapkan? Well, dari pembahasan sejauh ini kita tahu kalau brand image itu ada di luar kendali kita. Tetapi kita bisa berusaha membentuknya dengan memberikan experience terbaik untuk konsumen dan membangun brand identity yang mendukung. 

Customers’ experience

Berada di luar kendali bukan berarti harus diabaikan. Ibaratnya, enggak peduli seberapa enaknya kacang yang kita jual, akan selalu ada orang yang alergi dengan kacang. Tetapi kalau kita jual kacang yang enggak enak in the first place, pada akhirnya ya enggak akan ada orang yang beli juga.

Sama juga dengan pengalaman pelanggan, sebagus apapun produk yang kita tawarkan, seberapa pun ramahnya customer service kita, akan tetap ada orang yang mengalami pengalaman buruk. Tetapi kita tetap harus memberikan yang terbaik agar kemungkinan konsumen kita mendapatkan pengalaman yang baik semakin tinggi. 

Kami enggak akan menggarami lautan deh bicara soal caranya memberikan pengalaman terbaik di industri yang  Anda tekuni. Kami yakin Anda lebih paham soal itu. Tetapi dari sisi marketing, ada beberapa hal yang bisa kami share nih untuk melengkapi experience yang Anda tawarkan. 

Pengalaman pelanggan ini enggak cuma seputar penggunaan produk, lho. Produk yang berkualitas tentu akan memberikan experience yang bagus, begitu pun sebaliknya. Tetapi di luar itu, ada sentuhan-sentuhan tambahan yang bisa Anda berikan, seperti kartu ucapan terima kasih yang disertakan dalam kemasan untuk membuat pengalaman unboxing jadi lebih berarti.

apa itu brand image

Email terima kasih bisa meningkatkan customer’s experience dan memengaruhi brand image

Kalau mau lebih personal lagi, Anda bisa kirim email marketing  yang tailored dengan interest, produk yang dimiliki, dan kebutuhan masing-masing pelanggan. Misalnya, bayangkan Anda baru membeli smartphone dan email pertama yang Anda buka saat mengaktifkan gadget itu berisi “Hai Hendra, terima kasih sudah membeli Samsung Galaxy S21. Ini tips untuk memanfaatkan smartphone baru Anda sebaik mungkin.” 

Dengan menyebutkan nama, Anda membuat interaksi terasa lebih personal. Ditambah dengan tips yang dibuat khusus untuk gadget yang baru Anda beli, wah pastinya email terasa memang ditujukan untuk Anda dan hanya untuk Anda seorang. Sebelumnya kami sudah kupas tuntas segala hal seputar email marketing nih, feel free untuk baca di tab baru ya!

Selain itu, cara lain untuk meningkatkan pengalaman pelanggan adalah dengan merespons interaksi yang ada di media sosial, baik itu keluhan, pertanyaan, maupun pujian. Alasannya, lihat saja penelitian Sprout yang menunjukkan bahwa hampir separuh (45%) konsumen menyatakan akan membagikan pengalaman positifnya saat berinteraksi dengan brand ketika mereka mendapatkan respons yang baik di media sosial.

Merespons komentar Instagram atau mention di Twitter memang bisa bikin brands khawatir karena jawabannya bisa dilihat oleh publik. Tetapi hal itu justru bisa meningkatkan kepercayaan, karena kita menunjukkan kalau kita terbuka. Kalau memang enggak mungkin, seperti karena alasan data sensitif, Anda bisa tetap reply dengan meminta customer untuk melanjutkan percakapan di private message

Bagaimana, siap untuk lebih aktif merespons konsumen di media sosial? Kalau masih bingung, kami bisa bantu Anda lho dengan layanan social care kami. Klik halaman services kami ya untuk pelajari lebih lanjut! 

Tentunya masih banyak cara lain untuk memberikan experience yang bisa bikin brand Anda dipersepsi lebih positif oleh konsumen. So, sudah ada ide sentuhan tambahan untuk produk Anda selanjutnya?

Brand identity

Lalu, seperti yang udah kita singgung sebelumnya, Anda bisa juga meningkatkan brand image dengan memperkuat brand identity. Dalam kehidupan sehari-hari, kita enggak bisa mengatur persepsi orang lain terhadap diri kita. Tetapi ada banyak yang bisa kita usahakan, seperti rajin merawat diri agar kelihatan lebih mapan atau posting hobi kita di media sosial untuk menunjukkan kita passionate terhadap hal tertentu. Begitu pula dengan identitas brand Anda. 

Nah, bicara tentang media sosial, penting banget buat brand Anda untuk memerhatikan online presence agar brand identity semakin kuat. Lebih dari 50% konsumen menyatakan mereka cari tahu tentang suatu produk di media sosial sebelum membeli lho. Karena itu, brand identity yang kuat di media sosial bisa berpengaruh besar pada brandimage Anda.

Tentunya perusahaan Anda memegang values tertentu dalam beroperasi kan? Pastikan nilai-nilai tersebut tersampaikan dalam komunikasi dengan audiens agar mereka tahu apa yang bisa diberikan oleh brand Anda pada khalayak. Selain isi pesan, tentunya cara penyampaiannya pun harus diperhatikan. 

Katakanlah Anda ingin memposisikan diri sebagai brand kelas premium. Kalau gaya bahasa yang digunakan terlalu slengean, apa pun yang Anda katakan dalam unggahan media sosial, kesan premiumnya jadi sulit tersampaikan kepada audiens. Begitu pula soal ‘kerapian’ konten Anda, kalau terlalu banyak typo dan kesalahan pengejaan, keburu ilfil deh konsumen. 

Coba review lagi poin-poin apa saja dalam corporate values Anda yang bisa di-highlights di media sosial untuk mendukung brand image perusahaan Anda. Kalau dirasa kurang up to date dengan harapan konsumen saat ini, tentunya selalu ada opsi buat rebranding. Usaha yang dibutuhkan tentunya lebih besar, karena Anda harus masak matang-matang, bagaimana caranya membangun identitas baru tanpa kehilangan apa yang membuat perusahaan Anda jadi perusahaan yang ada saat ini. But believe us, it’s worth it. 

Selain values dan communication, hal yang enggak kalah pentingnya dalam membangun brand image adalah image in a literal sense. Ya, visual style dan presentation itu berpengaruh besar lho pada bagaimana konsumen mempersepsi suatu brand

Kita sudah bahas sebelumnya tentang Apple yang pakai desain minimalis dan membuat iklan dengan kualitas produksi yang tinggi kan? Nah, selain itu, tentunya ada aspek-aspek visual lain yang harus diperhatikan dalam membangun identitas brand, mulai dari logo, warna yang digunakan, hingga bentuk huruf yang harus mencerminkan kepribadian!

So, investasi di bidang visual itu penting banget dalam membangun brand identity yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada brandimage Anda. Kalau penasaran, silakan baca artikel kami sebelumnya tentang visual storytelling ya buat mempelajari lebih lanjut bagaimana kekuatan visual dalam menyampaikan suatu pesan. 

Kesimpulan

So, to wrap up, brand image adalah persepsi konsumen terhadap suatu produk atau brand tertentu. Sementara itu, brand identity merupakan citra yang berusaha ditampilkan suatu brand kepada konsumen. Keduanya hal yang berbeda tapi berkaitan erat satu sama lain. 

Anda enggak bisa mengendalikan brand image, tetapi bisa berusaha meningkatkannya dengan memperkuat brand identity dan memberikan experience yang terbaik buat konsumen. Contoh cara-caranya antara lain adalah dengan membuat interaksi yang personal, meningkatkan layanan pelanggan, dan membentuk identitas yang kuat baik dalam segi komunikasi maupun visual.

Tentunya masih banyak cara-cara lain di marketing toolbox kami yang kalau dijelaskan semua akan bikin artikel ini jadi panjang banget. Kalau mau cari tahu selengkapnya atau diskusi tentang kebutuhan brand Anda, jangan sungkan buat hubungi kami ya! Sebagai boutique content marketing agency, Contendr akan dengan senang hati membantu. Yuk, sama-sama bentuk brand image yang lebih baik!

Related Articles

Content Marketing

Content Marketing Funnel: Konten yang Tepat untuk Setiap Tahapannya

Marketing funnel dalam dunia pemasaran merupakan sebuah perjalanan pelanggan dari tahap aware terhadap brand hingga memutuskan untuk membeli produknya. Setiap tahapan pada marketing funnel membutuhkan cara promosi yang berbeda-beda, content marketing seperti apa yang cocok untuk setiap tahapannya?

Content Marketing

Content Strategy untuk Meningkatkan Performa Instagram

Di artikel kali ini, kami akan berbagi beragam hal yang insightful terkait content strategy di Instagram demi mendorong peningkatan performa pada akun brand Anda.

Content Marketing

Ingin Email Blast Berjalan Secara Efektif? Simak Caranya!

Istilah “email blast” mungkin sudah enggak asing di telinga Anda. Nah, kali ini kita akan memahami banyak hal terkait email blast agar Anda dapat menjalaninya secara efektif. Are you ready?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing