EDM dan Email Marketing: Lebih Personal Menyapa Audiens

By Rinaldy Sofwan Fakhrana,

13 November 2020

 

Sudah cek inbox email Anda hari ini? Penuh banget kan isinya, mulai dari urusan bisnis, notifikasi akun-akun yang Anda punya, sampai permintaan bantuan dari pangeran Nigeria pun mungkin ada di sana. Melihat keadaan ini, Anda mungkin bertanya-tanya, ‘masih worth-it enggak sih yang namanya email marketing?’

Di tahun 2017 saja, ada 269 miliar email yang dikirim setiap harinya, dan angka ini diperkirakan akan terus naik dan mencapai 320 miliar pada tahun 2021. Jadi, jawabannya tentu saja ‘enggak’ kalau Anda cuma sekadar mengirim email pemasaran tanpa memikirkan baik-baik, bagaimana cara menyampaikan pesannya. Tetapi kalau di-craft sebaik mungkin, email bisa jadi media buat meningkatkan engagement atau bahkan faktor penentu saat audiens mengambil keputusan terkait produk atau layanan yang Anda tawarkan. 

Dari segi bisnis pun, electronic direct mail (EDM) maupun email marketing tetap jadi salah satu metode marketing paling efisien secara cost-to-benefit. Anda enggak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk biaya produksi dan lebih dalam lagi untuk placement, namun pesan Anda bisa langsung diterima oleh audiens yang tepat, dan cepat.

Jadi, kalau dieksekusi dengan baik, EDM bisa jadi sahabat baik bisnis Anda. Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya?

Pahami Persona Audiens

Sebelum membuat konten untuk digunakan sebagai EDM dan menyusun berbagai strategi marketing lainnya, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan riset untuk memahami persona audiens Anda. Perlu Anda ingat bahwa salah satu hal yang membuat EDM efektif meningkatkan engagement dan membantu purchasing decision adalah kesan personalnya. Pesan yang disampaikan lewat EDM enggak seperti pamflet yang disebar di jalan atau konten media sosial yang ditujukan buat semua orang, tetapi khusus untuk penerima surat seorang. Dengan begitu, audiens akan merasa dekat dan diperlakukan spesial oleh brand Anda. 

Karena itu, Anda butuh menyisihkan waktu untuk profiling siapa saja penerima email yang Anda tuju, misalnya, riset dan cari tahu apa saja hal yang menarik buat mereka, gaya bahasa seperti apa yang biasa mereka gunakan, dan lain-lain. In a perfect world, idealnya memang setiap konsumen dan calon konsumen Anda bisa menerima surat yang khusus ditujukan buatnya, namun tentunya Anda harus memikirkan juga faktor efisiensi produksi. Untuk itu, Anda bisa mengkategorikan audiens sampai ke kelompok yang sekecil mungkin dan buat template untuk masing-masing kategori. 

Salah satu cara kategorisasi yang paling personal adalah dengan membaginya berdasarkan beberapa audience persona. Yang dimaksud dengan persona di sini adalah karakter fiktif dengan deskripsi detail dari seseorang yang mewakili audiens Anda. Berdasarkan riset sebelumnya, buat beberapa profil dengan informasi yang mendefinisikan target Anda, seperti demografi, minat, dan sifat. Dengan demikian, Anda bisa develop konten sesuai dengan kepribadian-kepribadian itu. 

Misalnya, perusahaan Anda bergerak dalam bidang travel dan salah satu persona audiens Anda adalah Naufal Adrian, laki-laki kelahiran 1998 yang baru memulai karier di perusahaan startup Jakarta, menyukai olahraga, dan berkarakter outgoing, suka bertemu dengan orang baru. Dari persona itu, Anda bisa memformulasikan konten EDM dengan copy yang edgy dan witty (berdasarkan pilihan karier dan usianya), dengan topik seputar group traveling dengan orang asing atau open trip yang meliputi banyak kegiatan outdoor (berdasarkan kepribadian dan ketertarikannya), dengan biaya hemat (berdasarkan tahapan kariernya saat ini).

Nah, kalau sudah tahu email seperti apa yang cocok untuk audiens Anda, masalahnya tinggal bagaimana caranya untuk memastikan mereka akan membuka email itu sendiri. Seperti yang kami bilang sebelumnya, inbox kita semakin crowded setiap harinya dan sebagus apapun penawaran yang Anda tawarkan akan percuma jika penawaran itu enggak dilihat oleh orang yang dituju. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk memperbesar peluang EDM Anda diklik dan dibaca:

Subjek dan alamat email. Hal pertama yang dilihat audiens saat membuka inbox adalah alamat pengirim dan subjek email. Karena itu, Anda harus bisa menulis subjek yang menarik buat audiens sekaligus menggambarkan isi email dengan jelas dan mencerminkan brand identity Anda. Tips yang bisa Anda ikuti di antaranya, beri gambaran benefit apa yang akan didapatkan oleh audiens jika membuka email tersebut; jangan terlalu panjang; gunakan kata-kata yang catchy, dan hindari penulisan yang dapat mengakibatkan email Anda dikategorikan sebagai spam.

Alamat pengirim juga penting untuk menghindari filter spam dan memberikan kesan kredibel untuk audiens. Dengan alamat mencurigakan seperti ‘[email protected]_84jfgbwfgh.com,’ kemungkinan besar konten Anda akan langsung masuk folder spam. Bisa juga audiens enggak akan mau membuka email itu. 

Sapa nama penerima. Sebelumnya kita udah bahas gimana cara untuk membuat konten Anda lebih personal. Namun, enggak peduli seberapa relatable-nya konten Anda, kalau dibuka hanya dengan ‘Dear customer,’ tentunya audiens enggak akan merasa email itu ditujukan khusus buat dirinya. Jadi, usahakan Anda menyebutkan nama penerima dalam EDM.

Buat konten yang efektif. Di tengah sebegitu banyaknya surat yang harus dibaca setiap hari, audiens hanya punya sedikit waktu untuk menyimak email marketing Anda. Karena itu, hal yang bisa jadi penentu sukses atau gagal di sini adalah seberapa efektif konten yang Anda buat. Upayakan bisa merebut atensi dalam waktu yang singkat dan beri pembaca alasan untuk lanjut scrolling. 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk itu, mulai dari membuat copywriting yang menjual, storytelling yang engaging, sampai memanfaatkan konten visual untuk menyampaikan banyak informasi dengan lebih cepat. Berbekal audience persona yang sudah Anda buat sebelumnya, di sini adalah saatnya Anda kreatif membuat konten yang personal dan relatable. 

Call-to-action. Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah call to action atau CTA yang juga efektif. Anda sudah merebut perhatian audiens, pesan sudah disampaikan, dan mereka tertarik. Tetapi enggak ada salahnya untuk ngasih sedikit dorongan ekstra agar content marketing Anda bener-bener ngehasilin konversi yang memuaskan. 

CTA yang baik mesti memberi audiens motivasi untuk bertindak saat itu juga, seperti dengan memberikan sense of urgency, benefit, dan instruksi follow up yang jelas. Anda bisa cari tahu lebih banyak tentang cara membuat CTA di sini.

Nah, supaya semua penjelasan di atas lebih jelas, kami punya contoh EDM untuk kita bahas bareng nih. Bisa Anda lihat, di bawah adalah salah satu email marketing yang kami buat untuk NextICorn International Summit 2019.

Jauh sebelum membuat EDM ini, apa sih yang kami lakukan? Tentu saja riset demi memahami audience persona dari NextICorn Summit. Siapa target audience mereka? Dua di antaranya adalah para pengusaha startup yang perusahaannya berpeluang menjadi unicorn dan venture capital (VC) atau investor.

Kemudian, apa sih kebutuhan mereka dan mengapa event ini penting buat mereka? Bagi para pengusaha, acara ini merupakan sebuah kesempatan besar untuk unjuk gigi dan mendapatkan investor agar mereka dapat berkarya dan berinovasi lebih baik lagi bahkan sukses menjadi unicorn. Sementara bagi VC, acara tersebut merupakan kesempatan bagi mereka untuk bertemu pengusaha-pengusaha startup handal di Indonesia hingga dapat melihat peluang baik untuk berinvestasi di Indonesia.

Oke, kembali ke contoh EDM. Contoh tersebut merupakan EDM yang kami tujukan untuk para pengusaha startup. So, kami mencoba menarik perhatian secepat mungkin melalui elemen visual yang menggambarkan isi dari EDM pada bagian atas email. Kemudian, untuk menghadirkan kesan spesial dan personal, kami pun menyapa penerima dengan namanya (masih berupa template pada gambar).

Melalui EDM tersebut, kami menginformasikan sekaligus mengajak pembaca untuk showcasing perusahaan mereka di acara NextICorn Summit melalui sebuah video dengan persyaratan tertentu. Tanpa bertele-tele alias straight to the point dalam menyampaikan pesan merupakan strategi kami agar EDM ini berfungsi secara efektif. Strategi ini dipilih tentu saja sudah berdasarkan hasil riset kami terhadap audience persona-nya NextICorn Summit. Tetapi ingat, ini bukan ilmu pasti ya. Bisa saja audiens dari brand lain suka dengan EDM yang dikemas dengan storytelling dan sebagainya. Jadi, sesuaikan saja ya.

Terakhir, tentu saja kami menyisipkan call-to-action (CTA). Setiap content marketing pasti punya tujuan pembuatannya, bukan? Nah, pastikan tujuan tersebut tercapai melalui CTA yang jelas. Pada EDM ini, kami memberikan instruksi yang jelas soal apa yang harus dilakukan untuk follow up ajakan ini. Tak lupa, kami pun menyertakan greetings dari Daniel Tumiwa selaku Chairman yayasan NextICorn untuk memperkuat kesan personal dari email tersebut. 

Bagaimana, siap untuk memulai email marketing Anda? Kalau Anda merasa enggak punya resource yang cukup untuk melakukan semua ini, tenang saja, karena in-housestorytellers kami siap membantu Anda bikin EDM dan berbagai bentuk email marketing yang menarik dan efektif lainnya untuk siapa pun audiens yang Anda tuju. Hubungi kami sekarang ya!

Related Articles

Content Marketing

Beriklan Secara Efektif dengan Instagram Ads

Instagram seharusnya menjadi peluang besar bagi brand Anda untuk menjalankan promosi dan berjualan. Namun, bagaimana sih caranya agar beriklan di Instagram enggak berakhir percuma? Yuk, sama-sama kita belajar memanfaatkan Instagram Ads dengan baik dan benar.

Content Marketing

Bye Boring Blog, Perbarui Content Creation dengan Cara Berikut!

Website perusahaan Anda memiliki fitur blog? Bagus dong! Jangan buru-buru putus asa kalau Anda merasa blog Anda sepi pengunjung dan enggak menarik. Saatnya Anda melakukan evaluasi dan segera berbenah agar artikel-artikel di dalamnya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung website. Simak tips berikut!

Content Marketing

3 Pelajaran untuk Dipetik dari Influencer Marketing dalam Pemasaran Brand 2020

Seperti apa sih eksekusi influencer marketing di tahun 2020? Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari tren tersebut untuk dijadikan bekal dalam merumuskan strategi influencer marketing berikutnya yang kemungkinan besar akan masih relevan hingga tahun berikutnya?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing