Anti Bosen di Jalan, Ini Cara Gue

11 February 2020

Buat yang tinggal di ibu kota (at least sampai hari ini) alias DKI Jakarta, kita boleh bersyukur karena fasilitas transportasi umum terus diperbaiki dan ditingkatkan pelayanannya oleh Pemda hingga memudahkan mobilitas kita di keseharian. 

Seingetan gue, dulu salah satu angkutan umum yang paling menjamur adalah angkot yang sering banget digunakan oleh anak sekolah atau ibu-ibu. Sekarang, angkutan umum di Jakarta makin memadai. Ada MRT, LRT, Commuter Line, TransJakarta (TJ), hingga JakLingko. Penggunanya juga bukan lagi sebatas ibu-ibu dan anak-anak, tapi juga para pekerja kantoran yang saat ini didominasi oleh generasi milenial. Ya, termasuk gue. 

Nah, meski transportasi umum masa kini sudah jauh lebih nyaman, tapi bisa dibilang ongkosnya tetap ramah di kantong. Makanya, peminatnya sudah pasti banyak. Karena peminatnya banyak, ya wajar deh kalo kita jadi sering mengalami antre panjang dan berdiri berdesakan di dalam angkutan umum. Tapi, kalo angkutan yang kita naikin pas lagi sepi terus otomatis dapat tempat duduk, wah yakin deh, lo nggak bakal kecewa naik angkutan umum di Jakarta.

"Untuk yang memilih bepergian dengan angkutan umum, tolong dijaga dengan baik ya fasilitas-fasilitas yang disediakan, dan untuk yang milih bawa kendaraan pribadi, selalu taati peraturan lalin dan etika di jalan. Jangan sampe jadi ‘Slonong Boy’!"

 

Kita tinggal nunggu kendaraan itu sampai di halte atau stasiun tujuan kita. Kalo jarak pemberhentian lo cukup jauh, banyak cara yang bisa lo lakuin biar nggak mati gaya. Rumah gue juga cukup jauh kok dari kantor dan gue pengguna transportasi umum. Makanya, biar nggak bosan dan mati gaya, berikut beberapa hal yang gue lakukan di dalam transportasi umum sepanjang perjalanan.

  • Youtube-an

Katanya sih “Youtube lebih dari TV”. Itu bener banget sih. Selain kita bisa nonton konten apa pun yang kita suka based on passion & interests,  Youtube juga bisa ditonton di mana pun dengan cuma modal smartphone.

  • Dengerin Podcast

Banyak yang bilang Podcast mampu menggantikan radio. Sejujurnya, gue kurang sependapat sama hal ini. Menurut gue, dari sifatnya aja udah beda. Semua ada kelebihannya masing-masing. Alasan kenapa radio masih bisa menjadi pilihan adalah element of surprise-nya. Kita nggak pernah tau, topik yang akan dibahas oleh penyiar dan lagu apa yang akan diputar. Sedangkan untuk Podcast, kita bisa pilih sendiri topik apa yang mau kita dengarkan dari para podcasters. Dari sekian banyak Podcast yang oke punya, gue ngerasa paling relate dengan 2 podcast yang kurang lebih udah setahun nemenin gue saat TJ-an.

Pertama,  Unfaedah Podcast by Lawless Jkt. Berisi 5 kawanan dengan candaan “dewasa” yang dibawakan secara kocak oleh Gofar, Arian, Ucup, Sammy, dan Ronny. Asli, mereka bisa banget ngehibur gue. Selain kontennya relate sama gue, cara mereka ngebawainnya itu menurut gue 90-an banget. Cocok sama gue, fix!

Tapi, jangan ketipu sama background mereka yang anak metal, punk, hingga anak motor. Apa yang mereka bahas di Podcast nggak seputar itu, meskipun tipis-tipis pasti menyinggung soal hal-hal tersebut. Contoh yang paling nyeleneh adalah ngebahas “Mantan”. Kayak gimana bahasannya? Dengerin aja deh!

Kedua, Podcast Boker (Bobby ketemu Rio). Awalnya, Podcast ini berisi dua orang penyiar Radio yaitu Bobby Mandela dan Rio Wicaksono. Lalu, gabung juga kawan lama mereka, Molen Kasetra. Akhirnya, untuk seterusnya mereka jadi bertiga. Konten podcast mereka sedikit banyak mirip dengan Podcast Unfaedah (mungkin karena mereka berada dalam satu skena), tapi dibawakan dengan sedikit lebih muda. 

Bisa gue bilang, Podcast Unfaedah adalah gaulnya anak gang. Nah, Podcast BKR itu lebih ke gaulnya anak komplek. Podcast BKR lebih aktif dalam mengundang bintang tamu untuk berkolaborasi dengan mereka. Nama-nama macam Iyas Lawrence, Kiki Aulia ‘ucup’, Danilla Riyadi, bahkan Zack Lee pernah berkolaborasi dengan mereka. Coba denger aja deh keseruan dan kekocakan mereka.

  • Ngobrol dengan Penumpang Lain

Dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, buat gue ini yang paling berfaedah. Kenapa? Karena pada dasarnya manusia itu makhluk sosial dan banyak manfaatnya juga. Nggak cuma dapat kenalan dan informasi baru, kalo obrolannya nyambung, asli perjalanan panjang jadi nggak berasa. Lagi pula, bukan nggak mungkin kalo ke depannya terjadi kerjasama positif yang saling menguntungkan. Who knows?

  • Tidur

Kadang lagi nggak mood youtube-an atau dengerin podcast, dan nggak punya teman ngobrol juga. Terus ngapain dong? Ya udah, tidur adalah kunci. Kadang sepulang kerja, baik fisik, mental, dan pikiran udah penuh dan nggak bisa terisi lagi dengan informasi apa pun. Jadi, tidur adalah kegiatan terakhir yang gue pilih. Selain bikin perjalanan panjang nggak berasa, tidur juga bisa banget nenangin pikiran dan mood gue pas sampai rumah nanti, ketemu keluarga. Tapi, sejujurnya ini agak sulit dilakukan kalo nggak dapat tempat duduk.

Buat gue, semua kegiatan di atas adalah cara ampuh gue buat menghilangkan kebosanan selama perjalanan naik angkutan umum. Terutama pas pulang kerja.

Soal fasilitas angkutan umum yang disediakan pemerintah, gue sangat bersyukur dengan kondisi saat ini yang jauh lebih mudah dan nyaman dibandingkan jaman gue sekolah dulu. Apresiasi besar gue tujukan kepada Pemerintah, Mas/Mba penjaga halte, Mas/ Mba kondektur, Bapak pengemudi, Mas yang bangun jalan, dan semua orang yang terlibat dalam kemajuan mobilitas nasional ini (gawat nggak tuh).

So, untuk yang memilih bepergian dengan angkutan umum, tolong dijaga dengan baik ya fasilitas-fasilitas yang disediakan, dan untuk yang milih bawa kendaraan pribadi, selalu taati peraturan lalin dan etika di jalan. Jangan sampe jadi ‘Slonong Boy’

Related Articles

Mencari Bakat Terpendam Nggak Pandang Umur

Biasanya sih kata-kata itu dilontarkan oleh orang tua saat kita masih kecil. Makanya, banyak orang tua yang mengikutsertakan anaknya ke kelas-kelas edukasi informal seperti les musik dan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat anaknya masing-masing. Kenyataannya, menemukan bakat terpendam kita itu nggak kenal umur, lho! Bisa aja setelah dewasa, lo baru tau kalau punya bakat terpendam.

4 Kegiatan Fangirl(boy)ing yang Hemat dan Bermanfaat

Fangirling atau fanboying adalah salah satu kegiatan yang paling menguras uang, waktu, dan tenaga. Rasa-rasanya menjadi fangirl atau fanboy nggak akan pernah kaya karena uang tabungan selalu terpakai untuk membeli album keluaran baru atau photocard Oppa. Masa sih?

Nih, 4 Alasan Masuk Akal Biar Rajin Masak!

Budayakan memasak sendiri makanan kita. Sibuk dan nggak ada waktu? Bisa masak saat weekend dan membuat stok makanan seminggu kedepan. Kalau alasannya nggak bisa memasak karena nggak berbakat, itu sudah basi. Hari gini belajar memasak sudah segampang memencet tombol follow dan scrolling timeline instagram.

Browse Other Categories