Celebrity Endorsement dan Influencer Marketing, Serupa Namun Tak Sama

By Arista Prianka Putri,

18 February 2021

 

Endorse selebritas dan influencer marketing di media sosial itu bukannya sama saja ya? Eits, jangan salah. Faktanya, celebrity endorsement dan influencer marketing adalah dua strategi marketing yang berbeda. Apa sih perbedaannya dan mana yang lebih efektif untuk memasarkan brand Anda? Langsung saja kita bahas sama-sama dan pastikan Anda membaca artikel ini sampai selesai ya!

Sebagai marketer, tentu saja Anda akan selalu mencari cara terbaik untuk mempromosikan brand Anda. Nah, hidup di era digital seperti saat ini pastinya membuat Anda sadar bahwa beriklan secara efektif kini tak lagi sebatas di TV, koran, maupun billboard. Malah beriklan di platform digital, seperti media sosial bisa menjadi satu alternatif terkini untuk mendapatkan perhatian dan awareness dari masyarakat mengingat ada 174 juta pengguna internet di Indonesia. Mereka pun rata-rata mengakses internet lebih dari 4 jam per hari melalui ponsel, dan 3 jam 46 menitnya dipakai untuk mengakses media sosial menurut data We Are Social dan Hootsuite 2020.

Anda yang mungkin pengguna media sosial, seperti Instagram pasti pernah melihat selebritas maupun influencer mempromosikan atau memberikan review suatu produk di akun media sosial mereka. Sekalipun yang mereka lakukan tampak sama, namun selebritas dan influencer memengaruhi audiens mereka dengan cara yang berbeda. Makanya, hasil pemasarannya pun akan beda juga. Melansir sebuah ulasan dari Lemon, sebuah platform yang menyediakan influencer marketing bagi brand dan business owner, mari kita simak perbedaan dan efektivitas dari celebrity endorsement dan influencer marketing.

Celebrity Endorsement

Yang namanya selebritas, biasanya punya fans dalam jumlah besar, dan para penggemar ini sering kali “terangkum” rapi dalam bentuk follower di akun media sosial sang selebritas. Sebuah unggahan dari seorang selebritas biasanya akan menawarkan angka reach dan engagement yang tinggi. 

Makanya, ketika seorang selebritas mempromosikan brand Anda di akun pribadinya maka brand Anda bisa mendapatkan perhatian dan awareness dari follower-nya yang sangat banyak itu dalam waktu yang singkat. Untuk itu, celebrity endorsement ini cocok bagi Anda yang ingin melakukan product launching, melaksanakan event, mengadakan promo, maupun merencanakan kegiatan/pengumuman lainnya yang membutuhkan perhatian besar dari masyarakat luas. Contohnya seperti ini:

Lewat unggahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di akun Instagram resminya (49,4M followers).
Telkomsel mengajak para pelanggannya untuk menyaksikan konser musik dari penyanyi papan atas Indonesia 

 

Lewat unggahan Maudy Ayunda di akun Instagram resminya (12,7M followers),
Pond’s mengumumkan bahwa salah satu produknya terpilih sebagai Female Daily Best Face Wash 2020

Selebritas bukan hanya mampu menjangkau audiens lebih besar dan luas saja, namun juga punya kekuatan besar terhadap fans-nya. Produk/layananan apa yang mereka pilih dan pakai, para penggemarnya bisa dengan senang hati mengikutinya. Nah, tak jarang, para penggemar ini membeli produk yang dipromosikan sang artis  bukan karena beneran tertarik dengan produk tersebut, melainkan sebatas ingin menyamai idolanya saja. Tetapi, memang di situlah kekuatan dari celebrity endorsement. Strategi marketing yang satu ini memang memanfaatkan ketenaran seseorang untuk membuat audiens tertarik menggunakan sebuah produk dari brand tertentu. Dan di sisi lain, celebrity endorsement juga mampu membentuk citra berkelas dan berkualitas terhadap brand Anda. 

Influencer Marketing

Sekarang kita beralih ke influencer marketing, ya.  Apa itu influencer marketing? Kami sudah pernah membahas pengertiannya di sini dan strategi marketing yang satu ini rupanya masih menjadi salah satu andalan para marketer dalam melaksanakan social media marketing. Berdasarkan 2020 Influencer Marketing Report: A Marketer Perspective,  42% marketer percaya bahwa influencer marketing memberikan pengaruh yang paling baik terhadap return of investment(ROI) ketimbang paid media ads, SEO, dan email marketing. Bahkan 89,2% dari mereka menemukan bahwa influencer marketing memiliki efektivitas yang tinggi dalam melakukan promosi produk. 

Berbeda dengan celebrity endorsement yang lebih memanfaatkan ketenaran sang selebritas, influencer marketing ini menarik perhatian audiens menggunakan word-of-mouth advertising. Produk yang mereka promosikan, biasanya benar-benar mereka gunakan terlebih dahulu lalu diberikan review sehingga isi kontennya lebih jujur. Selain itu, influencer ini juga kerap kali disebut sebagai content creator, karena konten yang mereka posting adalah karya mereka sendiri sehingga terlihat lebih autentik. 

Akun media sosial seorang influencer biasanya diikuti oleh orang-orang yang memiliki interest yang sama dengan sang influencer. Artinya, orang-orang yang follow akun media sosial seorang food enthusiast kemungkinan besar adalah mereka yang doyan makan. Begitu juga dengan mereka yang follow akun media sosial seorang pelaku healthy lifestyle, mereka tentunya orang-orang yang suka berolahraga, makan healthy food, dan sebagainya. Jadi, follower dari seorang influencer biasanya lebih spesifik ketimbang dengan selebritas yang follower akunnya berasal dari bermacam kalangan.  Nah, karena memiliki interest yang sama dengan para follower-nya, seorang influencer pun jadi lebih dekat dan ramah dengan para follower-nya.  Dibanding selebritas, para influencer ini lebih mau berinteraksi dengan para follower-nya di kolom komentar sehingga ada relasi yang terbentuk dan konten-konten mereka pun lebih engaging.

Oh iya, influencer marketing ini terbagi jadi beberapa kategori mulai dari nano, micro, macro, hingga mega influencer. Kategori ini dibedakan berdasarkan jumlah follower yang dimiliki oleh sang influencer. Kalau ditanya, apakah nano dan micro influencer itu lebih engage dengan follower-nya ketimbang macro dan mega influencer maka jawaban kami adalah “ya”. Anda pun bisa melihat pembahasannya di artikel kami yang ini dan yang ini. Namun, kami juga akan menjawab: sekalipun enggak banyak, tetap ada kok influencer level macro (100.000 - 1 juta follower) dan level mega (di atas 1 juta follower) yang mau berinteraksi dan engage dengan para follower-nya. Contohnya seperti ini:

Macro influencerAcha Sinaga (624k followers) mempromosikan salah satu rangkaian produk dari Pond’s Age Miracle

Mega influencerTasya Farasaya (4,4m followers) mempromosikan Sunscreen Soothing Sun by Eleven Huesday 

Agar Anda memperoleh hasil yang maksimal dalam menjalankan influencer marketing, pastikan Anda memilih influencer yang value dan kriterianya relevan pun sejalan dengan produk dan brand Anda. Hal ini pula yang membedakan pemanfaatan influencer marketing dan celebrity endorsement. Seorang influencer biasanya menjaga image tertentu pada media sosialnya sehingga ia lebih picky dalam mempromosikan produk. Sedangkan seorang selebritas, biasanya ia tidak menerapkan konsep tertentu pada media sosialnya sehingga tak masalah baginya jika hari ini mempromosikan produk skin care, besok peralatan makan, dan lusa produk asuransi. Bagi selebritas, selama brand memenuhi persyaratan endorsement maka promosi dapat terlaksana.

Dari pemaparan di atas tentang celebrity endorsement dan influencer marketing, kini Anda tentu sudah mengetahui perbedaannya. Jadi, strategi mana yang lebih efektif? Jawabannya tergantung tujuan pemasaran Anda. Kalau Anda ingin menjangkau audiens lebih luas, meningkatkan brand awareness secara cepat, serta membentuk brand image agar lebih berkelas maka Anda bisa aplikasikan strategi celebrity endorsement. Tetapi, jika Anda ingin menjangkau audiens yang lebih spesifik dan membangun kepercayaan audiens terhadap brand Anda melalui konten-konten yang real dan autentik maka menjalankan strategi influencer marketing adalah keputusan yang tepat.

So, strategi mana yang siap Anda jalankan untuk mempromosikan brand Anda di media sosial? Baik celebrity endorsement maupun influencer marketing, Anda bisa mulai menjalankannya bersama kami. Selain itu, kami pun dapat memproduksi konten-konten berkualitas bagi akun media sosial brand Anda sekaligus mengelolanya dengan baik. Jangan ragu, langsung saja sapa kami ya!

Related Articles

Content Marketing

Social Media Marketing: Siap Manfaatkan TikTok sebagai Platform Promosi Brand di 2021?

Siap menjalankan TikTok for business di tahun 2021? Langsung saja simak fakta menarik terkait TikTok marketing agar Anda makin siap untuk memanfaatkan TikTok sebagai sarana kegiatan promosi brand Anda di dunia digital.

Content Marketing

Hindari Mengunggah Content Marketing di Berbagai Media Sosial Secara Serentak, Alasannya?

Anda mungkin berencana atau mungkin sudah coba menerapkan salah satu strategi social media marketing, yakni mengunggah content marketing di beberapa platform media sosial sekaligus. Tapi, ada beberapa alasan kenapa mengungah konten bersamaan di berbagai medai sosial tidak disarankan.

Content Marketing

Pemasaran di Media Sosial dengan IGTV Ads, Apa yang Harus Dicatat?

Banyak cara memasarkan brand di media sosial. Salah satunya menggunakan IGTV ads. Apa itu IGTV ads dan apa saja keuntungannya?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing