MAKAN, MAKAN, dan MAKAN

11 February 2020

“Apa makanan favorit lo, dos?” Pertanyaan simpel, tapi jujur gue suka bingung jawabnya.

Hmm pada dasarnya semua makanan gue favoritin sih. Buat gue, rasa makanan itu cuma ada dua; enak dan enak banget. Siapa sih orang yang nggak suka makan? Ya mungkin ada aja sih, tapi kayaknya jarang banget. Lagian makan kan memang kebutuhan setiap orang. Paling beda di porsi sajiannya aja. Tapi, kalau gue sih salah satu orang yang udah doyan makan, porsinya juga banyak dan sering lagi. hehehe...

Bicara soal porsi makan gue yang banyak dan sering, kayaknya kalian udah bisa membayangkan ya, bentuk tubuh gue. Yup, sesuai sih sama yang ada di pikiran kalian. Gue memang bukan pemilik tubuh yang ideal. Sebenarnya, berbagai metode diet kekinian udah gue coba. Tapi sulit nih buat berhasil. Soalnya salah satu faktor penyebabnya adalah “kalcer” alias budaya atau kebiasaan yang ada di kantor gue, Contendr.

Yes! Makan enak adalah budaya di kantor kami. Hampir nggak ada satu orang pun di Contendr yang bisa menolak godaan acara makan-makan di kantor. Mereka yang bilangnya nggak doyan makan aja, pada akhirnya bakal comot-comot juga. Budaya makan di Contendr, dikemas dalam beragam acara. Mulai dari jajan sore, act of service, division dinner, hingga year end dinner.'

'Buat gue, rasa makanan itu cuma ada dua; enak dan enak banget."

 

Nah, gue bakal jelasin secara singkat perbedaan acara makan-makan di Contendr.

Pertama, jajan sore. Bisa dibilang kegiatan berlangsung hampir setiap hari sih. Jajan sore Contendr yang paling sering adalah berbagai macam gorengan hangat plus ketan. Siapa yang bayar? Ya tentunya anak-anak Contendr yang sigap banget buat patungan kalau udah soal beli camilan sore. Oh ya, nggak jarang juga lho kita tiba-tiba kedatangan “tamu spesial” di sore hari berupa martabak atau pizza. Mantap!

Kedua, act of service. Kalau kegiatan ini berlangsung hanya sebulan sekali di Contendr. Jadi, masing-masing divisi bakal punya giliran untuk menyajikan sarapan bagi seluruh tim. Menunya beraneka ragam, tapi yang paling sering tersaji adalah nasi uduk dengan berbagai lauknya. Asli, bakal susah sih menolak sajian yang satu ini. Kebetulan Contendr itu berada di lantai dua. Nah, tiap ada nasi uduk ini, aromanya tuh udah tercium sejak kita mau naik tangga. Sedap banget kan memakannya dengan tahu dan telur bacem, tempe goreng, taburan bawang goreng, serta guyuran sambal kacang di pagi hari?

Ketiga, division dinner. Acara makan-makan Contendr yang satu ini khusus per divisi aja, di antaranya ada tim writer, tim visual, tim project manager, dan tim social media. Nggak ada jadwal pastinya, tapi yang jelas tiap divisi punya jatah buat makan-makan bareng timnya. Biasanya nanti bakal sekalian regroup buat bahas pekerjaan, pembagian tugas,  dan evaluasi kinerja tim.

Terakhir, year end dinner. Sesuai namanya aja, udah pasti ini makan-makan buat menyambut tahun baru. Di Contendr, bakal ada satu orang yang dipercayakan buat mengatur acara ini. Dia yang dipercayakan bakal cari restoran, menyesuaikan budget, dan melakukan booking tempat. Tapi selain ini, ada juga acara year end dinner yang lebih seru lagi. Jadi, ini gabungan berbagai unit bisnis di Definite Group. 

Nah kalau year end dinner yang satu ini biasanya bakal diselenggarakan di tempat mewah. Yang selalu teringat di benak gue adalah makan-makan di PASOLA The Ritz-Carlton di daerah SCBD situ. Buat gue semua menunya enak bangeeet. Kalian bisa lihat sendiri deh menunya di aplikasi pencarian restoran. Gue jamin yang bunyi nggak cuma perut, tapi dompet juga ikutan bunyi. 

Gimana, menurut kalian dengan “kalcer” kantor gue yang seperti ini, gue masih bisa diet nggak, ya?

Related Articles

Mencari Bakat Terpendam Nggak Pandang Umur

Biasanya sih kata-kata itu dilontarkan oleh orang tua saat kita masih kecil. Makanya, banyak orang tua yang mengikutsertakan anaknya ke kelas-kelas edukasi informal seperti les musik dan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat anaknya masing-masing. Kenyataannya, menemukan bakat terpendam kita itu nggak kenal umur, lho! Bisa aja setelah dewasa, lo baru tau kalau punya bakat terpendam.

4 Kegiatan Fangirl(boy)ing yang Hemat dan Bermanfaat

Fangirling atau fanboying adalah salah satu kegiatan yang paling menguras uang, waktu, dan tenaga. Rasa-rasanya menjadi fangirl atau fanboy nggak akan pernah kaya karena uang tabungan selalu terpakai untuk membeli album keluaran baru atau photocard Oppa. Masa sih?

Nih, 4 Alasan Masuk Akal Biar Rajin Masak!

Budayakan memasak sendiri makanan kita. Sibuk dan nggak ada waktu? Bisa masak saat weekend dan membuat stok makanan seminggu kedepan. Kalau alasannya nggak bisa memasak karena nggak berbakat, itu sudah basi. Hari gini belajar memasak sudah segampang memencet tombol follow dan scrolling timeline instagram.

Browse Other Categories