Satu-Satu, Aku Sayang Diriku

10 January 2020

Halo. 

Sebagai content strategist tentunya aku mempunyai tips yang inspiratif saat menjalani kegiatan sehari-hari. Namun setelah berpikir cukup lama, aku memutuskan untuk menceritakan hal lain di artikel ini. Maaf ya! Hahaha. Aku akan cerita lebih ke satu latihan yang sedang kujalankan sehari-hari di kantor, yang mungkin bisa dibilang sebagai hal yang membantuku mendapatkan inspirasi di pekerjaan selama ini.

Latihan ini kuberi judul, “Satu-Satu, Aku Sayang Diriku”. Apaan tuh? Jadi inti dari latihan ini adalah menikmati dan mengerjakan sesuatu satu per satu. Tentunya sebuah latihan yang bisa dilakukan siapa saja.

Jujur, aku ini gampang banget ter-distraksi! Kadang, aku masih harus banyak belajar untuk melawan distraksi dari diri sendiri. Misalnya, aku sedang ngerjain satu hal di Google Docs (kayak bikin tulisan ini), lalu tiba-tiba sedetik kemudian mataku ngeliat tab lain di layar dan tanganku bisa aja nge-klik terus akhirnya layarku udah berpindah dari GDocs ke Twitter. Dih, bisa gitu ya?!?

Kalau boleh tahu seperti apa contoh latihan “Satu-Satu, Aku Sayang Diriku”? Misalnya begini. Kalian sedang melihatku sibuk nge-decking, lalu kalian memanggilku (mungkin buat bertanya atau berdiskusi). Kalian (mungkin) sering lihat aku, yang selalu menggunakan earphone, nggak menggubris kalian, atau menaikkan satu tangan dengan ngasih tau, “Bentar ya.” Itu bukannya aku nggak mau kalian ajak ngobrol, tapi karena aku sedang asik fokus di satu pekerjaanku dan sayang kalau harus kepotong fokusnya. Hehehe.

Cara-cara lainnya, aku berusaha selalu mengalokasikan waktu untuk melakukan sesuatu. Contoh nih, aku sampai di kantor dan masih punya waktu dua puluh menit sebelum jam sepuluh pagi. Biasanya aku nggak langsung buka email dan kerja, tapi berusaha menikmati setiap menit yang aku punya dengan berbagai cara.

"Jika bukan kita yang lebih dulu menyayangi diri sendiri, lalu siapa lagi?" 

 

Pertama, dengerin lagu di Spotify. Kalian tau lah kalimatku yang suka bilang, “Bentar, satu lagu.” Itu biasanya aku berusaha untuk kelarin satu lagu untuk didengerin dulu sebelum bergerak ke kegiatan selanjutnya. (hahaha, rahasiaku terbongkar!).

Kedua, buka Twitter, discover what’s out there. Contohnya selalu membuka “Show a thread” dan fokus baca thread secara utuh sebelum bergerak liat tweet selanjutnya. Nah, yang terakhir baca artikel sampai kelar.

Lalu ada contoh lainnya, fokus pada saat jam makan siang. Sampai saat ini, aku sedang mencoba untuk fokus makan ketika makan, scrolling handphone atau ngobrol ketika selesai makan siang. Jujur, abis fokus makan, perut jadi lebih kenyang dan ketika ngobrol atau membaca jadi lebih paham konteksnya. Wahahaha.

Bukan maksudku untuk mendiskreditkan teman-teman yang jago multitasking, tapi emang aku menemukan kepuasan sendiri ketika mencoba fokus satu-satu ngerjain tugasku. Buatku pribadi, selain puas karena aku bisa fokus dan mencurahkan semua perhatianku sama satu hal aja, aku jadi lebih mengerti konteks dan menurutku dengan melakukan hal tersebut, aku sedang memberikan reward buat otakku sendiri.

Jadi intinya, kalau mau dikait-kaitkan, mungkin mngerjakan sesuatu satu per satu adalah salah satu hal kecil yang membantu dalam mencari inspirasi, memikirkan sampai menuangkan strategi, dan pada akhirnya membantu untuk lebih sayang sama diri sendiri. 

Sebab, jika bukan kita yang lebih dulu menyayangi diri sendiri, lalu siapa lagi? 

Sampai di sini dulu yang mau aku sampaikan. Silakan dicoba dan jika merasa tidak tertarik untuk mencoba juga tidak apa-apa. 

Selamat menyayangi dirimu sendiri! (Eh?)

Related Articles

Mencari Bakat Terpendam Nggak Pandang Umur

Biasanya sih kata-kata itu dilontarkan oleh orang tua saat kita masih kecil. Makanya, banyak orang tua yang mengikutsertakan anaknya ke kelas-kelas edukasi informal seperti les musik dan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat anaknya masing-masing. Kenyataannya, menemukan bakat terpendam kita itu nggak kenal umur, lho! Bisa aja setelah dewasa, lo baru tau kalau punya bakat terpendam.

4 Kegiatan Fangirl(boy)ing yang Hemat dan Bermanfaat

Fangirling atau fanboying adalah salah satu kegiatan yang paling menguras uang, waktu, dan tenaga. Rasa-rasanya menjadi fangirl atau fanboy nggak akan pernah kaya karena uang tabungan selalu terpakai untuk membeli album keluaran baru atau photocard Oppa. Masa sih?

Nih, 4 Alasan Masuk Akal Biar Rajin Masak!

Budayakan memasak sendiri makanan kita. Sibuk dan nggak ada waktu? Bisa masak saat weekend dan membuat stok makanan seminggu kedepan. Kalau alasannya nggak bisa memasak karena nggak berbakat, itu sudah basi. Hari gini belajar memasak sudah segampang memencet tombol follow dan scrolling timeline instagram.

Browse Other Categories