Twitter Fleets: Peluang Baru untuk Melakukan Promosi Brand

15 March 2021

Demi mempertahankan loyalitas para penggunanya dan menarik pengguna baru, setiap platform media sosial sepertinya tidak pernah lelah untuk berinovasi, termasuk Twitter dengan fitur terbarunya: Fleets. Sebagai marketer, peluang seperti apa sih yang bisa Anda dapatkan dan manfaatkan untuk meningkatkan brand awarenessAnda di platform Twitter?

That thing you didn’t Tweet but wanted to but didn’t but got so close but then were like nah.

We have a place for that now—Fleets!

Rolling out to everyone starting today. pic.twitter.com/auQAHXZMfH

— Twitter (@Twitter) November 17, 2020

Setelah diujicobakan di beberapa negara pada pertengahan tahun lalu, tepat pada tanggal 17 November 2020, Twitter akhirnya meluncurkan secara resmi fitur Fleets. Fitur Fleets bisa dibilang serupa Snapchat, Instagram Stories, Facebook Stories, atau Whatsapp Stories. Fleets dapat berbagi foto, video, hingga postingan tweet yang akan menghilang secara otomatis dalam 24 jam.

Uniknya, respon dari para pengguna Twitter sangat beragam terkait peluncuran Fleets. Ada yang mengapresiasi atas dasar inovasi, meski dianggap meniru yang dilakukan oleh sosial media lainnya. Ada pula yang tidak senang, karena lebih menginginkan fitur lainnya, seperti fitur edit tweet atau fitur keyword search di DM daripada fitur Fleets.

Ga butuh Fleets, butuhnya fitur search keyword di DM😡😡😡

— Syadza ಠ_ಠ (@Cilorconnoistre) November 19, 2020

instead of making fleets, u better making fitur edit tweet, search on bookmarks or quote reply in dm🙂 krn alias ngapain semua2 aplikasi ad story nya....

— rin_is_a_penguin | kinda ia (@cthxsos) November 19, 2020

Di sisi lain, adanya fitur Fleets dari sudut pandang marketer justru menjadi peluang baru yang cukup menjanjikan. Jika sebelumnya, brand hanya fokus untuk membuat konten hanya di feed saja, kini Fleets bisa menjadi spot baru untuk menambah reach konten yang dibuat. Beberapa aktivitas yang bisa brand Anda lakukan dengan memanfaatkan Fleets dapat Anda lihat di bawah ini.

1. Mengajukan pertanyaan

Fleets bisa menjadi medium yang tepat untuk melempar pertanyaan kepada followers. Respon jawabannya pun akan langsung masuk ke direct message (DM). Dengan begini, Anda dapat berinteraksi dengan audiens, mendapatkan respons yang cepat, dan membangun hubungan dengan mereka.

Contoh mini quiz pada Fleets 
Kredit: Angkasa Pura Airports

Selain itu, melempar pertanyaan kepada audiens melalui Fleets juga bisa Anda manfaatkan jika Anda ingin membuat survei kecil-kecilan terkait interest atau behaviour dari followers Anda. Hasil survei tersebut pun nantinya dapat menjadi “bekal” atau insight tersendiri agar kedepannya Anda mampu membuat konten bahkan melakukan inovasi produk yang lebih menjawab kebutuhan konsumen Anda.

2. Membagikan penawaran terbatas

Fleets yang bersifat sementara dan terbatas 24 jam bisa menjadi cara yang tepat untuk menyampaikan pengumuman, kuis, maupun promosi dari brand Anda yang bersifat sementara pula atau bahkan hanya berlaku dalam kurun waktu 24 jam.

Konten penawaran terbatas dan flash sale
Kredit: Gramedia Pustaka Utama

Dengan Fleets, pengumuman atau penawaran terbatas dapat segera terbaca oleh audiens tanpa harus mengunjungi akun resmi brand tersebut. Selain itu, Anda pun tidak perlu repot untuk menghapus konten-konten pemasaran yang memang sudah tidak berlaku atau yang bukan ditujukan untuk jangka panjang. 

3. Menyorot tweet/konten yang penting

Hootsuite merangkum bahwa Twitter sudah memiliki 187 juta pengguna aktif harian ada sekitar 500 juta tweet keluar setiap harinya, dan hal ini tentu dapat membuat konten Anda mudah “tenggelam”. Nah, di antara sekian konten yang Anda buat dalam bentuk tweet, mungkin beberapa di antaranya, terdapat info penting atau menarik yang Anda harapkan disimak oleh lebih banyak follower brand Anda.

Contoh tweet yang perlu mendapat sorotan
Kredit: Cinema XXI dan Shopee Indonesia

Dengan keberadaan Fleets, setiap konten atau tweet yang sudah Anda posting kini menawarkan Anda untuk dapat membagikan tweet tersebut ke dalam fitur Fleets yang posisinya berada di bagian paling atas pada halaman beranda follower Anda. Jadi, Anda bisa highlight info-info spesial dan memperbesar kesempatan tweet tersebut dilihat oleh follower Anda.

4. Membuat konten carousel untuk membangun storytelling 

Sejak awal, Twitter memang didesain hanya untuk menampung “kicauan-kicauan” singkat saja sehingga agak sulit membangun storytelling di platform yang satu ini. Sekalipun Anda bisa membuat sebuah thread dan bercerita di sana, namun menurut kami, bagi sebuah brand,thread pada Twitter lebih cocok untuk membangun interaksi dengan audiens.

Secara mendetail, kami pernah membahas manfaat storytelling dalam content marketing pada artikel ini, serta manfaat dari visual storytelling pada artikel ini. Maka dengan kehadiran Fleets, Anda kini dapat melakukan promosi dengan membangun cerita terlebih dahulu bahkan mengunggah visual storytelling content dalam bentuk carousel, mirip dengan tampilan unggahan konten carousel di Instagram Stories.

Konten visual storytelling yang dikemas dalam bentuk carousel untuk unggahan Fleets 
Kredit: National Geographic Indonesia

Tetapi, jika Anda hanya ingin mengunggah konten visual biasa saja, tanpa storytelling  pun tak masalah. Karena sekali lagi, dengan Fleets, konten visual Anda lebih mudah terlihat.

Konten pemasaran dalam bentuk visual  pada umumnya dalam Fleets
Kredit: Bluebird Group

5. Konten bisa lebih autentik dan personal

Dalam halaman resminya, Twitter for Business mengungkapkan bahwa saat ini pengguna Twitter menginginkan interaksi autentik nan intim dengan brand, dan Fleets dapat membantu untuk mencapai hal tersebut.

Fleets membuka kesempatan untuk brand menjadi lebih santai dan menarik, yang mungkin tidak bisa dilakukan di feed Twitter. Brand dapat membuat konten yang memiliki value lebih autentik dan ada sentuhan personalnya juga.

Konten Fleets dalam bentuk video yang real dan autentik
Kredit: Kemenkes RI

Hal lain yang perlu Anda ketahui mengenai Fleet adalah konten-konten dalam Fleets dikategorikan HubSpot sebagai ephemeral content, yakni konten media sosial berupa foto dan video yang diunggah ke media sosial, namun hanya tersedia dalam jangka waktu tertentu. Salah satu ephemeral content yang digandrungi masyarakat di sini adalah konten-konten di Instagram Stories, karena kemudahan pengguna dalam mengunggah video atau foto walaupun akan hilang dalam jangka waktu tertentu. Konten sejenis ini juga tidak membutuhkan anggaran dan perencanaan yang besar, bahkan untuk beberapa campaign tertentu bisa lebih efektif. 

Pengaruh efektivitas konten ephemeral terbukti besar. Forbesmengatakan rasa FOMO (fear of missing out) atau takut ketinggalan akan hal-hal terbaru menjadi pemicu mengapa orang-orang di zaman modern ini suka melihat konten ephemeral. Konten yang hanya bertahan dalam jangka waktu tertentu akan meningkatkan rasa penasaran orang sehingga mereka terpacu untuk mencari tahu.

Namun, salah satu kelemahan ephemeral content adalah konten tersebut hanya menimbulkan efek sesaat. Selanjutnya, Anda harus bisa mempertahankan hal tersebut dengan mengunggah konten permanen secara konsisten, misalnya di Twitter feed.

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum membuat ephemeral content dalam Fleets untuk pertama kali, karena akan memengaruhi strategi Anda dalam membuat Fleets. Di antaranya:

    1. Fleets dari akun Twitter yang Anda ikuti akan muncul di bagian atas aplikasi.
    2. Mengetuk gambar profil juga akan memunculkan Fleets dari akun Twitter tersebut.
    3. Untuk membuat Fleets baru, Anda dapat mengetuk ikon + di lingkaran foto profil Anda pada halaman awal.
    4. Tweet Anda atau reply tweet yang menyebutkan username Anda dapat dibagikan sebagai Fleets.
    5. Tweet yang dibagikan sebagai tautan dalam Fleets akan kembali ke postingan asli hanya dengan mengetuk sekali saja.
    6. Video yang direkam langsung via Fleets hanya berdurasi 6 detik by default. Sedangkan video yang diunggah dapat diunggah hingga 30 detik.
    7. Fleets hanya bertahan selama 24 jam.
    8. Anda dapat mengirimkan maksimal 75 Fleets dalam sehari.
    9. Balasan baik itu teks atau emote akan diterima melalui DM, bersama dengan postingan Fleets sebagai konteks.
    10. Setiap orang yang melihat Fleets Anda akan muncul dalam daftar.

Saat ini Fleets memang masih jauh dari sempurna atau belum bisa menyamai Instagram Stories yang lebih dulu populer. Mulai dari belum ada fitur stiker atau filter yang menarik perhatian, belum bisa swipe up atau menambahkan tautan, hingga belum mendukung live streaming.

Namun, kabarnya beberapa kekurangan ini sudah diperhatikan oleh pihak Twitter dan akan terjadi perubahan besar dalam Fleets. Apalagi, dengan Periscope yang tidak akan dilanjutkan per Maret 2021 ini, tampaknya keinginan para pengguna Twitter untuk bisa live streaming via Fleets tidak harus menunggu terlalu lama. Patut ditunggu sih gebrakan apa saja yang akan dilakukan oleh Twitter untuk kemajuan Fleets di masa depan.

Jadi, bagi brand yang selama ini cukup kesulitan untuk membangun kedekatan dengan audiens karena keterbatasan platform, maka bisa memanfaatkan Fleets asalkan mampu mengkreasikan Fleets semaksimal dan sekeren mungkin. Anda bisa langsung mengunggahnya secara instans lewat aplikasi atau bisa juga mengedit konten lewat aplikasi editing lainnya terlebih dahulu.

Jika Anda membutuhkan social media marketing agency yang bisa mengelola konten strategi Anda secara efektif di Twitter termasuk di Fleets, bisa langsung  utarakan kebutuhan Anda kepada kami melalui Whatsapp.

Kami akan mendengarkan, mendiskusikan, dan menyelesaikan keresahan Anda perihal strategi konten di Twitter dan sosial media lainnya demi meningkatkan posisi brand Anda di industri. Sebagai bocoran, tim konten kami sangat menyukai bereksplorasi di Twitter, bahkan ada beberapa staf kami yang memang begitu aktif di sosial media microblogging ini. Kami tidak sabar untuk mengobrol bersama Anda, membagikan antusiasme kami dalam bidang ini, dan melakukan eksekusi ide-ide out of the box bersama brand Anda.

Related Articles

Content Marketing

B2C vs B2B Marketing, 3 Perbedaan yang Harus Marketer Pahami

B2C dan B2B marketing adalah dua istilah yang sudah sangat fimiliar di dunia marketing, terlebih bila Anda adalah seorang marketer. Nah dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai perbedaan keduanya dari sisi strategi pemasaran, platform pemasaran, dan approach ke audiens.

Content Marketing

Brand Persona dan Buyer Persona, Mengapa Keduanya Penting?

Sebelum menjalankan marketing campaign, seorang content strategist akan menetapkan terlebih dahulu brand persona dan buyer persona. mengapa penting bagi sebuah brand untuk memiliki brand persona dan buyer persona sebelum aktif melakukan kegiatan pemasaran?

Content Marketing

Bikin Livestream Video? Marketer Harus Catat 3 Hal Ini!

Content marketing dalam bentuk livestream video diprediksi atau mungkin lebih tepatnya kini sudah menjadi suatu tren dalam menjalankan pemasaran brand di dunia digital. Bagaimana dengan Anda, apakah brand Anda lagi mempertimbangkan konten livestreaming sebagai content strategy atau social media strategy tahun ini?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing