Bikin Livestream Video? Marketer Harus Catat 3 Hal Ini!

By Bimo Gadabima,

15 April 2021

livestream video

Sudah baca artikel kami yang ini atau yang ini? Kalau sudah, Anda pun akan memahami bahwa content marketing dalam bentuk livestream video diprediksi atau mungkin lebih tepatnya kini sudah menjadi suatu tren dalam menjalankan pemasaran brand di dunia digital. Setidaknya sejak tahun 2020 lalu, mungkin banyak dari kita mulai melihat atau bahkan sudah menikmati berbagai konten dalam bentuk livestream video untuk menonton konser, melakukan bincang edukatif, dan sebagainya. 

Bagaimana dengan Anda, apakah brand Anda lagi mempertimbangkan konten livestreaming sebagai content strategy atau social media strategy tahun ini? Pastikan Anda menyimak artikel ini sampai selesai, ya!

Efek pandemi COVID-19 memang luar biasa. Apalagi di awal masa-masa pandemi, anjuran kuat untuk di rumah saja bergaung di mana-mana dan mobilitas kita juga benar-benar dibatasi. Kondisi ini akhirnya membuat kita makin mengandalkan gadget, internet, dan konten digital untuk melakukan banyak hal, termasuk untuk belajar, mendapatkan informasi bermanfaat, dan mencari hiburan. Para brand di luar sana juga sudah pasti menyadari kondisi tersebut. Tak heran, mereka pun begitu memanfaatkan platform digital dan berperan layaknya content creator untuk menghasilkan konten-konten digital sehingga pemasaran brand tetap berjalan, dan livestreamvideo pun tampaknya menjadi salah satu bentuk contentmarketing favorit banyak brand belakangan ini, terutama pada masa pandemi. 

Di Indonesia, bisnis e-commerce dapat menjadi contoh brand yang kerap membuat konten livestreaming, seperti Shopee dan Lazada. Dalam sebuah ulasan oleh Antara News, e-commercelive streaming di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan selama masa pandemi. Dalam keterangan tertulis, UC browser menyatakan bahwa livestreaming dapat memberikan pengalaman belanja yang berbeda, meningkatkan interaksi pelanggan, dan memberi pengaruh langsung terhadap keputusan konsumen untuk membeli. Shopee yang kini terdapat fitur livestreaming pada aplikasinya pun mencatat peningkatan penjualan rata-rata sebesar 3,5 kali. Selain itu, pelaksanaan livestreaming yang kreatif tidak hanya menarik minat konsumen, tetapi juga menjadi sebuah kegiatan untuk mengikuti tren digital saat ini.

livestream

Shopee Live dalam aplikasinya

Jika Anda juga berniat menjadikan livestreaming sebagian bagian dari content strategy ataupun social media strategybrand Anda saat ini maka ada baiknya Anda perhatikan tiga hal berikut agar konten livestreaming Anda menarik banyak penonton.

1. Persiapan yang Matang

Layaknya seorang content creator,brand Anda tentunya perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum mempublikasikan sebuah konten. Untuk konten livestreaming, Anda perlu memandangnya sebagai sebuah event. Nah, seperti pelaksanaan event pada umumnya, sebelum mulai, informasi mengenai event tersebut perlu dipublikasikan terlebih dahulu agar diketahui oleh orang-orang. Begitu pula dengan livestreamvideo. Untuk mengumpulkan banyak penonton, hindari mengadakan livestreaming dadakan. Sebaliknya, Anda bisa mempromosikan kegiatan livestreaming Anda dari jauh-jauh hari sehingga audiens Anda aware akan kegiatan tersebut dan mempersiapkan diri untuk menontonnya ketika jadwal tayangnya tiba.

Bahkan dalam sebuah ulasan oleh Content Marketing Institute, strategy consultant dan executive coach Duke University’s Fuqua School of Business sekaligus pembawa acara dari “Better for Newsweek” di LinkedIn Live, Dorie Clark menyarankan untuk mempromosikan livestreaming tidak hanya di satu media saja, tetapi juga di media-media lain, di mana target audience Anda juga  berada di sana. Maka dari itu, Dorie pun enggak hanya mempromosikan livestreaming-nya di media sosial saja, namun ia juga menjangkau penonton melalui email newsletter.  

Selain mempromosikan dari jauh-jauh hari, Anda juga bisa lho melibatkan influencer marketing atau bahkan selebritas sekalian jika punya budget lebih untuk mempromosikan livestreaming sekaligus menjadi bintang tamu di acara livestreaming tersebut. Seperti yang sudah pernah dibahas dalam artikel ini,  influencer dan selebritas memang memiliki “kekuatan” tersendiri untuk mempengaruhi maupun mengajak orang, terutama followers atau penggemar mereka untuk melakukan sesuatu.

Kami pun pada bulan Maret lalu membantu ByeBye-FEVER Indonesia untuk melaksanakan #BincangNyaman alias kegiatan livestreaming bersama Sehatq di Instagram. Beberapa hari sebelum acara dimulai, kami coba mempromosikan acara ini di Instagram bahkan kami juga melaksanakan paid media agar dapat menjangkau audiens selain followers akun Instagram ByeBye-FEVER. Selain itu, kami juga melibatkan seorang mom influencer untuk melakukan promosi sekaligus menjadi pengisi acara di #BincangNyaman yang membahas soal demam pada anak dan COVID-19. livestream video

Konten promosi di akun Instagram ByeBye-FEVER untuk menarik minat penonton Instagram live #BincangNyaman ByeBye-FEVER dan Sehatq

Agar audiens makin tertarik menyaksikan livestreaming #BincangNyaman, ByeBye-FEVER pun coba untuk berbagi hadiah menarik seperti yang bisa Anda baca di bagian caption pada gambar di atas.

2. Platform, Tema, dan Pengisi Acara yang Tepat

Setelah memikirkan strategi promosi, kini saatnya Anda menentukan platform yang tepat untuk melaksanakan livestreaming. Anda bisa menggunakan platform live streaming seperti Vidio.com, Twitch, dan sebagainya, atau menggunakan platform media sosial, seperti Youtube, Facebook, atau Instagram. Untuk memilih platform yang tepat, Anda bisa menyesuaikannya dengan insightaudiens yang Anda miliki.

Misalnya, untuk livevideo #BincangNyaman ByeBye-FEVER tadi, kami memilih platform Instagram untuk melaksanakan livestreaming. Mengapa? Berdasarkan data Statista (2021), Pengguna Instagram terbanyak di Indonesia adalah mereka yang berusia 18 sampai 24 tahun (36,5%), lalu diikuti oleh mereka yang berusia 25 sampai 34 tahun (31,7%). Selain itu, Instagram juga masuk tiga besar sebagai media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan data digital 2021 milik we are social dan Hootsuite.

Nah, ByeBye-FEVER memiliki targetaudience ibu-ibu muda yang berada di kisaran usia 25 sampai 34 tahun. Kemudian, menurut head of content strategist kami, Eunike Rina, Instagram menjadi platform yang paling sering diakses oleh para konsumen ByeBye-FEVER jika dibandingkan dengan platform Facebook berdasarkan data dan insight audiens ByeBye-FEVER yang kami miliki. Maka dari itu, memilih Instagram sebagai platform untuk melaksanakan livestreaming adalah keputusan tepat.

livestream

Instagram Live ByeBye-FEVER pada 24 Maret 2021

Selanjutnya, Anda perlu mempersiapkan tema dari kegiatan livestreaming Anda, dan siapa yang menjadi pengisi acaranya? Untuk menentukan hal tersebut, Anda harus memutuskan terlebih dahulu tujuan dari pelaksanaan livestreaming kali ini. Apakah Anda ingin mengadakan bincang edukatif seperti ByeBye-FEVER, murni jualan seperti Shopee, atau jika kembali pada artikel ini, Anda bisa melihat Campina Summer Barz sempat menghibur para konsumennya melalui miniconcert yang menghadirkan Maliq & D'Essentials.

Saran kami, Anda bisa mengangkat tema livestreaming yang berkaitan dengan isu terkini, keunggulan produk brand, atau ketertarikan/kebutuhan konsumen Anda. Seperti yang sudah disebutkan tadi, ByeBye-FEVER mengangkat isu pandemi COVID-19 dan demam yang pada umumnya menjadi salah satu gejala dari penyakit tersebut. Melalui bincang edukatif, ByeBye-FEVER ingin mengedukasi para ibu Indonesia, yakni sekalipun demam dapat menjadi salah satu gejala infeksi COVID-19, namun bukan berarti anak yang demam sudah pasti terinfeksi COVID-19, dan plester kompres ByeBye-FEVER pun dapat menjadi pertolongan pertama ketika anak mulai enggak enak badan dan mengalami demam. Nah, karena topik pembahasannya mengangkat isu terkini pun mampu menjawab rasa penasaran dari para audiens ByeBye-FEVER, maka banyak para ibu yang memberikan pertanyaan seputar topik tersebut bahkan sebelum kegiatan Instagram Live dimulai.

livestream video

Pertanyaan para ibu memenuhi kolom komentar pada unggahan konten promosi #BincangNyaman

Setelah tema dan konsep livestreaming, hal selanjutnya yang juga harus tepat adalah pembawa atau pengisi acaranya. Pastikan Anda memilih orang-orang kompeten dan profesional. Pada ByeBye-FEVER, karena #BincangNyaman adalah bincang edukatif, ByeBye-FEVER pun melibatkan seorang dokter spesialis anak dari SehatQ, pembawa acara profesional, dan seorang mominfluencer sehingga diskusi dalam live video dapat berjalan santai namun penuh dengan ilmu yang valid dan pengalaman nyata dari seorang ibu.

3. Konten yang Berkualitas

Membuat livestreamvideo yang berkualitas dapat Anda awali dengan memerhatikan persiapan technical. Pastikan Anda menggunakan perlengkapan shooting yang memadai, punya koneksi internet yang stabil, dan pemakaian lighting yang pas agar selama acara berlangsung, Anda dapat menyajikan kualitas video yang baik. 

Selanjutnya, kembali pada pembahasan di poin nomor dua. Livestreaming berkualitas berkat pengisi acaranya profesional, kompeten, dan pembahasan atau isi kontennya menjawab kebutuhan para audiens Anda. Namun, masih terdapat pro tip lainnya. kembali pada ulasan Content Marketing Institute tadi, Christoph Trapper, penulis buku Going Live: Livestream Your Podcast to Reach More People yang sering membuat livevideo di beberapa channel mengungkapkan bahwa durasi livevideo ternyata memiliki pengaruh terhadap jumlah penonton. 

“Length matters. Shorter episodes don’t perform as well as longer ones because it takes people a bit of time to join in once a show goes live,” jelas Christoph.

Kemudian berdasarkan eksperimennya di Twitter dan Amazon Live, Christoph menyarankan agar livestreamer mau menunggu beberapa menit sambil membiarkan kamera tetap berjalan sampai lebih banyak penonton yang datang. Setelah itu, ia akan goinglive selama 10 sampai 20 menit.

Tentunya sekarang Anda sudah jauh lebih memahami hal-hal penting saat hendak melaksanakan livestreamvideo bagi brand Anda. Namun, jika Anda butuh bantuan untuk mengerjakannya, kami sebagai content marketing agency hanya sejauh sapaan di WhatsApp. Yuk, sapa kami dan mari berkolaborasi untuk menjalankan ragam ide kreatif dan menciptakan berbagai konten pemasaran yang ciamik bagi brand Anda. Kami tunggu, ya!

Related Articles

Content Marketing

4 Ide Pemasaran Brand Selama Bulan Ramadan 2021

Sebagai negara yang didominasi oleh penduduk muslim maka tak heran kalau Ramadan menjadi salah satu tema besar bagi para marketer dalam melaksanakan pemasaran brand di Indonesia. Nah, pada Ramadan tahun ini, ide pemasaran seperti apa yang bisa Anda coba? Berikut empat di antaranya.

Content Marketing

Promosi Brand di Clubhouse, Pentingkah?

Apakah Clubhouse dapat menjadi peluang baru bagi brand untuk melakukan pemasaran? Atau mungkin terdapat fakta lain yang menunjukkan Clubhouse tidak terlalu penting untuk dijadikan platform promosi terutama di Indonesia. Yuk, kita bahas lebih detail!

Content Marketing

EDM atau Newsletter Makin Menjual dengan 4 Ide Berikut

Anda menjadikan newsletter atau EDM sebagai salah satu bentuk content marketing bagi brand Anda? Strategi apa yang bisa Anda gunakan untuk membuatnya makin menjual? Yuk simak empat ide berikut!

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing