Pentingnya Editorial Plan dalam Pemasaran Konten

By Panji Muhammad Pradipta,

08 September 2021

editorial plan

Sebagai marketer, kita semua tahu kalau content marketing itu “senjata” penting untuk bersaing dan memenangkan pemasaran digital. Oleh karena itu, Anda enggak bisa asal membuat dan mempublikasikan konten-konten pemasaran begitu saja. Anda butuh perencanaan konten atau editorial plan agar pemasaran konten Anda terkonsep dan terjadwal dengan baik sehingga Anda semakin dekat dengan tujuan bisnis Anda.

Memahami editorial plan merupakan suatu hal yang perlu agar strategi pemasaran digital Anda dapat terlaksana dengan baik. Yuk, sama-sama kita kupas-tuntas tentang editorial plan di artikel kali ini!

Apa itu Editorial Plan?

Basically, editorial plan mencakup seluruh rencana eksekusi dan pengembangan konten, mulai dari topik konten, jenis konten dan gaya bahasanya, platform yang akan digunakan, hingga waktu publikasinya agar campaign activity dapat berjalan selaras dengan strategi bisnis Anda dan dapat mencapai target yang diinginkan.

Editorial plan ≠ Content Strategy

Sebelum membuat editorial plan untuk suatu business as usual (BAU), digital campaign, dan sebagainya, hal yang perlu Anda pahami dengan benar terlebih dahulu adalah content strategy-nya.

Terkesan mirip, namun editorial plan dan content strategy merupakan dua hal yang terpisah. Orang yang mengerjakannya pun berbeda. Content/digital strategist adalah profesi yang bertanggung jawab dalam pembuatan content strategy, sedangkan pengerjaan editorial plan menjadi tanggung jawab seorang contenteditor atau contentcreator.

Secara singkat, content strategy adalah wujud dari proses mengubah target/tujuan bisnis menjadi sebuah perencanaan dan pengelolaan konten. Untuk membuatnya, Anda perlu melakukan riset untuk memahami sejumlah data terkait target audience, brand positioning, product knowledge, dan digital platform yang akan digunakan sehingga Anda dapat menyusun strategi konten yang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan bisnis pun KPI yang telah disepakati.

Apabila content strategy sudah rampung, baru Anda dapat melanjutkan ke tahap pembuatan editorial plan untuk persiapan contentexecution. Perlu Anda ingat, contenteditorial ini umumnya merupakan perencanaan konten pemasaran minimal untuk sebulan kedepan dan pembuatannya akan terus Anda perbarui selama project atau campaign berlangsung.

Langkah-langkah Membuat Editorial Plan

Pada tahap pembuatan editorial, sudah sewajarnya Anda mendapatkan insights yang berasal dari content strategy. Saat ini posisi Anda seharusnya sudah paham betul minimal mengenai nama project/campaign, tujuan campaign, target audience, brand communication, USP produk, dan digital platform yang akan digunakan.

Saatnya Anda mulai mengeksekusi konten-konten pemasaran, namun sebelumnya buatlah editorial plan agar proses eksekusi terarah, teratur, dan terukur. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan dalam pembuatan editorial plan:

1. Menentukan Tujuan Konten

Setiap konten yang Anda buat harus memiliki tujuan, namun ingat, jangan biasakan menyamaratakan tujuan dari setiap pembuatannya. Buatlah content category berdasarkan tujuan pembuatannya.

Kategorikan konten mana yang tujuannya untuk growth audiens, mana yang tujuannya untuk membangun hubungan dengan konsumen, dan mana yang tujuannya cenderung untuk hard selling. Ini adalah cara paling umum untuk membedakan fungsi konten yang satu dengan yang lainnya.

Namun tentu saja, Anda boleh mengelompokan fungsi/tujuan konten sesuai dengan kebutuhan brand Anda.

2. Riset Topik dan Tentukan Jumlah Pembuatan Konten

Cari tahu tren konten dan tren topik terkini, lalu sesuaikan keduanya dengan kebutuhan brand dan target audience Anda. Contoh, sebagai perusahaan fintech yang bergerak di bidang investasi reksa dana, Anda hendak menjangkau new audience melalui konten-konten di Instagram.

Apa yang bisa Anda lakukan? Lakukan riset dan mulai pahami, tipe-tipe konten yang berpeluang besar untuk menjangkau new user di Instagram. Lalu untuk topik, siapa target audience Anda? Karena ingin menjangkau new user yang berusia 20-35 tahun misalnya, Anda pun bisa membuat konten edukasi ringan seperti “mengenal reksa dana dari nol” atau “5 jenis reksa dana”. 

Kemudian, riset kembali, total konten ideal yang perlu diunggah dalam sebulan. Jumlah konten ini nantinya akan terus menyesuaikan kebutuhan.  Bisa jadi Anda perlu posting konten setiap hari untuk beberapa bulan ke depan, lalu setelah memahami behaviour audiens Anda atau sudah mencapai target tertentu, jumlah unggahan konten pun dapat berkurang. Jadi hanya tiga kali seminggu, misalnya. 

Oh iya, coba cek artikel kami soal menyusun content strategy di Instagram. Mungkin Anda bisa mendapatkan tambahan insights atau inspirasi untuk membuat editorial plan khusus untuk Instagram.

3. Menentukan Jenis Konten

Jika topik dan jumlah konten sudah ditentukan maka Anda bisa tentukan jenis konten. Biasakan untuk selalu memvariasikan content marketing Anda. 

Hindari mengunggah jenis konten yang sama secara terus-menerus (lebih dari 1 atau 2 tahun) terutama di media sosial. Variasikan contentmarketing Anda, buat konten dalam bentuk video, infografis, carousel, reels, podcast dan sebagainya. Hal ini penting untuk mencegah rasa jenuh audiens Anda sekaligus menyesuaikan tren konten terkini dan menguji jenis konten mana yang paling menguntungkan brand Anda.

Kemudian, brand Anda mungkin mengelola beberapa akun media sosial bahkan punya blog juga and that’s really great! Hal ini berguna untuk menjangkau lebih banyak audiens dari berbagai kalangan. Namun, hindari kebiasaan hanya membuat satu jenis konten, lalu diunggah ke berbagai platform digital Anda.

Topik boleh sama, namun percayalah bahwa setiap platform punya bentuk konten andalannya masing-masing. Di YouTube, mungkin podcastvideo lagi menjadi konten andalan, tetapi belum tentu di Instagram. 

4. Membuat Jadwal Posting

Nah, ini dia salah satu fungsi utama dari editorial plan, Anda mampu mengunggah atau mempublikasikan konten secara teratur. Setiap hari apa, pukul berapa, dan konten yang mana, semuanya dapat terjadwal dengan baik waktu publikasinya. 

Catatan penting untuk menentukan jadwal posting, jika Anda memiliki lebih dari satu platform digital, hindari unggah konten mirroring terlalu sering. Mengapa? Setiap platform digital itu memiliki peak hour yang berbeda, dan hal yang paling penting adalah audience behaviour dari setiap platform digital yang Anda kelola sudah pasti berbeda. Nah, ini yang wajib banget  Anda pelajari.

Pastikan Anda memahami peak hour dari para konsumen Anda di platform digital dan jadwalkanlah unggahan konten pada jam-jam tersebut. Namun Anda juga perlu ingat, penjadwalan konten itu enggak perlu kaku. Kadang terdapat hal-hal urgent atau ingin ridingthemoment sehingga Anda harus segera mengunggah sebuah konten.

Jika hal seperti itu terjadi, ya enggak masalah. Justru dengan editorial plan ini, Anda jadi bisa melihat seluruh perencanaan produksi konten (bulan ini). Lalu, Anda dapat memutuskan dengan cermat, konten yang urgent ini apa bisa langsung “naik” tanpa bertabrakan dengan konten lainnya. Juga, adakah konten yang jadwal posting-nya perlu diatur ulang? Atau bahkan adakah konten yang perlu dibatalkan pembuatannya, dan lain sebagainya.

Special Insights for Editorial Plan

Bicara tentang konten, menurut Jodi Harris, Director of Content Strategy di Informa Connect, konten-konten yang disiapkan harus memiliki lima prinsip dasar, yaitu Findable; apakah konten Anda mudah ditemukan oleh audiens, Readable; apakah audiens Anda dapat membacanya dengan mudah, Understandable; apakah konten Anda dapat dimengerti dengan mudah oleh audiens, Actionable; apakah audiens Anda terpacu untuk melakukan sesuatu setelah melihat konten Anda, Shareable; apakah konten tersebut dapat dibagikan ke orang lain oleh audiens.

editorial plan

5 prinsip dasar dalam pembuatan sebuah konten.

Image Source

Nah, setelah Anda memahami hal-hal di atas, sekarang Anda sudah bisa mulai untuk membuat editorial plan sekaligus konten-kontennya juga deh. Satu hal lainnya yang perlu Anda ingat, dalam proses pembuatannya nanti enggak bisa dimungkiri bahwa Anda juga akan menghadapi tantangan-tantangan, seperti pencarian ide konten baru, membuat konten yang up-to-date atau sesuai dengan tren yang sedang berjalan, atau bahkan kesulitan dalam memproduksi konten untuk berbagai platform berbeda.

Tetapi tenang saja, karena Anda enggak sendiri. Permasalahan tersebut adalah hal yang kerap dialami juga oleh para marketer di luar sana, and the good news is we are here, ready to help you!

Sebagai boutique content marketing agency, Contendr siap membantu Anda memproduksi bermacam bentuk content marketing di berbagai platform digital untuk mempromosikan brand Anda dan menjangkau target audience Anda. Langsung say hi ke Whatsapp kami saja ya!

Related Articles

Content Marketing

Content Marketing Funnel: Konten yang Tepat untuk Setiap Tahapannya

Marketing funnel dalam dunia pemasaran merupakan sebuah perjalanan pelanggan dari tahap aware terhadap brand hingga memutuskan untuk membeli produknya. Setiap tahapan pada marketing funnel membutuhkan cara promosi yang berbeda-beda, content marketing seperti apa yang cocok untuk setiap tahapannya?

Content Marketing

Content Strategy untuk Meningkatkan Performa Instagram

Di artikel kali ini, kami akan berbagi beragam hal yang insightful terkait content strategy di Instagram demi mendorong peningkatan performa pada akun brand Anda.

Content Marketing

Ingin Email Blast Berjalan Secara Efektif? Simak Caranya!

Istilah “email blast” mungkin sudah enggak asing di telinga Anda. Nah, kali ini kita akan memahami banyak hal terkait email blast agar Anda dapat menjalaninya secara efektif. Are you ready?

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing