Tingkatkan Strategi Distribusi Content Marketing dan Jangkau Lebih Banyak Audiens

By Panji Muhammad Pradipta,

24 May 2021

Anda yakin content marketing buatan Anda sudah bagus? Bisa jadi benar. Visualnya keren, isi kontennya pun relatable dengan audiens, superfun, dan informatif. Namun yang bikin heran, sekalipun punya konten sebagus itu, traffic yang datang kok tetap saja rendah dan tidak menghasilkan konversi. Mengapa begitu ya?  

Nah, sebagai marketer, kita suka terlalu sibuk menciptakan konten yang berkualitas. Hal ini memang tidak salah sama sekali, namun sering kali kita lupa bahwa pendistribusian konten juga menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pemasaran konten. Penerapan strategi yang tepat dalam mendistribusikan sebuah konten sangatlah penting untuk menggaet target market yang Anda tetapkan.

Lalu, Anda pun mungkin berpikir: Saya dan tim sudah melakukan distribusi konten kok. Mengunggah konten ke media sosial, menjalankan EDM bahkan mengajak seluruh karyawan buat ikutan share konten. But, hello. New visitors, where are you?  

Baiklah, jangan khawatir. It’s a lucky day for you! Kali ini kita bakal belajar, cara meningkatkan strategi distribusi konten untuk menjangkau lebih banyak audiens berdasarkan rekomendasi Content Marketing Institute dan pengalaman kami sebagai boutique content marketing agency. Simak ya!

Lebih Maksimal Memanfaatkan Media Sosial

Anda sudah mendistribusikan konten Anda ke media sosial? Good job! Pengguna media sosial itu super duper banyak bahkan Indonesia termasuk negara yang memiliki 10 juta pengguna media sosial baru di tahun 2020. Jadi, sudah pasti media sosial menawarkan peluang yang sangat besar untuk menjangkau audiens, namun caranya harus tepat dong. Apa yang bisa Anda lakukan?

    • Distribusikan konten di media sosial yang paling laku
      YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan TikTok masuk dalam 10 besar sebagai media sosial yang paling banyak penggunanya di Indonesia berdasarkan data Digital 2021 milik we are social dan Hootsuite. Maka dari itu, Anda pun bisa mulai berstrategi untuk mendistribusikan konten dan menjangkau audiens di platform-platform tersebut.
    • Perhatikan jadwal unggah konten
      Setiap media sosial punya peak hour yang berbeda, misalnya waktu terbaik  buat posting konten di Instagram adalah pada hari Rabu pukul 7 sampai 9 malam. Sedangkan Twitter, waktu posting konten terbaiknya adalah pada hari kerja pukul 8 sampai 10 pagi, pukul 11 sampai 1 siang, dan pukul 5 sampai 6 sore. Selengkapnya, silakan baca artikel kami tentang alasan untuk tidak mengunggah content marketing secara serentak ke berbagai media sosial.
    • Sesuaikan platform media sosial dengan audiens Anda
      Siapa target market Anda? Apakah sesama pebisnis atau pengguna langsung, audiens global atau lokal, lalu berada di kisaran usia berapa mereka? Ini adalah pertanyaan dasar untuk menentukan platform media sosial mana yang tepat. Kami beri contoh, jika Anda menyasar audiens lokal dengan kisaran usia 25-34 tahun maka Anda bisa mempertimbangkan platform Facebook. Namun, jika Anda perusahaan B2B dan menyasar sesama profesional maka Anda bisa coba untuk melaksanakan content marketing di LinkedIn

Poin-poin di atas memang dapat menjadi bekal Anda untuk melakukan distribusi konten di platform yang tepat, namun ingat, Anda tetap perlu melakukan riset yang lebih detail agar pendistribusian konten yang Anda lakukan di media sosial benar-benar menjangkau audiens yang Anda mau. 

YouTube saat ini memang menjadi platform yang paling banyak digunakan di Indonesia, tetapi belum tentu target market Anda berkumpul di sana. Bisa saja mereka lebih suka mengakses informasi di Instagram. Atau konten video mungkin telah menjadi salah satu tren 2021 di media sosial, tetapi audiens Anda bisa saja lebih menyukai konten dalam bentuk infografik. Maka dari itu, lakukan wawancara/survei dan pahamilah behavior dan ketertarikan audiens Anda.

Bekerja Sama dengan Selebritas/Influencer

Konten yang menampilkan wajah selebritas maupun influencer biasanya akan menarik perhatian banyak orang. Apalagi kalau konten tersebut dipublikasikan langsung oleh mereka sendiri maka peluang untuk disimak bakal tambah besar. Wajar, selebritas dan influencer kan punya penggemarnya sendiri bahkan tak jarang dalam jumlah super banyak. Maka dari itu, bekerja sama dengan selebritas maupun influencer untuk menjangkau audiens yang lebih luas, silakan Anda pertimbangkan secara matang. 

Platform-platform digital milik selebritas maupun influencer, seperti media sosial juga biasanya dikunjungi bahkan diikuti oleh banyak orang. Di Indonesia sendiri, 32,2% dari total pengguna internetnya merupakan pengikut influencer atau expert di media sosial. Untuk itu, melalui kerja sama yang baik, Anda pun dapat membuat dan mendistribusikan content marketing Anda ke platform-platform penuh followers tersebut. Agar lebih menarik perhatian, upayakan wajah si pemilik platform menghiasi konten buatan Anda ya. Contohnya seperti ini:

Content marketing milik Garnier Indonesia yang menampilkan Chelsea Islan dan terunggah di akun Instagram sang model.

Oh ya, saat hendak melakukan kolaborasi dengan selebritas maupun influencer demi pendistribusian konten, selalu upayakan Anda memilih selebritas/influencer yang memiliki value dan citra yang sesuai dengan brand Anda.

Terapkan Pemasaran Berbayar

Anda familier dengan istilah paid social media atau SEM? Inti dari keduanya adalah Anda melakukan distribusi konten ke platform digital namun berbayar. Untuk paid social media, sesuai namanya, tentu saja ini merupakan konten berbayar di media sosial. Anda juga mungkin mengenalnya dalam istilah “sponsored content”. Dengan sponsored content, pendistribusian content marketing Anda di media sosial punya peluang untuk menjangkau mereka yang bukan follower akun brand Anda, tetapi berpotensi menjadi target market Anda.

Di Contendr, kami pun sering menjalankan paid social media untuk memaksimalkan pendistribusian konten para klien kami di media sosial, misalnya untuk ByeBye-FEVER Indonesia. Untuk ke sekian kalinya, ByeBye-FEVER berkolaborasi dengan SehatQ untuk mengadakan kegiatan livestreaming di Instagram bernama #BincangNyaman. Seperti biasa, beberapa hari sebelum acara dimulai, kami pasti melakukan kegiatan promosi di Instagram. Nah, agar konten promosi #BincangNyaman menjangkau lebih banyak ibu muda di luar sana maka menjalankan sponsor content menjadi salah satu upaya yang selalu kami lakukan.

Sponsored content untuk menjangkau lebih banyak target market ByeBye-FEVER Indonesia

Sekarang kita beralih ke SEM atau search engine marketing. Jadi selain di media sosial, kita juga bisa lho beriklan sekaligus mendistribusikan konten pemasaran di search engine. Tujuannya sama seperti kita menerapkan SEO atau search  engine optimization, yakni kita ingin website perusahaan berada di halaman pertama mesin pencari ketika orang mengetik keyword tertentu. Bedanya SEO gratis, tetapi SEM berbayar. 

Untuk menjangkau lebih banyak target market Contendr, kami pun beberapa kali melaksanakan SEM di mesin pencari Google. Dan salah satu ad copy yang kami buat rupanya berhasil menghasilkan puluhan ribu impresi dan ribuan klik.  

Repurposing Konten

Agar mampu menjangkau audiens lewat sebuah konten, Anda perlu membuat konten yang selaras dengan ketertarikan dan kebutuhan mereka. Maka dari itu, jika Anda berencana mendistribusikan konten di beberapa platform berbeda maka pengemasan konten perlu Anda sesuaikan dengan kebutuhan audiens di platform tersebut sekalipun topiknya sama, dan inilah yang dinamakan repurposing konten.

Harry Dry, Founder dari Marketing Examples mengatakan, “Don’t redirect people, wow them on the platform they’re already using. Don’t intercept them, but run along with them.”

Artinya, ketimbang Anda mengarahkan orang-orang untuk membaca konten yang diunggah pada platform yang berbeda dari tempat mereka berada (contoh: Anda menyuruh audiens Anda di Instagram untuk menyimak konten Anda di Twitter) maka lebih baik Anda sudah bersiap menjangkau audiens di platform tersebut dengan konten yang tepat. Untuk mendistribusikan konten di platform berbeda, Anda enggak perlu selalu menyediakan banyak topik. Cukup satu topik, lalu Anda kemas secara berbeda, menyesuaikan audiens di platform tersebut. 

Supaya lebih jelas, kami akan berbagi salah satu contoh repurposing konten yang telah kami lakukan. Beberapa waktu lalu, kami membuat sebuah konten berjudul “LinkedIn: Social Media Marketing Paling Cocok untuk B2B, Alasannya?”. Selain mendistribusikan konten ke websiteblog dalam bentuk artikel, kami juga ingin mendistribusikan konten tersebut ke akun Instagram kami. Untuk itu, dari sebuah artikel, kami melakukan repurposing konten menjadi konten carousel demi menyesuaikan kebutuhan audiens kami di Instagram.

Repurposing konten kami lakukan untuk menjangkau audiens kami di Instagram

Oke deh, setelah membaca beberapa rekomendasi strategi distribusi konten di atas, apakah sekarang Anda siap menjangkau audiens yang lebih luas lagi? Strategi mana yang ingin segera Anda terapkan? Segera hubungi kami, karena kami sangat siap membantu brand Anda untuk menjangkau para target market-nya melalui strategi konten dan bermacam bentuk content marketing yang ciamik!

Related Articles

Content Marketing

Istilah Umum dalam Digital Marketing, Belajar dan Ingat Kembali Yuk!

Saat terjun ke dunia pemasaran digital, Anda akan menemukan sejumlah istilah yang berkaitan dengan hal tersebut. Untuk itu, mari kita bakal belajar atau mungkin mengingat kembali bermacam istilah yang perlu Anda ketahui dalam digital marketing.

Content Marketing

Tools untuk Membuat Link di Bio Instagram, Ada Linktree dan Apa Lagi?

Berniat untuk mengoptimasi tautan pada bio Instagram brand Anda? Yuk, simak tiga rekomendasi tools dari kami yang bisa Anda pertimbangan untuk mewujudkan niat Anda tersebut! Selain Linktree, ada apa lagi ya?

Content Marketing

5 Jenis Video Paling Pas untuk Social Media Marketing

Anda ingin menggunakan konten video untuk menjalankan social media campaign atau social media marketing pada umumnya untuk menyasar target market Anda? Berikut lima jenis video marketing yang bisa Anda pertimbangkan berdasarkan Content Marketing Institute (CMI).

Browse Other Categories

We are your teammates.

We're never just another agency, we're your teammates, providing you with everything needed on the pitch of digital marketing.

Servicesarrow_forward

Hi there!

Ready to cook your digital content with us?

Contact Us Now
Whatsappp Sharing